Dokyeom dan Joshua berbaring di tempat tidur mereka masing-masing sambil tersenyum dan tertawa sendiri. Banyak sekali hal yang mereka lakukan di minimarket tadi.
Mulai dari pengakuan Wonwoo pada Mingyu, Jeonghan yang memiliki ketertarikan pada Seungcheol, dan polosnya Joshua karena tidak banyak mengetahui soal hal-hal berbau dewasa.
Dokyeom kemudian beranjak dari ranjangnya dan melangkahkan kakinya mendekati ranjang Joshua. Dokyeom pun mendudukkan dirinya di samping Joshua sambil tersenyum.
Kehadiran Joshua dalam hidupnya membuat Dokyeom bangkit menjadi seseorang yang berkepribadian hangat seperti dulu.
Jika dipikir-pikir lagi, betapa egoisnya jika Dokyeom masih mengharapkan Jieun yang pasti tidak akan bisa kembali, padahal ada sesuatu yang nyata ada di hadapannya sekarang.
"Kau ini benar-benar omega yang polos, ya. Tapi di waktu tertentu, kau bisa menjadi galak. Apalagi saat bertemu dengan Jihyun." kata Dokyeom.
"Aku gak ingin dia menganggu kita lagi. Apakah semua omega yang dekat denganmu akan diganggu oleh Jihyun juga?" kata Joshua.
"Selama di sekolah ini, belum ada satu pun omega yang mendekatiku selain dirimu. Itu karena orang tuaku gak mengenal mereka."
"Sepertinya Jihyun akan melakukan apapun untuk menjauhkan kita. Apakah masa lalumu benar-benar menyuruh dia untuk menjagamu seperti itu? Aku tahu ini menyinggung perasaannya, tapi ini berlebihan."
"Aku tahu apa maksudmu, Joshua. Jika Jihyun melakukan sesuatu padamu, cobalah untuk lampiaskan amarahmu sebisa mungkin. Cobalah untuk membalas pukulannya dengan menamparnya atau menjambak rambutnya jika dia melukaimu diam-diam. Jika kau diam saja seperti saat pertama kali dia melukaimu, dia gak akan diam saja sampai disitu. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu."
"Jika kau menjadi aku, apa yang akan kau lakukan selain memenggal kepalanya?"
"Jika dia sudah berada di tingkatan yang sudah membuat emosimu memuncak dan gak bisa diabaikan lagi, aku akan memukulnya di hadapan siswa lain di koridor kelas. Kemudian aku akan menghantam wajahnya ke tembok dan menamparnya sampai wajahnya berdarah."
"Apakah masa lalumu gak akan marah jika kita melukai sahabatnya?"
"Sahabat? Cih... Akulah sahabat yang sebenarnya. Dia itu hanya melebih-lebihkan saja, dia hanya sebatas berteman saja dengan masa laluku."
"Dia memang suka bersikap berlebihan dari kecil, ya..."
"Jika aku menyuruhmu mengganti sebutan masa laluku dengan namanya, apakah kau gak keberatan? Kau gak akan mencari tahu lebih dalam soal dia sebelum aku membolehkanmu, kan?"
"Tentu saja, aku gak keberatan. Aku akan mencoba untuk meninggalkan kebiasaan keingintahuanku."
"Baguslah kalau begitu. Jika situasinya sudah membaik, aku akan cepat-cepat menandaimu. Tak apa, kan?"
"Aku akan tetap setia menunggu momen itu."
Mereka berdua pun tersenyum sambil terkekeh satu sama lain. Joshua yang seketika tertegun saat Dokyeom tiba-tiba menatapnya dengan intens langsung menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kenapa kau melihatku seperti itu? Apakah ada yang aneh denganku?" tanya Joshua.
"Enggak." jawab Dokyeom dengan pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN : Code One | SeokSoo ✓
Werewolf"Dia bukan siapa-siapa, dia hanya pujaan hatiku." • Code 1 : Alpha • ⚠️WARNING!⚠️ - BxB - Mature Content - 🔞🔞 Main Cast : - Lee Dokyeom - Joshua Hong Additional Cast : - Kim Mingyu - Jeon Wonwoo - Yoon Jeonghan - Choi Seungcheol - Lee Jihoon - Kw...
