2. Strange (2)

2.7K 206 2
                                        

6 bulan baru dilanjut wkwkw maap gaes aku... *oke ini alasan

Langsung aja cuzz

Diana hampir lupa untuk memalingkan wajahnya. Untung aja, kalo enggak udah kayak orang bego dia ngeliatin Billy sampe segitunya.

Billy pun menggeser badannya saat Diana mulai duduk, memberikan akses lebih padanya. Mungkin kalau orang yang liat lebih ke menjauh dan gamau deket-deket.

Tapi Diana gak merasa illfeel atau apa. Seenggaknya Billy gak aneh-aneh.

Saat sudah menyender nyaman dikursinya, Diana bisa merasakan bahwa Billy masih terduduk kaku seraya matanya terpaku pada kursi yang Bella tempati didepannya.

Mencoba tak peduli Diana menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sesaat. Tak lama Alvin datang dikursi kemudinya.

"Okay lets go!" Setelah seruan Alvin mesin mobilnya pun menyala dan mulai jalan.

"Oh ya Bill kenalin tuh temen barunya Bella namanya-"

"Ga peduli. Gue naik taksi aja" ujar Billy seraya menatap mata Alvin lewat spion tengah.

"Turunin gue" ketus Billy yang dibalas gelengan mantap Alvin.

"No no no.. ayolah lu ga pernah hangout bareng abang lo ini. Anggap aja double date"

Mobil mendadak hening. Billy dan Diana saling lirik.

Sumpah awkward!

"Gajelas tai!" Kesal Billy kepada Alvin yang sudah cengar-cengir.

Diana juga kesal. Hello?? Masa iya Alvin mau jodoh-jodohin gue sama ade nya yang aneh ini. Menghembuskan nafas beratnya ia pun memilih fokus pada jalanan disampingnya.

-oo0oo-

Diana udah menduga sih bakalan kayak gini jadinya. Bella udah memonopoli Alvin dan diseret-seret kemana tau. Ditinggal deh Diana sama Billy berdua.

Diana dengan wajah asemnya langsung putar balik kearah pintu keluar mall.

Mending balik!

Baru selangkah Diana udah balik lagi ketempat semula. Karena siapa lagi? Ya Billy si makhluk astral. Ga elit banget lagi.. main tarik tas belakangnya.

"Pinjemin duit. Gue gaada cash"

Diana memutar matanya malas. Ia pun membuka dompetnya dan memberikan sejumlah uang.

"Yaelah kurang segini, rumah gue jauh"

"Ya ampun segini tuh udah banyak emang lu PP tiap hari ke luar kota?!"

"Ga pernah naik taxi ya lo? Segini mah abis macetnya jakarta doang"

"Oh taxi.

ANJIR LU NAIK BUS LAH! MASIH MENDING GUE PINJEMIN! SONGONG AM-"

Billy langsung membungkam mulut Diana.

"Bego ish! Lu kira ini hutan habitat lu bisa teriak-teriak. Diliatin noh! Ah si bege!"

Setelah berusaha melepas tangan Billy dari mulutnya dan berhasil, Diana kembali histeris dan pergi ke toilet.

Mau tak mau Billy mengikutinya

'Huwee!! Tangan Billy kan menjijiqan! Ga suci lagi mulut gue! Udah ga perawan! Bukannya diperawanin ama cipokan malah sama tangan jahanam!'

00000

Dan disinilah mereka -Billy dan Diana- duduk. Di cafe dekat bioskop, jadi biar Alvin dan Bella keluar mereka bisa langsung menodongnya untuk diantar pulang.

LOVERITY (Short Story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang