Bekal Misterius - au

289 33 18
                                        

Warning! Agak cringe. PoV Kwon Joo-nya agak OOC, mengingat waktu itu aku bayanginnya sbg Lee Ha Na yg lebih 'cerah' dibandingkan Kwon Joo ... ((:

.

Timeline: jauh setelah Voice 2 episode 6. Dan dimohon lupakan sejenak ending Voice 3, anggap saja 'dia' cuma menghilang, bukan ... :")

.

.

.

(All Kwon Joo's PoV)

Langkahku terhenti tepat di depan pintu apartemenku. Namun, niatanku untuk segera masuk seketika pupus saat melihat kotak bekal warna hitam berukuran cukup besar, sebotol jus, dan sekotak peralatan P3K diletakkan di depan pintu. Dengan rasa penasaran sekaligus waspada, kuambil ketiga barang itu. Setelah memastikan tak ada siapapun di sekitar apartemen, aku bergegas masuk ke dalam.

Kupandangi ketiganya itu dengan amat teliti. Tak ada satupun yang terlihat mencurigakan. Hanya kotak bekal berisi seporsi nasi dengan lauk serba ayam dan sayur, serta jus jeruk yang bahkan botolnya masih tersegel rapi. Saat kucium pun tak ada aroma yang aneh. Bahkan peralatan P3K itu juga hanya berisi barang-barang yang sewajarnya tersedia di dalamnya. Tak ada satupun sesuatu yang mungkin saja bisa mengarahkanku pada sang pengirim.

Aku meletakkan kotak itu di atas meja kerjaku dengan helaan napas ringan. Ini adalah makanan normal yang bisa dibeli di salah satu kedai tak jauh dari sini. Aku tahu betul, karena menu ini adalah menu favoritku. Tetapi ada hal yang terus berputar di otakku, siapa yang mengirimkan hal semacam ini?

Tak hanya sekali, tetapi ini kali ketiga aku mendapat kotak makanan yang sama persis dalam seminggu terakhir. Bedanya, kali ini terdapat alat-alat P3K, seakan-akan orang ini tahu jika aku mendapatkan luka kecil saat ikut terjun ke lapangan.

Awalnya, aku berpikir bahwa ini ulah seseorang yang dendam dan berniat meracuniku. Namun setelah aku mengambil risiko untuk mencicipi sedikit, nyatanya tak ada perubahan apapun. Diriku tak merasa ada tanda-tanda keracunan.

Ya sudahlah. Aku memilih untuk tak ambil pusing lagi dan memakan bekal itu dengan tenang. Semoga kali ini diriku masih bisa selamat ke kantor esok dan segera menyelidiki siapa yang mengirim semua ini.

.

.

.

"Terima kasih atas kerja keras kalian semua. Kalian bisa berganti shift sekarang."

Setelah mengucapkan hal itu, aku bergegas keluar dari ruangan Pusat Panggilan. Tanpa banyak bicara, aku segera mengganti seragam polisiku dengan kemeja lengan panjang warna krem. Segera kutemukan mobil biruku, kutancapkan gas dan dengan cepat mobilku melaju di jalanan kota yang ramai.

Rasanya sudah sangat lama aku mengendarai mobil secepat ini setelah pulih sepenuhnya dari cedera. Sayangnya, kepulihanku itu tak membuat luka di hatiku membaik, malah semakin membuatku sesak setiap mengingatnya.

Dengan mulus kuparkirkan mobil sedanku di basement gedung apartemen. Kulangkahkan kakiku cepat-cepat menuju rumah. Entah mengapa, perasaanku mengatakan jika aku tidak menguak siapa yang mengirimkanku kotak makanan itu, maka aku akan merasa menyesal. Untuk kali ini saja, kubiarkan hati ini menuntun langkahku.

Aku hanya terdiam sesampainya di depan pintu apartemen. Mataku menangkap selembar kertas tempel berwarna kuning yang melekat di depan pintu. Kutarik lepas kertas itu dari pintu dan membaca tulisan yang tertera disana.

Jika kau penasaran siapa yang mengirim kotak makanan itu, datanglah ke kafe favoritmu.


"Apa maksudnya ini?"

Moksori - voiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang