7. To Me (4)

1.5K 135 3
                                        

Selamat malam menjelang pagii👋

Apakabs teman temankyu

Pembaca gelap banyak bgt ya astoge :') temen bukan nichh

Lumayan itu rentang jumlah pembaca sama yang vote

Jadi yang belum vote, yuk luangin waktu satu detiknya untuk pencet bintang:))

Thanks

****

"p...permisi"

Brakk

Gavin melepas pagutan wanita itu.

"Ck! Ganggu aja tu anak" ujar wanita yang menciumnya tadi.

"Lo.. tau dari mana gue kost disini?"

Wanita itu tersenyum manis "mata-mata gue kan banyak"

"Kita udah berakhir. Stop ketemu gue. Lo cuma masa lalu yang berusaha gue lupakan" ujar Gavin tegas

Wanita itu menyeringai "kan gue pernah bilang, sampai kapan pun lo ga akan pernah bisa lupain gue. Cuma gue yang bisa nerima lo"

Gavin menggeleng. Tapi sudut hatinya ragu.

"You.. belong to me Gavin"

"Gue udah punya pacar, stop it Wendy. Please let me go"

Wendy wanita itu tertawa "pacar lo tau kelakuan bejat lo ga? Apa lo yakin pacar lo itu bisa terima?"

"Dia baik dia pasti bisa terima"

"Are you sure? Ngaca Vin! Lo terlalu buruk buat dia. Cewek tadi kan yang ganggu kita ciuman, huh selera lo kenapa jadi gitu. Gue bukan menghina cewek tadi, lo tau bener sifat gue. Gue ga ada masalah sama cewek baik-baik selama gak ganggu hidup gue. Gue cuma kasian sama dia dapet cowok sebejat lo. Sadar vin! Lo ga pantas berdiri disebelahnya. Tempat lo ada di tempat yang sama sama gue"

"Kasian? Kenapa lo tega ngejerumusin gue dulu? Hidup gue ancur sejak kenal lo Wen! Kenapa lo gak kasian sama gue waktu itu?! Hidup gue tersiksa karena masa lalu itu, gue juga tau gue gak pantas sama cewek sebaik dia, tapi bukan berarti lo bisa ngatur hidup gue. I want to change! Kalo lo masih punya rasa kasihan lo tinggalin gue!"

"Gue gak pernah maksa lo ikut dunia gue. It's because of yourself! Lo yang tiba-tiba datang dan ikut masuk dunia ini! Stop playing victim! Kita udah jatoh bareng, lo gak bisa ninggalin gue di lubang ini sendiri!"

Gavin menangis frustasi. Wajahnya memerah menahan emosi. Mereka masih diluar, untungnya suasana sepi sehingga tidak ada yang mendengar pertengkaran keduanya termasuk Skyla yang ada dikamarnya cukup jauh dari pagar.

"Ya.. lo bener. Harusnya gue ga nyalahin siapapun. Ini badan gue dan yang memutuskan melakukan semuanya adalah gue sendiri. Lo tau kita ga sejahat itu Wen.. kita ga se hancur itu.. justru kalau kita bertahan kita akan semakin hancur. Selama ini kita ga berusaha melihat keatas mencari cara untuk bisa kembali keatas. Let's change Wen"

Wendy menggeleng "gak! Kita udah terlalu jauh Vin. Bukan kita. Gue. Gue udah terlalu hancur vin" Wendy menangis histeris.

"Why? Apa yang terjadi sama lo selama ini"

Wendy memeluk Gavin "I am pregnant Vin, and I dont know who is the father"

Gavin terperangah "so thats why you are looking for me?"

"Help me" cicit Wendy

Gavin menghela nafas dan mengelus rambut panjang Wendy.

*******

Gavin kembali menghembuskan asap rokoknya. Ia memejamkan mata lelah. Saat membuka mata ia melihat Skyla yang sedang menatapnya juga.

"H.. hai Sky—"

LOVERITY (Short Story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang