Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langkah yang shani ambil adalah langkah yang paling membahayakan dirinya sendiri. Tapi tidak ada pilihan lain selain berpura-pura hilang ingatan agar abimanyu bisa menghargai dirinya sebagai seorang wanita dan seorang ibuk..
Perlahan rencananya berjalan lancar tapi akhir-akhir ini shani melihat abimanyu mulai kembali seperti dulu, arogan dan egois. Shani selalu berpura-pura sakit untuk menahan semua itu jika seperti itu semua rencananya bisa gagal..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di keheningan malam.. Di hari sabtu shani pulang memang sangat larut karna mobil yang ditumpangi mengalami mogok. Saat itu hp shani sulit di hubungi oleh abimanyu sehingga ketika pulang dengan seorang pria yang dikenal sebagai tunangan shani membuat abimanyu marah tampa dia tau alasan mereka pulang bersama..
Shani yang baru sampai depan pintu langsung di seret abimanyu hingga ruang tengah, sampai di ruang tengah shani di dorong hingga dia terduduk di sofa..
"Saya sudah ingatkan kamu untuk tidak berhubungan dengan pria itu! Apakah kamu tuli shani naira? "Penekanan suara abimanyu memperlihatkan bahwa dia sedang marah
"Om tadi itu! "Perkataan shani terhentik tidak kala melihat abimanyu menarik sabuknya
"Kamu harus di hukum"abimanyu melilit kan sebagian sabuknya di tangannya
Shani ketakutan melihat itu, dia terus mundur menjauhi abimanyu "jangan om.. "
Abimanyu mengayunkan sabuknya kearah guci hingga pecah, shani sudah sangat ketakutan "jangan om.. "
"Aku tidak peduli kamu sakit atau hilang ingatan.. TAPI YANG HARUS KAMU KETAHUI DAN KAMU INGAT SEKARANG ADALAH.. AKU INI SUAMIMU SHANI NAIRA! "bagai di samabar petir shani mamatung seketika
Abimanyu mendekati shani dan memegang kuat tangan shani "aku bukan om mu tapi suamimu.. Kamu sudah menikah dan kita sudah memiliki anak"
Abimanyu melepaskan pelukannya dan melihat posisi dia masih di pintu depan bukan di sofa.. Abimanyu mengusap wajah nya, jadi semua tadi itu hanya bayangannya..