pertemuan

809 128 1
                                    


Happy reading<3




Di siang hari. Lebih tepatnya pada pukul 13:45.
Chika sedang berada di ruang kantornya, sibuk merancang sketsa baju gaun. Walaupun ia seorang single mom, profesinya sebagai desainer itu pun tetap ia banggakan dari dirinya sendiri.

Tokk..tokk...tokk

"Buka ajaa!!" Pekik chika masih sibuk dengan sketsanya.

Ceklek

Seorang perempuan berambut pendek, dengan baju jazz berwarna abu-abu kecoklatan, lalu siapakah diaa?

"Ada datang kesini?" Tanya chika, membuat sosok gadis didepannya terdiam, chika masih tetap fokus pada sketsanya.

Chika pun mendongak, dua manusia yang saling menatap saling terkejut. Bagaimana tidak terkejut, ternyata itu ara.

Chika mengerutkan keningnya. "Ara, kan?"

Ara terdiam, ternyata chika sedikit lupa dengan ara, dirinya sedikit kecewa. Tetapi, rasa sayang dari ara untuk chika masih ada.

"Iyaa, saya ara"

Chika mengangguk kepalanya pelan, "lalu, mengapa kamu datang kesini?"

"Akuu, ada rencana buat kolaborasi, kan kamu desainer, chik. Aku kan pemilik brand pakaian ternama di indonesia. Jadii biar brand aku gak gini-gini aja, aku ajak kamu buat kolaborasi dengan aku, setuju?" Tanya ara

"Maaf, ra. Kalau mau kek gitu, semua rekan-rekan kamu itu harus bersetuju semua, atau kita bicara berdua dulu"

"Chikaa.." ara menghela nafas, "ini kita udah bicara berdua. Mau bicara dimana lagii"

Chika terkekeh, "ehh iya, maap, ra"

"Hadeuhh.." gumam ara, ia menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Chika.

"Chik, sekarang kamu merangkai apaa?" Tanya ara menatap sketsa rancangan busana yang dibuat chika.

"Aku sekarang ngerancang dress gaun pernikahan, kan sekarang juga aku udah ada toko butik"

"Ohh.."

Saat asik melanjutkan sketsanya, tiba-tiba chika menyenderkan kepalanya di senderan kursinya. Nampak kecapekan.

"Araa.. bosen nih, ke starbuck yuk?" Chika tiba-tiba mengajak ara ke starbuck yang tak jauh dari kantornya

"Sama nihh aku juga bosen. Yaudahh dehh, yuk" sambung ara dan beranjak dari kursinya.


°°°

Di starbuck, mereka sudah berada di tempat duduk mereka. Dengan chika yang menghadap ara begitu pula sebaliknya.

"Gak mesen kopi, chik?" Ara mengerutkan keningnya.

Chika menggelengkan kepalanya. "Gak, aku gak suka kopi.."

"Jadi, kamu mesen apa?"

"Hehee.. vanilla latte" chika terkekeh. Minuman yang ia pesan sudah berada ditangannya.

Ara terus memandang wajah cantik chika. Rasa cinta yang ada di hati ara pun masih ada, ara masih tak tega saat menceraikan chika. Tapi itu yang terbaik untuk menuntaskan masalahnya. Kini juga hubungan ara dengan badrun sudah tidak bersahabat lagi, melainkan musuh. Ara juga pernah memberikan suatu pelajaran untuk badrun, dirinya sangat marah saat badrun belum satupun melamar chika. Anehh yaa..

"Aku harus bisa bikin chika jatuh cinta lagi seperti kita saat bertemu untuk pertama kalinya" batinnya.

"Chik, lambat amat kamu habisin minumannya!" Ketus ara sambil meminum cappucino latte miliknya.

Chika pun tersenyum tipis. "Maap atuh"

"Jadi gimana? bisnis kitaa"

"Itu masih harus dipikir-pikir, ra, berkolaborasi dengan brand ternama itu tidak mudah"

Ara mengangguk, "baiklah, mungkin jadinya cukup panjang. Harus menunggu beberapa bulan sampai tahun"

"Okee. Sampai sini belum berakhir, kita masih ada percakapan baru kedepannya.."

Mereka pun mengganti topik pembicaraan mereka. Sepanjang obrolan pun mereka berdua saling tertawa menceritakan kejadian lucu dan konyol. Sampai-sampai, chika mulai menyukai ara kembali seperti dulu lagi. Menatap ara penuh dengan rasa cinta yang baru ia rasakan kini, tak sengaja mereka bertatapan membuat semuanya tiba-tiba menjadi canggung.

"Araa!" Pekik chika, lalu mereka pun melanjutkan tertawanya, chika tertawa terbahak-bahak seraya memukul meja.

"Ihh, chika!" Seru ara tertawa hampir lepas.

"Yaa kamuu.."

"Lah, kok aku?"

Ara kembali tertawa. "Candu atuh, neng"

"Aneh kamu, ra"

Lihatlah sudah? Topik percakapan mereka sangat random dan konyol. Semua orang yang berada di ruang itu menatap mereka berdua sinis dan aneh.





Tbc

Maaf yaa kalau dikit, chapter habis ini panjang kok tenang ajaa!

Whaitt.. mereka mulai dekat lagii?!

Wkwkk, klo ada typo dikoreksi yaa

God, i love her 2 [ Completed ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang