Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

39. ALREYZKA '2

2.3K 139 3
                                        

HEYYO GENGS
APAKABSSSS NIH

LANGSUNG WAE LAH YA

- HAPPY READING -

...

Rey tergugup saat ini, bolak balik mengatur nafasnya agar kembali normal juga detak jantungnya yang berpacu lebih cepat dari biasanya.
Wajah tegang yang ia tunjukan, mengundang gelak tawa orang disekitarnya.

" Biasa aja kali! " Ujar Aska sembari menepuk bahu keponakannya itu.

Rey terjingkat dan mengusap dadanya, " Ga usah grogi gitu. "

" Ye Om mah enak tinggal ngomong, lah Rey nya ini yang ngrasain. "

Aska terkekeh, " Dulu Om juga gitu Rey waktu ngelamar Tante Nafa. "

" Grogi juga? " Aska mengangguk, " Terus cara ngilangin grogi nya digimanain? "

" Dielus pinggang nya sama Buna mu Rey, kaya orang mau lahiran. Dia sambil atur nafasnya. " Raka tergelak saat mengingat dulu sewaktu Aska melamar Nafa.

" Ah, lo mah gitu. Aib gue anj— " Ucapan Aska terhenti karna deheman dari seseorang, " Ehem, mau ngomong apa mas?? "

Aska tersenyum kikuk, " Eh sayangg, engga hehhe. "

" Dih, takut sama istri. " Ledek Raka.

" Kaya lo engga aja ya. "

" Udah ah, diem. " Final Nana.

" Rey, udah siap kan? Ketemu calon? " Rey menarik nafasnya dalam, " InsyaAllah Buna. "

•••

Kegugupan Rey semakin bertambah ketika sudah berada tepat didepan seseorang Ayah dari perempuan yang akan dipertemukan dengan nya.

" Alreyzka? " Panggil Ayah dari perempuan tadi.
Sebut saja — Eksan.

" Ya, saya. " Jawab Rey dengan lantang dan setenang mungkin.

" Langsung saja, sebelum saya izinkan kamu untuk bertemu dengan anak saya. Apa alasan kamu mau menerima perjodohan ini? Karna keterpaksaan atau kemauan kamu sendiri? " Tanya Eksan.

" Kemauan saya sendiri. " Sahut Rey.

" Kamu belum pernah bertemu, bahkan belum pernah melihat wajah anak saya. Bagaimana kamu menyetujui untuk bisa menerima perjodohan ini? "

" Yang pertama karna jodoh, karna jika sudah berjodoh maka bisa bertemu dalam hal apapun. Kedua karna pilihan orang tua, karna pilihan orang tua untuk anaknya saya yakin tidak akan pernah salah. "

" Baik, saya izinkan kamu untuk bertemu dan melihat wajah anak saya. Dan kamu juga berhak menolak, seandainya kamu kurang berkenan. " Rey mengangguk pelan.

" Falizha. " Panggil Eksan.

Selang beberapa detik, seseorang keluar dengan digandeng Ibu nya. Lalu duduk tepat disamping Eksa dan didepan Rey.

Rey masih menunduk, " Rey, itu— " Bisik Aska.

Rey sedikit mendongak dan mata nya terpaku beberapa detik dengan perempuan tadi.

Jantungnya berdegup kencang kala ia mengingat mata perempuan itu.

" Mata itu— " Gumam Rey.

" Bukan nya dia yang di masjid kemarin?  " Batin Falizha.

•••

Beberapa bulan kemudian—

" Saya terima nikah dan kawin nya, Khadijah Falizha Xaureen binti Muhammad Eksan dengan maskawin tersebut, tunai. " Ucap Rey lantang dalam satu tarikan napas.

" Bagaimana para saksi, sah? "

" SAH. "

" Alhamdulilah, sold out! " Pekik Rey setelah para saksi mengatakan sah,  dan sontak langsung mengundang gelak tawa dari para tamu undangan.

Serangkaian acara mulai pagi sampai dengan malam sudah dijalani. Dan kini, tinggal semua keluarga besar yang masih berada di rumah Raka.

" Jagain tuh istri nya. "

Rey membentuk tangan hormat, " Siap Papa! "

" Nak Rey, Ayah sama Umi pulang. Titip Falizha ya? Perlakukan dia sebagaimana kamu memperlakukan Buna kamu. " Rey mengangguk, lalu menyalami kedua tangan mertuanya.

Avira tersenyum meledek kearah Rey, " Cielah, yang baru nikah gandeng terus bang! "

" Selamat ye, akhirnya Rey si jomblo karatan sekarang udah sold out. Tahan-tahan ya mba sama dia, ahaha. "

" Ye, lo mah! " Sahut Rey.

" Eh Rey, btw lo ga kasian ni sama Zerren? " Tanya Avira.

" Kenapa ponakan gue? " Tanya Rey balik, " Ga ada temen, buatin temen dong. "

Rey menatap Falizha, sedangkan yang ditatap seperti itu langsung salah tingkah, " Kenapa ngliatin gitu? "

" Kamu ga kasian sama Zerren? Ga ada temen tuh kata Mama nya. "

" Ya, terus? "

" Ga ada ya terus ya terusan, ayo. "

Avira sontak menutup mulutnya menahan tawa, " Heh asem Rey! Gue bercanda, ya ga sekarang juga heh. " Ujar Avira sedikit berteriak, namun tak dihiraukan oleh Rey.

" Terserah deh, gapapa juga biar anak gue cepet ada temennya. " Gumam Avira.

...

WKWKW, UDAH MENTOK SEGINI KISAH NYA REY HAHAH.

GIMANA PART INI, BTW?? 😭
JANGAN LUPA VOTE+COMENTT, MAKSAAAA NIHHH

SEE U IN NEXT PART!!

ABOUT ALLE'S Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang