Haloo apakabs gaiss
yuk absen yang setia masukin cerita ini ke library nya angkat tangann 🖕🖕🖕 *canda sayang
Ini episode lagi kangen bikin cerita ya diriku
Aku abis nanges gara2 penelitian ku gak kelar2
Ini ada beberapa bonus cerita buat kamu yang masih simpen cerita ini atau rewatch (film kali ah) re-read dong ya, itulah..
Here we go..
((Jangan lupa like, comment dan follow authornya ya ups))
.
.
.
.
.
.
.
"Hoammm"
Wanita itu setengah bangun berjalan gontai menuju toilet untuk mengambil wudhu dan menjalankan ibadah solat subuhnya.
Pukul 06.00 ia sudah mengendarai mobil kecilnya dengan penampilan rapih menuju tempat kerjanya yang berbeda kota itu.
Tibalah ia di ibukota, tentu saja ia pilih lokasi kerja dengan bayaran yang lebih besar, walau jika dihitung-hitung tak jauh beda mengingat jam tidur dan bensin yang ia keluarkan tiap hari. Ia tak tega untuk ngekost karena selama masa studinya sudah ia habiskan di tempat kost meninggalkan orang tuanya, terlebih ia anak tunggal. Beberapa kali ia berpikir untuk resign dan bekerja di dekat rumah saja tapi untuk memikirkan lebih lanjut plan karirnya itu ia tidak ada waktu.
"Pagi mbak.." wanita itu menyapa HRD di meja depan lobby perusahaannya itu dengan senyum dan riang.
Ia menaiki lift bersama Pak Bayu dan staff nya yang akan menuju lantai 3 sedangkan ia menuju lantai 6.
"Pagi mbak Gadis.." sapa orang-orang di dalam lift kepadanya
"Selamat pagii" balas wanita itu juga tak kalah semangat
"Mbak, untuk bahan yang mbak minta bulan lalu sudah ada di gudang ya mbak, tadi saya sudah cek kualitasnya" ujar Pak Bayu sambil menunggu lift naik.
Gadis tersenyum sumringah "wah oke pak nanti langsung di bawa ke lab saja yah biar bisa langsung diteliti"
Pak Bayu selaku QA yang sudah bekerja lama di industri farmasi pun mengerti.
Usai Pak Bayu dan yang lainnya keluar di lantai 3, Gadis pun keluar lift saat dirinya sudah berada di lantai 6. Mengenakan jas lab ber-nametag Gadis Azkia ia pun memulai pekerjaannya sebagai RnD suatu perusahaan obat ternama.
Gadis senang dengan pekerjaannya, namun bohong namanya jika ia tak lelah. Berangkat pagi pulang malam sudah biasa, seperti saat ini pukul 21.00 dirinya baru selesai kerja. Ia harus mengamati para bakteri di inkubator titipan temannya yang tengah cuti menikah.
"Duluan yah teh"
Gadis tersenyum dan melambaikan tangan pada rekan kerjanya yang dijemput oleh calon suaminya. Rekan kerja yang bernama Novi itu dulunya adik tingkatnya saat masa kuliah hingga Gadis cukup akrab dengannya dan terkadang mengobrol dengannya menggunakan bahasa sunda seperti masa-masa kuliah dulu. Gadis mencari letak mobilnya tempat ia parkir pagi tadi.
"Ahh ga asik semua anak RnD udah pada taken.. kok bisa ya orang kerja pagi pulang malem punya pacar, pada checkout pacar dimana si" gerutunya.
Pulang-pulang ia disambut kedua orangtuanya yang sedang bercengkrama di teras rumah menikmati angin malam yang sejuk.
"Kok belum pada masuk" tanya Gadis usai keluar dari mobilnya.
"Nungguin kamu, ini baru mau masuk"
Gadis menyipitkan matanya. Tidak biasanya pikirnya. Ibunya itu punya gangguan tidur. Sudah mengantuk dan terkadang ketiduran jam 7 malam namun bangun jam 11 atau 12 malam dan tidak bisa tidur lagi hingga subuh sehingga butuh tidur siang.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVERITY (Short Story)
Romansa✨✨ROMANCE✨✨ Cuma kumpulan short story, sometimes Oneshoot. Hope you like it Jangan lupa tinggalin jejak 👍 DILARANG PLAGIAT CERITA MILIK SAYA! CAPEK MIKIR DAN WAKTU! TOLONG HARGAI! TERIMAKASIH
