3 Hari berselang.
Baron Willson ayah Charlotte tiba bersama putranya yang baru saja menyelesaikan pendidikan.
Awalnya terjadi perdebatan akibat pernikahan yang diputuskan Raja.
Baron yang memaksa membawa putrinya pulang dan Oliver yang tak mau kalah bersikukuh menikahi Charlotte.
Hingga Oliver memberikan ancaman.
"Ganti semua kerugian yang kerajaan alami akibat insiden perampokan itu ,lalu kirim putramu pada kerajaan Addes sebagai bukti penyesalan telah menyebabkan lenyapnya semua hadiah perdamaian, jika ingin membawa Lotty pergi".
Tatapan dan suara dingin Oliver bahkan membuat seisi ruangan merinding ketakutan.
Wajah Baron merah padam menahan amarah, dia ingin menyanggah tuntutan Oliver.
"Cukup, ayah aku akan menikah dengan Oliver itu sudah keputusanku. Anggap saja ini penebusan dosaku pada mendiang Duchess karena tidak bisa melindungi Hansel".
"Lotty, jika memang harus mengganti semua barang barang itu agar kau bisa pulang bersama kami akan ayah lakukan sayang".
"Tidak ayah, bagaimanapun aku sudah menjadi bagian dari Rodriguez tidak masalah jika harus menikah dengan Oliver itu sama saja, aku tidak ingin dihantui rasa bersalah pada mendiang Duchess".
Senyum menggembang dibibir pria muda itu.
Kemenangan mutlak untuknya.
Lalu setelah itu tak butuh waktu lama persiapan mengenai pernikahan segera dipersiapkan.
Mulai dari dekorasi, undangan, hidangan , gaun bahkan cincin pernikahan siap dalam waktu 2 hari.
"Apa semuanya sudah siap?".
"Benar Duchess, semua persiapan sudah selesai".
'aneh, bagaimana Oliver bisa menyiapkan secepat ini?'.
Hari itu akhirnya tiba.
"Apa kau siap?". Tanya Baron pada putrinya.
"Iya ayah".
Dengan diantarkan ayahnya Charlotte memasuki altar pernikahan.
Untuk kedua kalinya dengan orang yang berbeda.
Semua terasa aneh untuknya.
Tidak banyak tamu yang diundang hanya beberapa bangsawan setia Rodriguez dan para ksatria bawahan Oliver.
Tentu saja tidak ketinggalan Raja Damian, penyebab terjadinya pernikahan ini.
Tahap demi tahap telah mereka lewati hingga pendeta mengumumkan mereka resmi menjadi sepasang suami istri.
"Kau milikku selamanya".
Bisik pria yang berbalut jas berwarna putih sebelum menarik pinggang istrinya.
Mata Charlotte terbelalak ketika Oliver menciumnya begitu tiba tiba.
Ciumannya pelan dan lembut, tidak terburu buru ataupun kasar.
Begitu hangat dan manis, sungguh memabukkan.
Tangan gadis itu mencengkram pundak suaminya ketika ia merasa kehabisan nafas.
"Sangat manis".
"Hentikan , banyak yang melihat"
'bukankah pernikahan ini atas perintah baginda Raja? Tapi sepertinya kedua pengantin seperti sepasang kekasih sungguhan'.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan kakak iparku
Romance"Apa yang kau lakukan?". "Tentu saja menemui istriku". " A...aku ini kakak iparmu". "Man..tan... dan jika kau lupa,dengan senang hati ku ingatkan terus mantan kakak iparku yang cantik, pagi ini kita sudah resmi menjadi suami istri". " Jadi ayo kita...