Tokk.. tokk.. tok..
"Permisii.."
Ceklek
Vana membuka pintu rumahnya. Ia terkejut, seseorang datang ke rumahnya.
"Haii.. sayang"
"Loh, mommy Chika?" Tanya Vana. "Mommy tumben kesini" sambungnya dengan tersenyum.
Tanpa di sadari. Ara tepat di belakang Vana, dan menatap Chika tersenyum bahagia. "Masuk dulu, Chik" titah Ara.
"Iyaa.." nampak Chika membawa koper. Vana melihatnya pun sedikit kebingungan.
"Mommy Chika kenapa bawa koper, dad?" Tanya Vana menatap Ara.
Ara mengelus pucuk kepala Vana, "nanti daddy jelasin di dalam. Duduk dulu di ruang tamu, ya?" Vana mengangguk.
°°°
"Katanya daddy mau ngejelasin?" Tanya Vana menatap Ara penuh penasaran.
"Jadi, kenapa mommy Chika bisa kesini. Karna mommy Chika mulai hari ini tinggal di sini. Dan beberapa hari lagi" Ara menggenggam tangan Chika spontan. "...mommy sama daddy bakalan bersama lagi"
Vana mengerutkan keningnya, apa yang di maksud daddy nya?. "Maksud bersama lagi apa, dad?"
"Maksud daddy. Beberapa hari lagi, mommy sama daddy bakal nikah"
Deg..
"Apaa?!" Batin Vana tak percaya. "Aku mimpiin apa sih, ini gak mungkin, 'kan?"
"Kalian pasti boong, 'kan? Bilang aja kalau ini prank??"
Ara menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. "Gak, ini gak boong, kok. Mommy sama daddy beberapa hari lagi mau nikah, semua udah daddy urus, yang belum cuma dress nya mommy aja"
Vana hanya bisa menutup mulutnya, masih tak bisa berkata-kata lagi. Rasanya seperti mimpi, yang ia impikan akan terwujud.
"Yaudah, Chik, Van. Daddy tinggalin sebentar, yaa? Maaf kalau harus menunggu" Chika dan Vana mengangguk secara seksama.
Saat Ara meninggalkan mereka berdua. Chika malah beranjak dari kursi sofanya, lalu duduk tepat di sebelah Vana. "Gimana, kamu udah percaya, sayang?" Chika mengelus rambut Vana lembut seraya tersenyum menatap Vana. "Percaya, mom, aku gak nyangka aja. Kalian bakal bareng lagii.." sambung Vana.
Chika mencium kening Vana singkat. "Mommy tau, ini yang kamu mau, kan? Yang kamu impikan akan terwujud" Vana mengangguk.
Di sisi lain.
Vanka, hendak mendekati ke arah sebuah piano yang terletak dekat dengan ruang tamu. Saat sudah berada di hadapan piano itu. Vanka menoleh ke arah ruang tamu, dirinya melihat sosok wanita yang ia kenal."Kok kayak kenal, ya? Sama wanita itu.." batin Vanka menatap wanita itu.
Lalu Vanka mengingat kembali siapa sosok yang ia tatap sekarang. Saat di ingat kembali rupanyaa..
"I-itukann, mommy Chika?!" Batinnya, dengan mengerutkan keningnya, dirinya terkejut.
Vanka mengurung niatnya untuk bermain piano. Dirinya berjalan pelan mendekati Chika. Rasa malu ada, dan rasa penasaran pun juga ada.
Saat sudah berada di ruang tamu, Vanka terus menatap Chika. "M-mommy Chika?" Ujarnya."V-Vankaa??" Chika menatap Vanka dari atas tubuhnya hingga kebawah. Ia merentangkan kedua tangannya tak terlalu lebar, Vanka langsung memeluk Chika erat. Begitu pun Chika membalas pelukan Vanka.
Chika terus menerus mencium kening Vanka beberapa kali. "Anak mommy udah gedee.. terakhir liat masih kecil, umur 3 tahun. Nambah cantik ajaa"
"Mommy kemana aja? Vanka udah lama gak liat mommy. Vanka kangen banget sama mommy" Vanka tak sengaja meneteskan air matanya.
Chika melepaskan pelukannya, mengusap pipi Vanka yang basah. "6 tahun yang lalu, mommy pisah sama daddy. maaf ya, sayang. Mommy gak sempet ngeliat kamu, Alan dan Alen"
"Sekarang, kalian mau bareng lagii??" Chika mengangguk.
Sedangkan Vana, ia mengambil alat musik yaitu sebuah gitar yang terletak di sebelah kursi sofanya. "Dek, duet nyanyi yuk? Lagunya seperti biasaa.."
Vanka mengacungkan jempolnya, lalu duduk di sebelah Vana bagian kiri.
Dan Vana mulai memainkan gitarnya, dan menyanyikan lagunya."Remember me.."
"Though I have to say goodbye.."
"Remember me.."
"Don't let it make you cry.."
"For even if I'm far away I hold you in my heart.."
"I sing a secret song to you each night we are apart.."
"Remember me.."
"Though I have to travel far.."
"Remember me.."
"Each time you hear a sad guitar.."
"Know that I'm with you the only way that I can be.."
"Until you're in my arms again."
"Remember me.."
Music : Remember Me ( From the Coco movie)
Chika bertepuk tangan. "Gilaaa!! Keren banget suara dua anak mommy ini. Siapa yang ngajarin?" Chika tak menyangka, dua putrinya mahir di bidang menyanyi, suaranya pun sangat lembut.
"Kadang daddy yang ngajarin, mom. Pernah setiap malam, kita berdua nyanyi lalu yang jadi pemain gitar nya daddy, sambil duduk trus makan makanan ringan di pinggir kolam renang"
Ara pun tiba, ia membawa satu piring berisi kentang, nugget dan sossis. "Makanan udah datang. Daddy masakin lohh buat kalian" Ara meletakkan piring itu di meja yang berada di hadapannya.
"Habis ngapain kak Vana sama Vanka?" Tanya Ara seraya duduk di sofa berseberangan dengan kursi sofa Vana, Vanka dan Chika.
"Ini loh, Ra. Mereka nyanyi lagu Remember Me, lagunya enak banget ditambah lagi sama suara mereka yang lembut.. banget buat di dengar"
Ara terkekeh. "Ya iyalah bagus. Aku yang ngajarin nih 2 bocah"
"Daddy jadi coach pribadi kitaa.." Vana tertawa.
Mereka berempat pun menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang. Senyuman dan canda tawa terukir di wajah mereka.
Tbc
Suka gak nih chapter nyaa?
Jangan lupa vote yaa.. kalau komen juga boleh. Vote udah cukup bagi author wkwkwkkk

KAMU SEDANG MEMBACA
God, i love her 2 [ Completed ]
Hayran Kurgu"Aku mencintai mu, Chika!" CERITA FIKSI!! WARNING : GXG SCENE ⚠️ ADEGAN KEKERASAN⚠️ ⚠️ SEBELUM MEMBACA. DISARANKAN UNTUK MEMBACA S1 NYA TERLEBIH DAHULU