6. Secret People (3)

1.9K 186 0
                                        

Sinar menerangi celah-celah gorden kamar yang didominasi warna monokrom itu. Kamar yang besar hanya untuk satu orang. Ada sebuah lemari besar berisi medali dan piala menghiasi kamar mewah tersebut.

Satu yang mencolok adalah piala besar dengan tulisan

1st winner International Olympiad Informatic

Orang yang ada didalam selimut tebal itu menggeliat dan bersiap bangun. Membereskan tempat tidurnya dan berlalu ke kamar mandi. Ia turun setelah mengenakan setelan kasualnya. Mengikat rambut panjangnya kuncir kuda.

"Good morning..." Sapanya nyaring.

"Morning honey, duduk dulu ayah sudah masak nasi goreng" ujar seorang pria paruh baya yang menyodorkan sepiring nasi goreng dengan irisan ayam dan telor dadar diatasnya.

"Delia mana?" Tanya wanita muda tadi

"Udah berangkat sekolah, udah jam 9 kan sekarang" balas sang ayah

"Hehe Nadine bangun kesiangan ya"

Wanita itu, Nadine duduk manis di meja makan dan mulai menyantap masakan ayahnya.

"Kamu mau ke kantor sekarang?"

Nadine mengangguk "iya, mau laporan. Sebentar paling tapi mau bantu-bantu kak Sarah dia lagi ngerjain tugas lebih rumit, tadi dia chat minta tolong"

Ayahnya mengangguk paham "Sarah yang pacaran sama Denis itu ya?"

Nadine terkikik "belom yah, Bang Denis mah cupu ga berani bilang suka jadi masih bertepuk sebelah tangan"

"Kalau senggang ajak makan bareng disini"

"Siap yah"

Nadine melanjutkan makannya.

"Nak, apa rumah ini ga terlalu besar untuk kita tinggalin cuma bertiga? Sayang aja, pasti bayar pajak rumah mahal, bayar listrik mahal"

Nadine menyuapkan sendok terakhirnya dan minum segelas air putih sampai tandas.

"Ayah gausah mikirin itu, ini impian Nadine bisa beli rumah mewah untuk kita tinggal. Yang penting Ayah sama Delia bisa happy.. kan Nadine kerja, beli rumah kek gini 10 biji juga masih kembali kok tenang"

Ayahnya tertawa "sombong banget nih anak ayah, semoga lancar terus ya kerjanya"

"Amiinn.. dah ayah Nadine berangkat sekarang, see ya"

Mereka berpamitan dan Nadine menaiki mobilnya menuju kantor polisi pusat. Kali ini gak pake Lamborghini lagi, cukup mobil hitam biasa dengan kaca gelap.

Nadine Atmaja. Ibunya meninggal setelah melahirkan adiknya yang bernama Delia yang saat ini adiknya itu masih kelas 10 SMA di SMA negeri biasa. Ia dan Delia terpaut 6 tahun. Usaha ayahnya biasa-biasa saja, hanya seorang guru honorer.

Untungnya ia mempunyai otak yang bisa diandalkan. Sejak kecil ia tertarik teka-teki. Beranjak SD ia menemukan yang namanya logika matematika dan ia menyukainya. Nadine kecil di bangku sekolah dasar sudah menyabet medali emas olimpiade Matematika tingkat Nasional. SMP ia mulai tertarik pada dunia teknologi informatika. Sayangnya ia tak mampu membeli komputer dan semacamnya, jadilah ia menghabiskan uang jajannya di warnet. Di warnet ia tidak bermain game atau yang lainnya tetapi sibuk mengotak-atik sistem komputer. Mencoba dan mengerti coding tiap perintah. Nadine menganggapnya hal yang seru.

Percobaan pertamanya adalah ia menjebol password laptop gurunya dan berhasil, kunci jawaban sudah ia kantongi. Namun masalahnya ada terdapat usai ia melakukan hal tersebut. Saat layar mati dan kembali nyala akan muncul error. Percuma sudah yang ia lakukan tadi, soal ujian diubah.

LOVERITY (Short Story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang