Sepi banget ya.. lebih-lebih dari dulu masih on going..
Liat aja yang ngevote cuma berapa padahal yang baca >100 udah jarang dapet notif gelo si, tapi yaudah langsung aja deh tamatin di part ini.
.
.
.
.
.
Reza memeluk Gadis yang tengah menyesap kopi hitamnya pagi itu. Berbanding terbalik kedua ekspresi insan tersebut. Reza dengan senyum yang tak pernah lepas dan Gadis yang tampak serius berfikir.
"Kamu masih marah Gadis yang udah ga 'gadis' hehe? Masih sakit?"
Wajah Gadis sontak memerah "apasih.. udah sana ah" ujarnya melepaskan diri dari Reza.
Gadis pergi meninggalkan kamarnya dan Reza menuju lantai 1.
"Ini kamu semua yang bikin?" Tanya ibu mertua Gadis. Ya, usai acara pernikahan Gadis diboyong Reza menuju rumah orangtuanya sementara sampai rumah yang tengah ia siapkan itu selesai dibangun, kemungkinan 2 minggu lagi. Usai bangun subuh tadi, Gadis langsung memasak sarapan.
"Iya mi, tadi habis subuh bingung mau ngapain akhirnya masak aja deh. Maaf ya kalau rasanya kurang"
"Kok bingung mau ngapain, pengantin baru ya mesra-mesraan aja dong di kamar, tapi yowes mami juga seneng kamu bikinin sarapan jadi mami bisa santai dulu hari ini. Soal rasa, itu papi udah nambah dua kali loh"
"Wah ini sih mantep Gadis! Ga nyangka loh kamu selain jago bikin obat, jago masak juga"
Gadis melihat ayah mertuanya itu makan dengan lahap masakannya membuat hatinya lega.
"Syukurlah kalau papi sama mami suka, Vania sama Darka kemana ya"
"Oh mereka ke car free day di depan sana, Darka minta beli jajanan"
Gadis mengangguk paham "oh ada CFD ya di sekitar sini, terakhir Gadis main di CFD jaman kuliah hehe"
"Wah ajak suami mu dong kalau begitu, sana gih jalan-jalan sekalian pacaran"
Gadis jadi malu "ah kayaknya aku dirumah aja deh, masih pegel kemarin berdiri terus, mami. Ini aku mau bawain sarapan mas Reza dulu mi"
Kedua mertuanya itu mempersilahkan Gadis. Saat Gadis keatas Reza baru selesai mandi. Segar sekali Gadis melihatnya, aroma mint menguar dan membuat Gadis diam-diam mengendusnya. Gadis menyodorkan sepiring nasi beserta lauk pauknya pada Reza yang disambut baik.
"Makasih sayang" ujarnya sambil menampilkan senyum yang sepertinya tak pernah pudar itu.
"Habis ini kita jalan yuk, ke CFD depan, banyak jajanan loh"
Gadis hendak menolak namun tak tega melihat tatapan penuh harap suaminya itu.
"Boleh" putus Gadis akhirnya.
Gadis tak menyangka suasana CFD ramai sekali. Gadis pun tak dapat mengelak saat Reza menautkan jari-jari mereka. Gadis yang awalnya cuek akhirnya sedikit demi sedikit mulai bersemangat dan sumringah membuat Reza yang diam-diam memperhatikan Gadis pun senang. Reza sempat khawatir, istrinya itu masih tak menyukainya. Mulai dari sebelum, saat dan sesudah pernikahan wanita itu tampak biasa saja. Sebagian mempelai wanita pasti sangat excited tapi tidak dengan istrinya. Reza juga sadar keduanya tak pernah melontarkan kata cinta. Jujur saja, Reza takut ditolak. Reza takut jawaban istrinya akan berpengaruh pada pernikahan mereka. Dirinya dan Gadis sudah mulai terbuka. Biarlah waktu yang menjawab pikirnya.
.
.
.
.
.
.
Singkat cerita umur pernikahan mereka sudah 1 tahun, banyak orang menyayangkan Gadis belum isi maksudnya hamil. Untungnya keluarga Reza tak terlalu menuntut, mereka paham karena keduanya dijodohkan mungkin butuh pendekatan setelah menikah lebih panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVERITY (Short Story)
Romance✨✨ROMANCE✨✨ Cuma kumpulan short story, sometimes Oneshoot. Hope you like it Jangan lupa tinggalin jejak 👍 DILARANG PLAGIAT CERITA MILIK SAYA! CAPEK MIKIR DAN WAKTU! TOLONG HARGAI! TERIMAKASIH
