Haii para readersChapter kali ini part fiora dlu ygy.
Happy reading<3
Di suatu hari lebih tepatnya di sebuah taman indah dengan pepohonan yang lebat, suasana yang nyaman dan udara yang segar."Nihh.." Ara menyodorkan ice cream Cornetto varian oreo kearah Fiony yang sedang duduk di kursi. "Aku beli dua buat kamu" ucap Ara dengan tersenyum.
"Makasih, suami ku" Fiony sangat senang Ara membawa varian ice cream yang ia suka.
Ara duduk tepat disebelah, lalu mencium singkat kening Fiony. "Sama-sama, sayang.."
Lalu Ara membuka kemasan ice cream yang ia beli beberapa menit yang lalu. Dengan pelan Ara memakan ice cream itu. Begitu juga dengan Fiony.
"Enak, ya, cornetto varian oreo"
"Iyaa, emang enak banget. Makanya aku suka" balas Fiony menatap Ara.
Fiony memakan ice cream itu lalu menyenderkan kepalanya di pundak Ara. Tak tau mengapa, menghabiskan waktu berdua di taman, Fiony sangat bahagia. Tempat biasa menghabiskan waktu berdua dengan Ara hanya taman itu.
Bahkan, saat mereka masih yang namanya pdkt. Taman itulah kencan pertama mereka. Sampai umur pernikahan mereka menginjak 6 tahun, tetap tempat itu tempat mereka menghabiskan waktu berduaan.Seusai memakan ice cream, Ara melihat bekas ice cream yang masih menempel di bibir Fiony.
"Hmm.. sayang, bibir kamu berantakan tuhh bekaa ice cream" ujar Ara. Lalu ia mengusap jempolnya pada bibir Fiony, "kebiasaan kamu, kalau habis makan ice cream pasti gak bisa yang namanya bersih tuh bibir" ucapan Ara membuat Fiony terkekeh.
Fiony menatap sekeliling taman, ia menggoyang tubuh Ara. "Ara, jalan-jalan keliling taman yuk?"
"Ehh, boleh juga yaa. Yuk" Ara mengangguk. Lalu Ara menarik tangan Fiony untuk jalan keliling Taman indah itu.
Saat mereka berdua jalan di taman. Fiony melihat seorang ibu-ibu sedang menggendong anaknya yang masih berumur 7 bulan.
"Raa, dedek bayi yang digendong ibu-ibu disitu lucu banget yaa" Fiony menunjuk ke arah seorang ibu yang sedang menggendong bayi.
"Iyaa ihh, lucu kayak kamu" Ara mencubit pipi Fiony dengan gemas.
"Mana adaa!" Ketus Fiony.
Ara tertawa kecil, "mau samperin dedek bayinya?" Fiony mengangguk, ia bersemangat.
Merek berdua menghampiri ibu-ibu tersebut. Lalu Fiony bertanya kepada ibu tersebut.
"Ihh, lucunya. Umur bayi nya berapa, bu?"
Ibu itu tersenyum, "umurnya 7 bulan"
"Kalau boleh tau, nama dede bayinya siapa, bu?"
"Violyncia.." ujar ibu itu seraya mengelus tangan mungil bayi yang bernama Violyncia.
"Cantik namanya, bayinya juga cantik.. cewek yaa"
"Ibu udah punya anak?" Tanya ibu itu kepada Fiony.
"Iyaa, saya sudah memiliki anak. Tapi anak angkat"
"Ohh.."
"Kalian ada rencana nambah anak?"
Fiony mengedikkan bahunya. "Entahlah, kalau nambah anak itu biasanya pertanyaan dari suami sihh.."
"Iyaa, bu, saya sudah memiliki 4 anak. Tetapi saya belum ada kepikiran untuk nambah anak" sambung Ara.
Ibu itu sedikit terkejut. "Ihh, banyak kalii yaa anaknya. Banyak anak, banyak rejeki"
Ara dan Fiony lalu tertawa.
Mereka bertiga menghabiskan waktu untuk berbincang. Dengan perasaan yang senang, mampu membuat suasana menjadi nyaman.
.
Kini, hari sudah malam. Taman nampaknya susah sepi pengunjung, hanya tersisa suara angin.
Ara dan Fiony masih berada di taman, mereka duduk di kursi seraya menatap danau yang tak terlalu besar.
"Fiony.." Ara menatap Fiony penuh dengan rasa gugup.
"Iya, sayang?"
"Kamu gak pa-pa, kan? Kalau suatu hari nanti aku cerain kamu karna aku mau rujuk sama Chika?"
Fiony masih menatap tulus Ara dengan senyumannya. "Araa.. aku gak pa-pa, aku nikahin kamu karna aku gak mau ke empat anak kamu kehilangan yang namanya sosok ibu dan kasih sayang dari seorang ibu kandungnya" ujar Fiony, "aku sudah lama sadar. Aku hanyalah seorang ibu sambung, yang berarti aku harus bisa menyambungkan kasih sayang dari sosok ibu kandungnya yang sudah berpisah dengan anaknya"
"Niat aku nikahin kamu karna bukan harta kamu dan kekayaan kamu. Tetapi emang karna gak tega liat anak kamu yang udah pisah sama Chika, ra, dan juga emang dari hati, aku benar-benar tulus menyayangi anak kamu dan kamu juga, raa.."
Ara langsung memeluk Fiony erat, Fiony pun membalas pelukan itu, "jadi maaf ya, Fio, misalnya itu terjadi.."
"That's okay, kamu bisa rujuk sama Chika aku udah senengg.. banget. Itu yang Vana idamkan, raa.."
Tbc
Kalau ada typo mohon di koreksi ygy

KAMU SEDANG MEMBACA
God, i love her 2 [ Completed ]
Fanfiction"Aku mencintai mu, Chika!" CERITA FIKSI!! WARNING : GXG SCENE ⚠️ ADEGAN KEKERASAN⚠️ ⚠️ SEBELUM MEMBACA. DISARANKAN UNTUK MEMBACA S1 NYA TERLEBIH DAHULU