14:00
"Haloo, chik"
"Ya?" Tanya chika mengangkat telepon daru seseorang.
"Bisa tolong ke rumah sakit *****, gak?" Gumam seseorang dari telepon suara milik handphone chika, nada pembicaraannya pun seperti lemas.
"Kenapa emang?"
"Pokoknya kamu harus ke sini juga. Gak ada penolakan!"
Telepone suara pun langsung diputuskan oleh seseorang itu. Chika sangat kebingungan kenapa harus kerumah sakit?
***Chika sudah tiba di rumah sakit yang dibilang sosok yang menelpone sebelumnya.
Jalannya pun tergesa-gesa, rasa bingung dan cemas mulai menyelimuti tubuhnya.Ia pun tiba di lorong ruang icu, melihat ara menangis seraya menatap kaca dari luar ruangan.
"Ra?" Chika mengerutkan keningnya.
Ara menoleh ke arah chika, "c-chik.."
Chika berjalan pelan mendekati ara, lalu ia menoleh ke arah kiri.
Ternyataa..
"Lohh?, v-vanaa.." chika terdiam, melihat vana koma, cukup banyak alat asing yang menempel di tubuhnya, dan suara alat asing itu terdengar sampai luar ruangan.
Ara langsung memeluk tubuh chika erat, "chikaa.. hikss.."
"Cerita, araa, aku masih bingung"
Ara pun melepaskan pelukannya, ia menghela nafasnya. "Jadi gini.. vana ditabrak mobil, trus.. tulang kaki bagian kanannya patah, chik" ujar ara membuat chika melotot
Chika terdiam, "p-patah?" Ara mengangguk.
"Mas A–.." tiba-tiba fiony datang, ia seketika terdiam.
Ara pun menoleh kebelakang. "Sayangg.." kata ara seketika membuat chika makin terdiam, lalu tersenyum tipis.
Fiony langsung memeluk tubuh ara erat, "vana kenapaa, sayang?" Tanya fiony cemas.
"Dia kecelakaan, dan tulang kakinya patah"
Fiony langsung menutup mulut dengan tangan kanannya, semakin cemas.
"Ra, aku duduk dulu, ya?" Tanya chika diangguki ara. Chika pun duduk di kursi yang berada di sebelah kanan ruang rawat vana.
Tibalah seorang pria bertubuh tinggi, berkulit putih, dengan warna rambutnya yang coklat menghampiri chika. "Chika.."
Chika langsung menoleh ke arah pria tersebut, "o-om vino?"
Rupanya itu vino, ia tersenyum. "Iya, om kesini karna di kasih tau sama ara"
Ara pun menghampiri vino yang menatap chika. "Yaa masa ara gak kasih tau om sihh" ara terkekeh.
"Vana kan anak kandung om, masa ayah kandung gak jenguk anak kandungnya sendiri" lanjut vino terkekeh. Vino tidak seperti yang dulu, kini sudah berubah menjadi orang yang baik, lemah lembut.
Chika hanya tersenyum tipis.
Vino melihat chika yang tersenyum tipis seperti sedang cemburu, dirinya pun memiliki inisiatif untuk memeluk chika.
"Chik.. om peluk kamu yaa?" Chika mengangguk pelan.
Vino langsung memeluk chika yang sedang cemburu, chika sedikit terkejut dengan pelukan hangat dari vino.
"Om minta maaf ya sama kejadian 14 tahun yang lalu, ini semua salah om. Coba aja om gak hamilin kamu.." bisik vino.
Chika pun tersenyum, "gak papa, om, dengan adanya vana. Dunia chika langsung berubah" bisiknya.
"Maaf juga om gak bisa tanggung jawab semua kesalahan om, chik"
"Tenang, om, chika udah maafin om" ujar chika lalu melepaskan pelukannya.
"Chik, kamu bisa jaga vana dulu? Aku ada kerjaan mendadak" chika pun mengangguk
"Yaudah, jaga baik-baik.." ara dan fiony langsung berjalan menjauhi chika dan vino berdua di ruang tunggu rumah sakit.
"Chik, mau masuk ke dalam bareng om, gak?"
"Bolehh.."
Chika dan vino beranjak dari kursinya, lalu masuk kedalam ruang rawat vana.
Ceklek
"Permisi, sayangg.." gumam chika lalu menutup pintunya.
Vino sudah berada di samping brankar milik vana, chika langsung mendatangi vana yang tak belum sadarkan diri.
"Vanaa.. kamu udah gede ya sekarang, makin cantik" chika tersenyum.
"Ohh iya, disini ada daddy kamu yang sebenarnya" chika langsung menoleh kearah vino yang sedang menatap vana.
"Iyaa, kamu panggil saya ayah gak papa, karna saya adalah ayah kandung kamu" ujar vino.
Chika mengelus rambut vana. "Vana zeana khaulah tamara, kamu cepet siuman ya anak mommy. Biar nanti bisa suapin kamu kayak dulu lagi"
Cup
Chika langsung mengecup kening vana cukup lama. Tak terasa, anak sulungnya kini sudah tumbuh menjadi seorang remaja. Mungkin jika vana sudah siuman, rasa rindunya akan terobati. Tetapi vana tersadar dari komanya akan lama.
Tbc
Akhirnya up lagi ya sayang yaa. Gweh hrus mengumpulkan niat yang luar biasa untuk lanjut nulis nih cerita 😭😭
Kebetulan juga gweh sedang pts/uts jdi harap maklumi karna slow up :)))))Kalo ada typo mohon dikoreksi.

KAMU SEDANG MEMBACA
God, i love her 2 [ Completed ]
أدب الهواة"Aku mencintai mu, Chika!" CERITA FIKSI!! WARNING : GXG SCENE ⚠️ ADEGAN KEKERASAN⚠️ ⚠️ SEBELUM MEMBACA. DISARANKAN UNTUK MEMBACA S1 NYA TERLEBIH DAHULU