Renungan Tengah Malam

73 7 8
                                        

Gwang Soo hanyalah seorang detektif biasa yang apa adanya.

Walaupun wajahnya terlihat seperti orang yang tidak begitu peduli dengan sekitarnya, tetapi tidak dengan hatinya.

Dia sangat perasa.

.

.

Timeline: Voice 4 episode 4, tepat setelah interogasi Gong Suji di rumah sakit.

Full narasi dari sudut pandang Goo Gwang Soo.

.

.

Kurebahkan tubuhku yang super lelah di atas kasur yang lebar nan empuk. Tepat di sebelahku, Joong Ki-hyungnim sudah terlelap sejak beberapa saat yang lalu. Maklum saja, kakinya terluka karena gigitan anjing beberapa saat yang lalu. Dibandingkan denganku yang cuma kelelahan berlarian kesana kemari, dia dan Detektif Jo bukan orang yang beruntung karena berakhir dengan babak belur di hari pertama kami tiba di pulau Vimo, haha.

Soal Detektif Derek Jo, kupikir dia cukup baik dan kompeten sebagai seorang detektif. Pembawaannya tenang dan kritis, dia mengamati sekitarnya dengan teliti. Bisa dibilang, kerja sama kami tak begitu buruk tadi saat kasus code zero, meskipun itu adalah kerjasama pertama kami setelah sebelumnya sempat bersitegang.

Mengingat insiden tadi siang membuatku sedikit bergidik. Membayangkan Direktur Kang ditodong pistol seperti itu saat aku, Joong Ki-hyungnim, dan Agen Park baru saja tiba ... Itu situasi yang sangat berbahaya dan menegangkan.

Bisa-bisanya ada orang yang menyamar sebagai Direktur Kang? Siapapun orang itu, dia hampir berhasil menimbulkan kesalahpahaman di badan kepolisian.

Meskipun begitu, aku sedikit memaklumi tindakan Detektif Jo. Dia bersikap sangat keras saat itu karena Direktur Kang berkaitan dengan kematian adiknya. Jika saja tidak ada orang yang membuktikan bahwa sosok yang terekam CCTV tersebut menyamar dengan menggunakan topeng silikon, akupun juga tak tahu bagaimana nasib Direktur Kang.

Semua Tim Golden Time memang berada di pihak Direktur Kang dan jelas ada bukti keberadaan Direktur Kang di Kepolisian Poongsan, tetapi jelas ada penyidikan lebih lanjut dan hal itu akan mempersulit posisinya. Kemungkinan terburuk, nama Tim Golden Time bisa saja dipertaruhkan.

Ah, hanya dengan memikirkan nama Tim Golden Time lagi-lagi harus berada di ujung tanduk karena ulah penjahat ... itu sungguh mengesalkan. Entah sudah berapa kali tim ini hampir porak-poranda karena ulah penjahat yang disengaja.

Sudahlah. Masalah itu sudah berlalu, dan kami semua harus mencari cara lain untuk menyelidiki soal keberadaan penjahat yang menyebut dirinya sebagai Circusman.

"Gwang Soo-ya, kau nggak mau tidur?"

Suara Joong Ki-hyungnim membuat pikiran berlebihanku buyar seketika. Sepertinya dia terbangun karena aku lupa belum mematikan lampu kamar kami dan hanya berguling-guling mencari posisi sejak tadi. Karena itu, kutolehkan kepalaku sambil nyengir.

"Aniyo. Ini aku mau tidur, kok."

"Cepat tidur, sana. Jangan sampai kau kelelahan di hari pertama tugas resmi besok."

Aku spontan tertawa ringan mendengar gerutuan Joong Ki-hyungnim. Betul juga, aku baru sadar kalau hari ini kami bahkan belum resmi bekerja, tetapi sudah ada kasus yang menuntut untuk diselesaikan.

Setelah mematikan lampu, kurebahkan kembali tubuhku. Meskipun tubuh ini sudah menuntut untuk diistirahatkan, tetapi otakku berkata lain. Ah sial, lagi-lagi overthinking ini mencegahku untuk beristirahat dengan tenang hari ini.

Moksori - voiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang