Typo bertebaran dimana manaa
Happy reading<3
2 bulan kemudian.
Badan Chika masih merasa tak nyaman. Selalu mual muntah, perut keram, kelelahan dan terlambat datang bulan. Ia sempat mengira bahwa dirinya hanya terkena masuk angin, namun beberapa hari dan minggu tak kunjung sembuh.Chika asyik menonton tv di kamarnya. Sedangkan Ara masih berada di kantor yang berada di rumahnya. Ia masih waspada kepada dirinya takut mual muntah kembali terjadi.
Saat sudah agak lengah, ia merasakan mual muntah itu kembali. Chika menutup mulutnya, lalu berlari ke arah wastafel di kamar mandi yang berada di dalam kamar mandinya.
"Huekk.. huekk.." Chika masih merasa sangat mual. Saat ia hendak menyuci mulutnya. Seketika ia kembali muntah, tak kunjung berhenti.
"Huekk.." merasa sudah berhenti mual. Ia membasuh mulutnya, keran wastafel pun ia tutup sehabis membasuh mulutnya.
Ia keluar dari kamar mandinya. Ia melintasi kaca standing mirror, seketika berhenti. Bajunya yang agak ketat, perutnya yang makin membuncit mengintip dari balik baju ketatnya. Chika malah mengusap perutnya dengan kedua tangannya.
"Kebanyakan makan atau hamil sih aku ini?" Chika kebingungan, tangannya masih mengusap ke perutnya.
"Entahlah, besok aku cek ke rumah sakit dehh. Kalau beneran hamil gimana reaksi Ara sama anak-anak yaa kalau aku hamil lagi?"
Chika berdecak. "Kenapa yaa? Aku mudah banget hamil, subur banget lagii! Kebablasan mulu heran dehh!"
Chika menghempaskan tubuhnya ke kasur. Menatap langit atap dengan keadaan terlentang. "Kalau beneran hamil sih, maunya cowok. Biar Alan ada temen main," ucap Chika terkekeh. "Aku kasih namaa.. apa yaa? Bian Arseno? Lucuu ihh Arseno," Chika gemas mendengar dirinya menyebut nama Arseno.
"Dah jam berapa sih ini?" Chika menoleh ke arah jam dinding. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23:33. Chika agak terkejut, lalu merebahkan tubuhnya. Posisi tidurnya pun miring ke kanan. Tak lupa selimut menutupi tubuhnya.
Tokk..tokk..tok..
Chika yang tidurnya hampir terlelap terpaksa tersadar kembali. Rasa bagi ia lelah sekali, hendaknya tidur saja.
Ceklek
"Chikaa.." Ara masuk ke dalam kamarnya. Tak lupa menutup pintu semula. Ara sedari-tadi mencari Chika langsung tersentak. Rupanya Chika hendak terlelap dan menuju dunia mimpinya.
"Kamu masih sakit yaa?" Chika mengangguk, tubuhnya kelelahan. Ara duduk di tepi kasur. "Kamu kelelahan. Masih belum sembuh sama sekali, kalau bisa kamu kapan-kapan cek ke dokter aja yaa? Aku takut kamu kenapa-napa," Chika hanya menjawab masih sama, mengangguk.
"Yaudah, tadi aku mau minta jatah malam. Tapi aku baru sadar kamu lagi gak enak badan," ucap Ara cengengesan.
"Araa, aku lagi gak enak badan. Maaf yaa, gak bisa nuntasin nafsu gairah kamu.." nada bicara Chika sangat lembut.
"Gak papa, sayang. Ini semua aku lakuin biar badan kamu sakitnya gak makin parah."
"Raa, aku mau tidurnya di peluk kamu.." Chika mengguncang tangan Ara. Ia ingin sekali terlelap seraya berpelukan dengan suaminya.
"Bolehh banget, aku juga ngantuk." Ucap Ara yang mengenakkan baju piyama sama seperti Chika. Ia kelelahan karena mengurus pekerjaannya.
Ara menaiki kasur, memposisikan tubuhnya di belakang tubuh Chika. Tak lupa menarik selimut. Ara memeluk Chika dari belakang. Gaya tidur spoons salah satu posisi tidur favorit mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
God, i love her 2 [ Completed ]
Fanfiction"Aku mencintai mu, Chika!" CERITA FIKSI!! WARNING : GXG SCENE ⚠️ ADEGAN KEKERASAN⚠️ ⚠️ SEBELUM MEMBACA. DISARANKAN UNTUK MEMBACA S1 NYA TERLEBIH DAHULU