Chapter 13 | Manipulasi Nara

3.7K 163 2
                                        

Hari ini weekend orang-orang yang bekerja akan libur untuk hari itu, tapi tidak dengan Ilham Rain Brawijaya. Meskipun weekend dia tetap menggenggam I-pad nya mengerjakan pekerjaan dari rumah juga membuka beberapa e-mail yang masuk tentang pekerjaan juga.

Lalu bagaimana dengan Nara, gadis itu tengah sibuk dengan masker wajahnya juga skincare-an yang gak ada selesainya itu.

Sebuah suara deru mobil mendengung di telinga Rain yang memilih duduk di ruang tamu karena di situ dapat merasakan sepoi angin dari pintu utama yang sengaja di buka.

Tidak lama suara bel ikut masuk ke gendang telinganya. Rain beranjak keluar sekedar melihat siapa yang datang pagi-pagi begini.

"Papah?" Ucapannya kala seseorang yang menekan bel itu ternyata seorang asisten pribadi dan ayah mertuanya yang berdiri di samping asistennya dengan menampilkan senyum ramahnya.

"Ayo masuk pah" Sambut Rain. "Silahkan duduk dulu" Sambungnya setelah sampai di sofa.

"Lho terus kamu mau kemana nak?" Tanya Ardan.

"Mau ambil minum buat papah sama Dani" Dani adalah asisten Ardan.

"Jangan, seharusnya istri kamu yang melakukan itu, dimana dia sekarang?"

"Ada di kamarnya, aku akan panggil Nara setelah mengambil minum" Ucap Rain lalu beranjak ke dapur, mengambil dua cangkir teh, lalu setelah menyuguhkannya dia memanggil Nara ke kamarnya.

"Nara, open the door" Panggilnya seraya mengetuk pintu.

Cklek

"Mau apa hah? Ganggu aja" Decaknya yang irit membuka mulut karena takut maskernya retak.

"Cuci muka dulu gih, nanti retak" Menunjuk masker Nara dengan dagunya.

"Iya bentar lagi, emang mau apa sih? Kangen?" Tanyanya.

Rain mencondongkan wajahnya membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan Nara "Kalau iya?" Rain tersenyum tipis yang berhasil membuat Nara sulit bernafas karena nervous.

"Ada papah di bawah, cepat temui gih" Sambung Rain setelah menegakkan kembali tubuhnya.

"Papah?" Nara tanpa sadar tersenyum lebar membuat masker itu ikut retak.

Rain mengangguk "Oke kalo gitu bilang ke papah, 5 menit lagi aku turun" Ucapnya seraya masuk kembali ke kamar mandi. Rain sedikit terkekeh melihatnya.

Benar saja kira-kira lima menit, Nara turun dengan wajah yang sudah bersih dan terlihat masih lembab.

"Papah" Teriaknya berlari seperti anak kecil lalu memeluk ayahnya itu.

"Abis ngapain aja kamu Ra?" Tanya Ardan.

"Maskeran"

Ardan geleng-geleng lalu beralih menatap Rain "Nara masih manja Rain?" Tanyanya.

Baru saja mulut Rain terbuka untuk menjawab pertanyaan Ardan tapi Nara langsung menyambarnya cepat.

"Oh ya enggak dong pah haha, papah lihat saja sekeliling rumah ini, bersih kan? Ini tuh Nara yang ngerjain" Ucapnya menyombongkan.

"Papah tahu gak, anak papah ini itu caaaapek banget tiap hari harus sapu sama pel dua lantai, nyuci baju aku sama baju Rain, nyetrika, sapu halaman, cuci piring sampai tangan aku tergores beling karena piringnya jatuh, masak pagi siang sore, pokonya hampir 24 jam aku tuh kerja terus pah" Adunya yang jelas-jelas bohong, karena ya yang mengerjakan itu semua adalah Rain bahkan Rain hingga menjadwal waktu beres-beres rumahnya agar tidak ganggu pekerjaan kantor.

AFFAIR (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang