Tanpa sengaja, aku lihat biodata Park Eunsoo waktu scroll folder galeri Voice-ku. Ternyata ulang tahunnya tanggal 26 Juni, yap sama kayak ultah sang aktrisnya, Seo Eunseo. Dan secara kebetulan, work yang sudah tuntas ini juga tentang Eunsoo 😅
Karena itu, anggap aja work ini special birthday for our Park Eunsoo~ 🫰
.
Timeline: After Voice 4... Kayaknya jarang banget aku nulis cerita di timeline sekitaran Voice 4 ini... 😅
.
.
.
Suasana ruangan Pusat Panggilan Kepolisian Vimo terlihat cukup tenang siang itu. Tenang yang dimaksud di sini adalah tak banyak suara obrolan panggilan darurat yang saling tumpang tindih. Hanya ada dering telepon yang terdengar silih berganti dan diikuti dengan jawaban template Pusat Panggilan dari para petugas.
Tak seperti di Sungwun atau Poongsan yang merupakan kota besar yang padat penduduk sehingga Pusat Panggilan selalu menerima berbagai jenis panggilan darurat dengan tingkat kedaruratan yang beragam, di Pulau Vimo tak banyak panggilan yang masuk karena jumlah penduduknya yang jauh lebih sedikit. Sebagian besar panggilan yang masuk berasal dari wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang berkunjung ke Pulau Vimo.
Meskipun begitu, bukan berarti pekerjaan di divisi Pusat Panggilan Kepolisian Vimo tidak melelahkan.
"Anda sudah bekerja keras, Timjangnim. Istirahatlah sebentar, sebentar lagi jam pulang, kan?" Han Woojoo mendekati meja Eunsoo dengan raut muka khawatir. Bagaimana tidak, Ketua Tim-nya itu terlihat pucat dan berkeringat, padahal suhu ruangan Pusat Panggilan selalu diatur suhunya sehingga tidak terlalu panas maupun dingin. Bahkan orang bodoh pun tahu kalau kondisi wanita itu sama sekali tak baik-baik saja.
Setelah bergabung dengan Tim Golden Time, Han Woojoo tahu bahwa tim ini hampir selalu bekerja lembur setiap harinya. Semenjak kepergian sang Direktur, semua orang bekerja dua hingga tiga kali lipat lebih keras untuk mencarinya sekaligus menggantikan posisinya yang tiba-tiba kosong. Dan di antara semua itu, Eunsoo-lah yang paling bekerja keras sebagai Ketua Tim Komando sekaligus penerjemah panggilan bahasa asing yang juga seringkali ikut terjun ke lapangan. Bahkan bisa dibilang, Eunsoo bisa dibilang adalah Direktur sementara Pusat Panggilan, mengingat dialah yang mengambil alih sebagian besar tugas jabatan Direktur Pusat Panggilan yang hingga saat ini masih kosong.
"Kau juga sudah bekerja keras, Agen Han. Aku baik-baik saja kok," balas Eunsoo sembari tersenyum simpul. Ia mengambil berkas dari tangan Woojoo sembari melambaikan tangannya, memberi isyarat untuk Woojoo supaya kembali ke mejanya.
"Wajah Timjangnim pucat, loh. Setidaknya istirahat saja lima menit-"
Belum sempat pemuda berambut keriting itu menyelesaikan kalimatnya, suara rekannya yang lain tiba-tiba memotong.
"Timjangnim! Terdapat laporan orang hilang di sekitar dermaga yang adalah warga Jepang. Tim Lapangan membutuhkan bantuan Anda di TKP."
Mendengar hal itu, Eunsoo langsung bangkit dari kursinya sembari mengangguk. "Katakan kalau aku akan bergabung." Sebelum melangkah pergi dari ruangan Pusat Panggilan, ia menoleh sejenak dan menatap ke arah Woojoo. "Kau lanjutkan pencarian terhadap Direktur Kang. Ah, tolong jaga Pusat Panggilan sebentar, hubungi aku jika ada masalah, oke?"
Menatap kepergian sang Ketua, Woojoo hanya bisa menggaruk belakang kepalanya sembari menghela napas panjang. Dirinya tak habis pikir dengan sikap keras kepala sang Ketua Tim Komando yang hampir bisa dibilang menjadi pengganti Direktur Pusat Panggilan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moksori - voice
FanfictionTim Golden Time adalah sebuah tim khusus yang pertama kali berdiri di Kepolisian Wilayah Sungwun, dan semakin berkembang di Kepolisian Wilayah Poongsan dan Pulau Vimo. Dikenal sebagai tim yang selalu sukses dalam memecahkan kasus code zero dan berh...
