14

1.8K 113 8
                                        

Yoongi sedang duduk dikamarnya, melihat pemandangan kota Seoul sesekali melirik kearah ranjang. Disampingnya ada segelas kopi dan buku catatan di pangkuannya.

Setelah mengisi ulang energinya, Yoongi ingin menuliskan beberapa bait yang manis yang mungkin akan membuat teman-teman sekampus menatapnya horor. Yoongi bahkan terkekeh sendiri melihat tulisannya. Manis sekali seperti Jimin-nya, sangat bukan Yoongi tapi ia suka.

Lelaki di ranjangnya masih nyaman bergelung selimut. Entah Jimin ada kelas atau tidak hari ini, yang jelas Yoongi sudah meliburkan diri demi menemani sang kekasih yang pasti kesulitan karena semalam.

Senyum manis terus terpatri dibibir tipisnya, tangannya pun giat sekali menulis kata-kata yang menggambarkan perasaannya. Disesapnya kopi yang mulai mendingin. Ya, sudah selama itu Yoongi menunggu Jimin terbangun.

Ponsel dimeja kecilnya tiba-tiba berbunyi, sebuah pesan tampil disana.

'Hyung.. Kau tidak masuk? Padahal aku ingin mengundangmu hyung..' -Namjoon

Yoongi langsung membalasnya,
'Aku ijin hari ini. Mengundang kemana? Tumben kau punya acara.'

'Aishh bukan aku.. Tapi Jinnie yang membuat acara, dia bilang untuk mengundangmu.' -Namjoon

'Acara tidak jelas apa lagi yang kekasihmu buat kali ini?'

'Hyung!! Kau harus datang nanti malam, ke Fourth bar. Jinnie mengundang hampir seluruh kumbang kampus.'

'Lihat nanti saja.'

Yoongi memandangi pesan Namjoon, kumbang kampus? Apa Jimin juga akan diundang?

Karena Yoongi tahu sekali bagaimana luas nya pergaulan kekasih Namjoon itu. Kim Seokjin pria Management bisnis yang sedang menyusun skripsinya, sudah bagai ketua sosialita dikampus mereka. Jangankan orang dikampus, semut diatas meja kantin saja kenal Seokjin.

Yoongi tidak paham kenapa lelaki seperti itu bisa jatuh pada sahabatnya yang kurang pamor -Namjoon.

Dilihat dari segala aspek, jadi mungkin saja dia kenal Jimin yang juga terkenal kan. Baiklah nanti akan Yoongi tanyai ke Jimin. Jika lelaki mungil itu ingin pergi maka Yoongi juga akan mengiyakan ajakan Namjoon.

Saat jam dindingnya menunjuk pukul 10, gundukan diranjangnya mulai bergerak. Yoongi tertawa pelan melihat Jimin yang seperti ulat sedang menggeliat.

Tak lama suara ringisan terdengar hingga umpatan tak luput keluar dari bibir manis kekasihnya itu.

"Arrghhhh brengsek kau Min Yoongi."

"Sialan! Lubangku sakit sekali."

"Akkh bedebah Min itu benar-benar."

Sepertinya Jimin tidak tahu bahwa yang diumpatinya sedang duduk diam menatapnya geli. Posisi Yoongi yang memang di sudut itu membuat Jimin tidak melihatnya.

Perlahan Jimin membuka selimutnya, kakinya menapak lantai karpet Yoongi. Masih dalam keadaan telanjang, tangan mungilnya memegang pinggang yang terasa pegal.

"Akhh! Bedebah sialan."

Jimin berjalan dengan sangat pelan. Tertatih lebih tepatnya. Disepanjang pijakannya tidak lupa ia sematkan umpatan untuk sang kekasih.

Kasihan melihat Jimin yang kesulitan berjalan, Yoongi bangkit dari duduknya. Mengangkat tubuh Jimin yang kaget karena pergerakan tiba-tibanya.

"H-hyungg?"

Yoongi menatap lucu wajah Jimin yang memerah. Mungkin malu karena mengumpatnya atau malu karena telanjang didepannya.

"Maafkan si bedebah ini karena dengan sialannya membuatmu kesulitan dan brengseknya malah terangsang melihatmu berjalan tanpa busana."

DominantTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang