Chapter 24| Ego

3.1K 155 7
                                        

Rain keluar dari kamar dengan tubuh yang sudah segar dengan butir-butir air yang masih menetes dari helaian-helaian rambutnya, ia mengenakan kaos putih dan celana selutut hitam. Saat membuka pintu Rain terpaku dengan Erika yang sudah berada di rumah itu dan sekarang sedang membawa nampan berisi sarapan dan obat-obatan untuk Ardan.

Erika berhenti di pertengahan tangga dan terdiam saat melihat Rain baru keluar dari kamar dan tidak lama di susul Nara dari belakangnya yang baru saja keluar dari balik pintu kamar itu. Nara sangat cantik dengan dress dengan panjang setengah betis juga rambut coklatnya yang dikepang di samping.

Erika merasa dadanya sangat sesak sekarang melihat Rain dan Nara keluar dari kamar yang sama, itu artinya mereka tidur bersama? Pikirnya. Erika sibuk dengan pikirannya dan terus menatap Rain yang juga sedang menatapnya. Sapaan dari Nara menyentak lamunannya.

"Selamat pagi, Erika" Sapa Nara dengan senyum hangatnya.

"Eh um, pagi Nara" Balas Erika dengan senyum juga.

"Aku pikir kamu belum datang, pagi sekali?" Nara menuruni tangga menghampiri Erika.

"Aku tidak ingin tuan Ardan telat makan dan minum obat karena aku terlambat datang" Jawab Erika.

Nara tersenyum mengusap lengan Erika "Terimakasih Erika kau sangat baik, tapi kau tidak perlu datang sepagi ini, apalagi aku dengar ibumu juga sedang sakit, kau bisa datang setelah merawat ibumu, untuk sarapan dan jadwal minum obat pagi ayahku biar pelayan yang melakukannya" Ucap Nara lembut.

Untuk kesekian kalinya Rain kagum pada Nara, kata-katanya barusan pada Erika terdengar sederhana namun apakah Nara tidak sadar bahwa dia begitu perhatian, ramah, dan rendah hati. Ternyata di balik sikapnya yang manja dan kekanak-kanakan tapi memiliki pemikiran yang sangat dewasa. Kenapa Rain baru menyadarinya sekarang, bahwa Nara adalah gadis yang baik dan lembut. Tanpa sadar Rain menipiskan bibirnya membentuk senyum.

Tatapan kagum Rain pada Nara tak lepas dari pandangan Erika yang sudah sangat geram dan kesal, bisa-bisanya Rain kembali menunjukkan sikap kagumnya pada Nara di depannya.

Erika kembali beralih pada Nara "Kau baik sekali Nara" Jawab Erika setelah sedikit tidak tulus.

Nara tersenyum "Kalau begitu biar aku saja yang mengantar sarapan dan obat untuk papah, mumpung aku lagi disini" Nara mengambil alih nampan di tangan Erika.

"Aku minta maaf" Ucap Erika tidak enak karena itu adalah tugasnya.

"Tidak papa, aku yang ingin, kamu tunjukkan saja obat yang mana yang harus kuberikan, karena aku tidak tahu"

Erika mendekat pada Nara memberi petunjuk tentang aturan-aturan pemakaian obat Ardan yang di anggukki Nara serius mendengar petunjuk Erika.

Setelah selesai Nara kembali menaiki tangga dan berhenti di samping Rain.

"Rain, kamu sarapan duluan ya aku ingin menemui papah dulu" Nara mengelus bahu Rain, kembali berpura-pura mereka baik-baik saja di depan orang.

"Aku akan menunggu" Jawab Rain.

"Baiklah, aku tidak akan lama" Sahut Nara seraya berlalu menuju kamar ayahnya.

Setelah Nara berlalu, pandangan Erika beralih pada Rain, "Aku ingin bicara" Ucapnya dingin seraya menuruni tangga. Rain menghentikan napas lalu tak urung mengikutinya.

🍁🍁🍁

"Papah" Nara menghampiri ayahnya dengan wajah berseri.

"Nak?"

"Pagi ini biar aku yang merawat papah" Nara duduk di pinggiran ranjang Ardan dan mulai menyuapi bubur pada Ardan.

AFFAIR (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang