Niat hati ingin bicara berdua Jongin, mengorek informasi mengenai Yoongi dan wanita bernama Sunmi itu. Namun yang ada malah kelompoknya ditarik duduk bersama wanita itu.
Akibat Jongin yang menyapanya lalu wanita itu mengucapkan rindu pada Jongin dan mengajak mereka duduk bersama sekaligus bernostalgia bersama. Lebih tepatnya nostalgia Jongin dan Yoongi karena sisanya tidak tahu siapa wanita itu.
Dan sejak awal Jimin sudah tidak nyaman ketika duduk satu meja bersama sang kekasih dan wanita yang masih ia terka-terka siapanya itu.
"Kalian pasti tidak tahu, dia Sunmi noona. Senior kami yang paling cantik."
"Kau bisa saja Jongin." Bantah Sunmi dengan anggun. Hah, wanita dewasa dengan gaya elegan. Meski benci mengakui tapi Sunmi memang mempesona.
Sialan.
Mungkin jika Jimin masihlah bajingan seperti dulu, ia akan tertarik melihat wanita seperti Sunmi. Namun kali ini tidak, Jimin malah membencinya karena bisa-bisanya wanita ini duduk berdua kekasih pucatnya.
Dan bisa-bisanya juga Min Yoongi malah memberikan tempat untuk wanita ini. Tidak bisakah Yoongi mengusir wanita ini untuk Jimin?
Tolong ingatkan Jimin kalau Yoongi tidak mengetahui Jimin yang duduk dipojok sambil menatapnya.
Jimin mendengus pelan mengucapkan banyak sumpah serapah untuk kekasih dan wanita yang Jimin tidak ingin ingat namanya. Persetan dengan nama karena Jimin yakin mereka tidak akan pernah bertemu lagi.
"Mereka teman-temanku noona, yang tadi menabrakmu itu Jimin lalu Taemin dan Sungwoon."
"Ah... Seperti yang diharapkan dari fakultasmu ya, mereka tampan-tampan sekali." Jawab Sunmi dengan kerlingan mata pada mereka.
Melihat teman-temannya yang tersipu, Jimin jadi kesal sendiri. Apa disini hanya dirinya yang tidak menyukai wanita ini?
"Noona sedang apa disini? Hanya bersama Yoongi hyung? Kalian tidak bersama lagi kan?"
"Kami hanya teman Jongin." Pungkas Yoongi cepat. Oh sepertinya lelaki ini takut ada yang salah paham. Namun bibir tipisnya menyunggingkan senyum kala mengingat Jimin yang menumpahkan kopi pada Sunmi tadi.
Jelas sekali Jimin sengaja belum lagi tatapan nyalang yang pemuda manis itu berikan padanya. Rasanya lucu juga melihat Jimin cemburu seperti itu.
Padahal Yoongi tidak pernah berniat melakukan permainan seperti membuat kekasihnya cemburu. Namun mungkin boleh juga dicoba untuk saat ini. Apalagi sedang ada teman-teman Jimin. Sepertinya akan menyenangkan untuk melihat respon sang kekasih.
"Maafkan aku Minie." Dan Yoongi tertawa jahat dalam hati, memikirkan ide menjahili Jimin.
Berbeda dengan Yoongi yang menikmati kebersamaan mereka karena sungguh ia tidak pernah bisa duduk satu meja bersama Jimin maka ia akan menikmati ini. Meski banyak rencana jahat yang terpikirkan.
Dilain sisi Jimin termenung mendengar kalimat Jongin.
'Bersama lagi.'
Kata yang Jimin tangkap dan artikan bahwa wanita ini adalah mantan Yoongi. Sialan, hatinya memanas seketika.
Jimin jadi mengingat apa ini yang Yoongi rasakan saat melihatnya bersama woozi meski Jimin mengucap mereka hanya teman? Sungguh Jimin tidak menyukai perasaan yang seperti ini.
Rasanya ingin melempar wanita itu dan berteriak bahwa Yoongi adalah miliknya. Namun tidak mungkin, Jimin masih cukup waras untuk melakukan hal tersebut.
"Yoongi masih saja kaku seperti dulu ya, padahal aku tidak masalah jika harus kembali bersamamu lagi."
"Jangan bercanda noona."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dominant
Romance[YOONMIN] "Bokong yang seksi untuk seorang dominan huh." "Ruam yang cocok untuk seorang dominan ya." Dua orang dominan yang sama-sama ingin membuktikan dirinya namun salah seorangnya harus rela mengalah akan posisinya. Cara Min Yoongi menakhlukan Pa...
