"sus? Apa dokter Alexa gak kesini lagi?"
Suster itu menatap pria dihadapannya.
"tidak ada yang perlu dilakukan dokter Alexa, tuan. Bahkan anda bisa pulang sore ini" ucap suster itu.
Karen mendengus sebal "kamu mengusirku? Suster macam apa kamu ini? Aku masih sakit! Sakit! Bukan kamu yang merasakannya jadi diam saja!" ketus Karen
Suster itu kelabakan dan buru-buru membungkuk sambil mengucapkan maaf.
🌹🌹🌹
Alexa.
Gue gak tau nama lengkapnya.
Ketemu juga baru sekali.
Tapi entahlah..
Gue merasa ingin melindunginya. Dari pria brengsek, Hans contohnya.
Hanya sebatas rasa kasihan? Bukan hanya kasihan kepada Alexa. Tapi juga kepada Flona. Walaupun Flona agak gesrek tapi dia juga sahabat gue, dan tunangan Hans.
Kalau dibilang cantik, ya Alexa cantik. Banget malah. Namun bukan berarti paling cantik. Bukannya sombong atau apa.. Tapi mantan gue banyak yang lebih cantik dari dia.
Alexa itu.. Apa ya? Manis?
"Pak Karen? Tadi saya dengar anda mencari saya dan perut anda kembali sakit. Benar?"
Gue berhenti berpikir. Wah panjang umur nih cewek. Baru juga gue pikirin.
"ah iya sakit.. Tapi sekarang udah gak napa-napa deh" ujar gue bohong
"bohong ya? Tau gak sih saya lagi sibuk berat Pak? Yaudah deh.. Seenggaknya saya bisa istirahat disini. Minjem sofa bentar ya Pak. Makasih" ia langsung meloyor kearah sofa dan duduk diatasnya dengan nyaman.
"Jangan sibuk berat, biar saya saja" ucapku meniru kata-kata legend jaman now.
Ia menoleh "apasih? Bapak mau sibuk berat? Mau kayak kata kak Hans? Busung lapar?"
Gue mendengus. Wah cocok nih orang sama Hans. Cocok. Cocok nyebelinnya.
"kalo busung lapar.. Sixpack saya gak ilang kan?"
Dan lewat topik busung lapar pun kami semakin dekat. Entah berapa jam kami mengobrol.
Nyaman.
Rasa yang selama ini gue cari-cari.
Gue pun tersenyum.
"yeah.. I get you"
💕💕💕
Sekarang sejak kenal Alexa, Karen jadi alay minta ampun. Bukan jadi anak tiktok loh ya.
Tapi alay nya itu..
Ya kayak sekarang ini.. Jarinya ketusuk jarum jahit dan dia dateng ke rumah sakit dengan request ditangani oleh Alexa.
"Saya pasti kena infeksi ini Alexa! Kalau besok jari saya diamputasi emang kamu mau tanggungjawab? Saya gak mau tau, saya minta di gips" ucap Karen.
Suster yang ada disampingnya hanya menggeleng kecil. Gimana kalau Karen kena sembelit? Nanti dia minta di ronxen lagi.
"Karen sumpah! Kalo sakit ke klinik gue aja deh.. Buka tiap sabtu-minggu, alamatnya gue sms in. Lo gak tau banyak pasien lebih parah dari elo di luar sana? Pergi-pergi!!" judes Alexa
Karen tersenyum lebar dan segera pergi dari sana sebelum Alexa kembali mengamuk.
Karen tak menyangkal bahwa dirinya tengah melakukan hal aneh dan bodoh. Rasanya mengganggu Alexa sehari sekali merupakan kewajibannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVERITY (Short Story)
Romance✨✨ROMANCE✨✨ Cuma kumpulan short story, sometimes Oneshoot. Hope you like it Jangan lupa tinggalin jejak 👍 DILARANG PLAGIAT CERITA MILIK SAYA! CAPEK MIKIR DAN WAKTU! TOLONG HARGAI! TERIMAKASIH
