2. Strange (3)

2.5K 209 3
                                        

"lama banget si astaga! Gw telpon lu sore malah dateng malem"

Sherly cengengesan "gw tadinya mau langsung kesini tapi sayang ah bimbelnya. Hari ini ada matpel penting"

Diana mendengus, salah tadi berspekulasi Sherly akan langsung mendatanginya setelah mendengar responnya saat Diana menelponnya sore tadi. Ternyata Diana tukang PHP.

"Kenapa-kenapa? Sini cerita sama orang cantik" tanya Sherly setelah duduk nyaman di hadapan Diana.

Wajah Diana makin mengkerut dalam. Ia menceritakan semua hal yang terjadi siang tadi. Kejadian di mall tak terlewat sedikitpun pada sepupunya ini.

"yaelah gue kira apaan. Ngapain juga lu nangis. Harusnya lu tuh savage gitu loh.

Yaudahlah yang kayak gitu gausah ditemenin"

Diana cemberut mendengar perkataan sepupunya itu setelah mendengar ceritanya.

"Elo si gak daftar ke sekolah gue.. kan gue gaada temen jadinya" cetus Diana.

Sherly menghela nafas berat. Dia kasihan juga sih, kakak sepupunya ini agak susah bergaul karena mukanya jutek.

Padahal Diana orangnya asik banget kalo udah deket dan bikin dia nyaman.

Diana tuh pengetahuannya luas banget, jadi kalo ngobrolin apa aja pasti nyambung. Soal game? Beuh dia semua game juga udah pernah dia jajal.

Film? Novel? Drakor? Diana tau semua deh. Jadi enak dimanfaatkan oleh Sherly. Kalo mau main game, nonton film, minjem buku, ya tinggal ke rumah Diana.

Tapi ya itu... Diana asiknya kalo di deketin duluan. Terus kalo ada anak yang gak dia suka karena pernah bikin dia marah, sedih, dll pasti di judesin sama dia ga pandang bulu.

"Lo emang gaada temen banget ya di kelas baru? Kesian kan gue"

Diana menampilkan muka sedihnya "yaudahlah taun depan gue lulus ini"

"Justru itu... Lu jadi gapunya kenangan bagus pas lulus nanti. Kalo gabisa cari temen. Cari pacar ajalah"

"Lu ngomong ga dipikir dulu kali ya.. temen aja gaada apalagi pacar!"

Sherly lagi-lagi menghela nafas. Dia udah kehabisan ide untuk disarankan kepada Diana.

"Makan belom? Makan dulu gih" ujarnya yang dijawab gelengan Diana.

"Beliin makan dong Sher.. gw gaada duit abis buat ongkos pulang tadi. Ga mood masak juga"

"Gw juga ga bawa duit banyak hari ini.. cuma cukup beli bensin. Motor gw udah sekarat ntar kaga bisa balik. Gw masakin aja deh ya"

Diana menggeleng kuat "ga sadar diri lo. Masakan lo bikin orang mati tau ga"

Sherly tertawa ngakak "kenapa ya gw gabisa masak. Padahal gw udah berguru sama mamah"

"Bentar gw cari duit di tas barangkali ada selipan" lanjut Sherly.

Diana pun melakukan hal yang sama, menggeledah tas dan isi rumahnya.

Benar saja, mereka jadi mengumpulkan uang recehan yang lumayan. Tapi sayangnya tidak terlalu banyak untuk bisa memesan makanan untuk dua orang.

"Bonyok lu kapan balik sih? Udah dua hari juga"

"Lusa baru balik. Nenek gw sakit parah banget katanya. Jadi belum bisa ditinggal dulu" jawab Diana.

Jadi Sherly ini sepupu dari keluarga papahnya sedangkan neneknya yang sakit merupakan ibu dari mamanya.

"Uang segini sih cuma bisa beli mie instan. Ayo deh ke supermarket aja liat-liat bisa beli apa"

Akhirnya keduanya pergi ke supermarket dekat komplek yang tak terlalu jauh untuk didatangi dengan berjalan kaki. Hari sudah gelap tentu saja mungkin sudah sekitar jam 7 atau 8 malam? Belum terlalu larut sih, jalanan juga masih sedikit ramai.

"Kan bener cuma dapet mie instan doang", ujar Sherly sambil melihat-lihat papan harga.

"Eh gue ada spaghetti deng dirumah. Beli bumbu-bumbunya aja" ucap Diana setelah mengingat-ingat ia hampir membuat spaghetti tadi siang.

"Oh yaudah bikin carbonara aja kuy, lagi pengen nih. Lo yang masak. Ada keju ga dirumah"

"Gaada kayaknya"

Akhirnya mereka membeli bahan-bahan untuk membuat carbonara. Setelah sampai di kasir ternyata uang mereka kurang gaess. Aduh malu-maluin.

"Eh em.. keju nya gajadi deh mbak. Ga butuh-butuh banget kan ya Di" ngeles Sherly yang dijawab anggukan malu Diana.

"Ambil aja gw bayarin belanjaan kalian"

Tiba-tiba sebuah suara dari belakang menginterupsi kegiatan transaksi mereka. Sontak Sherly dan Diana menoleh dan menatap pria dengan hoodie putihnya itu.

"Hallo lagi Diana. Maaf soal yang tadi siang. Gw minta maaf, gw traktir belanjaan lo deh"

Diana mendengus "lo siapa? Ga kenal gue. Ga semua masalah selesai sama uang. Ga butuh duit lo dan adik lo itu gue. Ayo Sher bayar belanjaan, kita pulang"

Sherly yang pintar itupun langsung menyambungkan kejadian siang tadi yang dialami sepupunya ini dengan obrolan mereka barusan. Ia langsung bisa menebak siapa pria ini. Alvin Marcus.

Tak pikir panjang ia menuruti perintah Diana untuk membayar belanjaan mereka minus keju yang sudah mbak kasir singkirkan.

"Di maaf dong. Sesama manusia harus saling memaafkan. Lu beli apaan aja gw bayarin deh. Gw tau bukan masalah duitnya tapi gw merasa bersalah. Ayo dong"

Sherly berpikir sebentar ia kemudian meninggalkan Diana di kasir.

"Woy Sher mau kemana?!"

Tapi Sherly tak menjawabnya, tak lama gadis itu kembali dengan tangan penuh.

"Ok mbak kejunya jadi ditambah ini. Yang bayar mas ini ya" ujar Sherly kepada penjaga kasir membuat Diana menatapnya tak percaya.

"Sher?! Apa-apaan"

Sherly membisikan sesuatu kepada Diana yang tak bisa didengar siapapun termasuk Alvin yang menatap keduanya heran.

"Udah kita manfaatkan aja untuk saat ini. Besok lu ganti deh di sekolah. Gue kelaparan dan pengen makan enak Di"

Diana terdiam tak menjawab yang membuat Alvin was-was.

"Mas bayarin ya. Kita balik, dahhh.."

---oo00oo---

Untung orang tuanya sudah mentransfer uang sakunya lagi sehingga Diana bisa bayar uang semalam kepada Alvin. Masalahnya dia cuma bisa ketemu Alvin sepulang sekolah. Dan saat pulang sekolah gadis menyebalkan bernama Bella sudah menempel pada pria itu yang membuatnya malas.

"Di ngapain?"

Suara itu mengejutkan Diana yang sedang mengintip Bella dan Alvin didepan sana.

Billy Marcus berada tepat dihadapannya saat ini.

"Bukan urusan lo. Udah gw bilang gausah sok kenal gue"

"Masih kesel lo? Kan gue bilang gue juga lupa"

"Jadi mau lo apa?"

"Dimaafin lah Di. Gaenak hidup dibenci orang, kepikiran gue"

Diana memutar matanya malas "lo tingkah aneh ke orang-orang juga bikin mereka benci. Yang namanya manusia gak mungkin gaada satu orangpun yang ga suka sama dia. Jadi anggap aja gue satu orang itu yang benci lo"

"Menyimpan benci juga ga baik loh.. dosa"

"Lo ngapain sih? Ceramah?!"

Billy kicep dibentak Diana yang sudah kelewat kesel.

Diana berpikir sebentar "yaudah gue maafin. Syaratnya kasih ini ke abang lo bilang bayar utang"

Diana langsung ngacir kemana tau yang bikin Billy bingung sambil menatap gulungan uang ditangannya.

"Diana ngutang sama Alvin?"


Tbc

Lama yah wkwkw lagi banyak proyek nulis pengen genre ini itu. Btw ada yang suka GOT7? Aku bikin FF soalnya di apk Noveltoon tapi kalau mau boleh dongs mampir disana judulnya Scary Relationship. Makasihhh

Jangan lupa vote dan komen yaa <3

LOVERITY (Short Story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang