Tak terasa 3 bulan berlalu.
Liburnya sih hanya sekitar 2 minggu karena ini libur semester ganjil sehingga tidak terlalu panjang. Namun, Skyla baru bisa kembali ke kostnya dan mulai kuliah luring sekarang. Itupun hanya untuk praktikum, sisanya tetap dilaksanakan secara online lewat zoom.
Skyla baru selesai membersihkan kamar kost yang sudah ditinggalnya selama 3 bulan itu. Ia berencana mencari makan diluar sekaligus belanja untuk stok kulkasnya.
Ia membuka pintu dan berhadapan dengan kamar Gavin yang juga pintunya terbuka. Bohong kalau Skyla tidak merindukan pria itu sama sekali. Ia berniat untuk mengajak pria itu baikan saja. Tidak baik pikirnya bermusuhan dalam waktu selama ini. Kalaupun pria itu memang sudah punya kekasih dan tidak memiliki rasa padanya lagi, yasudah. Setidaknya Skyla sudah lega mendengar penuturan langsung dari Gavin dan tidak canggung lagi jika berpapasan.
Skyla mengintip sedikit tetapi ia hanya melihat satu orang yang pasti bukan Gavin. Seorang wanita dengan rambut panjang. Wanita itu memunggunginya sehingga Skyla tidak tahu siapa.
Apa Gavin sudah pindah kost?
Rasanya semakin berat saja hati Skyla jika itu benar.
Wanita itu berbalik membuat Skyla ingin melarikan diri. Namun ia justru terpaku, begitupun wanita itu. Skyla mengingatnya. Itu wanita yang ia lihat mencium Gavin. Skyla tersenyum kecut.
Jadi sekarang kamar kost ini ditinggali pacarnya?
Atau justru mereka tinggal bersama?
Tatapan Skyla turun pada perut wanita itu yang terlihat menonjol. Tubuhnya membeku.
Wanita itu pun terlihat resah dan seperti ingin berbicara kepada Skyla tapi ia ragu.
Akhirnya ia hanya membiarkan Skyla pergi dengan tangan menutupi wajahnya.
Skyla menangis.
Gavin brengsek! Dia menghamili seorang wanita! Perutnya sudah sebesar itu!
Skyla terisak berlari mengabaikan tatapan orang-orang.
Atau Skyla yang tidak tahu? Ternyata Gavin memang sudah menikah? Lalu pria beristri itu menggodanya dan hendak menjadikannya selingkuhan?
Skyla tak tahu yang mana yang benar tapi keduanya terdengar sangat jahat. Gavin jahat!
******
"Dua bulan lagi gue lahiran"
Fariz menoleh melihat Wendy yang mengucapkan hal tersebut. Kafe sedang lenggang, mungkin karena ini hari senin jadi mahasiswa sedang sibuk. Seperti halnya Gavin yang jarang terlihat karena pria itu harus praktek di bengkel.
"Takut?" Tanya Fariz pada Wendy tentang kelahiran anaknya nanti.
"Takut, khawatir, gugup, sedih, terharu, seneng, semua jadi satu"
"Gue bakal pergi setelah anak gue lahir, gausah khawatir" lanjutnya
"Mau tinggal dimana? Anak lo masih kecil jangan macem-macem. Mau lo kasih makan apa?" sarkas Fariz
"Trus gue tetep disini jadi benalu kalian? Orang-orang ngomongin gue cewek ga bener karena hamil gatau bapaknya siapa dan tinggal sama dua cowok yaitu lo dan Gavin"
"Kita gak tinggal bareng! That's why Gavin ngasih tempat kostnya buat lo dan dia tidur di kafe tanpa kasur dan alas tidur lainnya. Lagian sejak kapan lu peduli omongan orang?"
"Gue gak mau anak gue mengalami apa yang gue alami. Gue gak mau anak gue denger perkataan jahat orang"
"Lo keluar dari sini, gajelas berkeliaran diluar bikin dia lebih bahaya! Kita bahas ini lagi pas ada Gavin"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVERITY (Short Story)
Romansa✨✨ROMANCE✨✨ Cuma kumpulan short story, sometimes Oneshoot. Hope you like it Jangan lupa tinggalin jejak 👍 DILARANG PLAGIAT CERITA MILIK SAYA! CAPEK MIKIR DAN WAKTU! TOLONG HARGAI! TERIMAKASIH
