Episode Terakhir

8.8K 488 22
                                        

Kebahagiaan bagaikan benang tipis yang mudah putus ketika tidak mampu mempertahankannya. 9 bulan berlalu begitu cepat, waktu terus berputar dengan cepat, kehidupan pun terus berjalan sampai ketitik dimana waktu akan berhenti untuk menghentikan segala langkah kehidupan..

"Daddy dimana sih, kenapa lama banget? "Azizi nampak cemas

"Suami pasien"seorang suster keluar dari ruangan serba putih

Hari ini tempat di hari lahir shani, shani kembali akan melahirkan anak ke duanya. Sejak pagi azizi selalu menjaga shani tapi kemana abimanyu? Abimanyu sedang melakukan perjalan kerja diluar kota beberapa hari, azizi juga sudah menghubungi daddynya dan abimanyu pun sudah kembali ke Jakarta sejak dihubungi azizi tadi pagi.

Namun hingga detik ini, azizi tidak mendapatkan kabar apa pun dari abimanyu. Bahkan kini azizi sulit menghubungi daddynya itu.

"Suami pasien"suster terus memanggil abimanyu

Sebagai ayah danu mendekati suster "maaf sus.. Suaminya sedang diperjalanan.. Apa ada yang perlu dibicarakan, biar saya saja.. Saya ayahnya"

Hubungan abimanyu dengan danu mulai membaik 6 bulan belakangan, danu juga tidak mau terus menerus bermasalah dengan menantunya itu sehingga dia turunkan ego dan mulai menerima abimanyu sebagai menantunya..

"Bagini pak.. Pasien siap melahirkan, barangkali suaminya mau mendampingi.. Boleh saja atau keluarga silahkan "

Risa ingin maju namun melihat azizi yang begitu cemas"zee! "

"Iya oma"

"Kamu maukan temani mami kamu didalam"

"Zee oma"

Risa mengangguk"iya sayang.. Ayok masuk"

Bimantara mengusap-usap punggung azizi "ayok zee.. Gak apa-apa "

Azizi pun bersama suster masuk kedalam ruangan bersalin. Semua orang dari orang tua, mertua, anak hingga calon menantu shani pun menunggunya tapi hingga saat inu tanda-tanda abimanyu datang tidak terlihat sedikit pun..

Didalam ruangan serba putih, azizi melihat shani yang sedang mengatur nafasnya..

"Mami! "

"Zee sayang.. Huuuh sini sayang "shani mengulurkan tangannya

Azizi menggenggam tangan shani dengan gemetar tapi shani justru menyetukan kedua tangannya dan menenangkannya "tenang nak.. Mami tidak apa-apa "

Shani juga mengusap air mata azizi "don't cry.. "

"Mami harus kuat.. "Azizi memeluk shani begitu eratnya

"Iya sayang.. Huuhh.. "

Azizi tidak pernah menyangka bahwa dia akan menyaksikan bagaimana seorang ibu berjuang untuk melahirkan anaknya. Di usia muda nya, bukanlah trauma melihat proses melahirkan yang luar biasa melainkan azizi berpikir bahwa seorang ibu rela menaruhkan nyawanya demi melahirkan anaknya..

"Ayok bu dorong.. Ayok bu.. "

"Aghhhhh..."tangan shani menggenggam erat tangan azizi

"Mami harus kuat"hal itu yang terus azizi ucapkan ditelinga maminya

Beberapa menit kemudian tangis bayi terdengar kencang memenuhi ruangan, azizi menangis haru melihat adik laki-lakinya..

Shani juga menangis ketika bayi itu di dekapannya dan tangannya masih memegang tangan si sulung yang tidak pernah dia lepas..

"Hay dedek.. Ini kakak zee"azizi menangis haru melihat adik bayinya itu

Shani mencium pipi azizi "jadilah kakak yang selalu mengayomi adek-adek nya ya zee.. "

True Mother's LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang