Timeline: ± seminggu setelah Direktur Kang kembali bekerja di Pusat Panggilan 112.
.
.
.
Musim semi adalah waktu yang tepat untuk menikmati indahnya alam di Korea. Suasana yang mulai menghangat dan angin yang tak lagi membeku tulang membuat banyak orang ingin menikmati musim ini. Sayangnya, ada beberapa orang yang tak bisa sepenuhnya menikmati musim penuh kehangatan ini.
"Wah, musim semi kali ini terasa lebih hangat dibanding sebelumnya."
Eun Soo mengalihkan perhatiannya kepada seorang pemuda yang berdiri di sebelahnya. Wajahnya yang rupawan terlihat bahagia menatap birunya langit. Kedua tangannya dia rentangkan lebar-lebar, membuat Eun Soo dapat melihat dengan cukup jelas guratan-guratan bekas luka jahit di jari-jari tangan kanan pemuda itu.
"Agen Jin, sepertinya kau masih terlihat sangat bahagia melihat Direktur Kang kembali. Reaksimu jauh lebih heboh dari Detektif Park minggu lalu."
Agen Jin—atau nama lengkapnya Jin Seo Yul—hanya terkekeh ringan.
"Oh ayolah sunbae. Siapa yang tidak bahagia melihat atasan seperti Direktur Kang kembali bekerja? Aku sungguh bersyukur keadaannya telah membaik setelah insiden bom itu."
Eun Soo hanya tersenyum mendengar balasan Seo Yul. Matanya beralih memandang langit yang hari ini terlihat cerah. "Tentu kita semua bersyukur melihatnya kini baik-baik saja. Jujur saja, waktu itu jantungku sempat berhenti berdetak mendengar suara bom itu melalui radio."
Pemuda itu hanya mendengarkan dengan ekspresi yang sama sendunya. Tiba-tiba, Seo Yul berseru pada seniornya. "Bagaimana jika kita ke kafe dekat sini? Mumpung masih ada sisa waktu sebelum jam masuk."
"Oh, ide bagus. Sekalian kita beli kopi untuk Direktur Kang dan Tim Lapangan," komentar Eun Soo dengan senyum yang terpampang di wajah anggunnya.
.
.
.
"Sunbae," panggil Seo Yul hati-hati. "Apakah kau pernah tidak nyaman berada di Tim Golden Time?"
Wanita berparas ayu itu memandang Seo Yul. "Kau merasa tidak nyaman?"
"Bukan, bukan. Aku tidak bermaksud begitu," sanggah Seo Yul cepat. "Hanya saja, aku merasa jika diriku sedikit merepotkan Direktur Kang. Sunbae ingat bukan saat diriku membuat masalah dalam tim dengan meretas server E-Secret waktu itu? Aku sempat membuat Tim Golden Time dalam keadaan terancam di Kepolisian Poongsan."
Wajahnya semakin muram saat melihat jari tangan kanannya. "Juga ketika jariku ini dipotong oleh psikopat itu, aku membuat Tim Golden Time dan polisi lainnya dalam kesulitan."
"Aku mengerti perasaanmu. Bahkan sampai saat ini aku merasa belum bisa membalas budi pada Direktur Kang," balas Eun Soo lirih.
"Eh, balas budi apa?"
Atensi Seo Yul teralihkan oleh perkataan Eun Soo. Ia sedikit tertarik dengan maksud seniornya itu.
Ah, Seo Yul hanya suka tidak tahan dengan rasa penasarannya. Serta, wanita yang kini tengah mengenakan seragam yang serupa dengannya itu tipe orang yang jarang membicarakan dirinya sendiri dengan orang lain.
"Ah, aku lupa jika kau baru bergabung dengan Tim Golden Time setahun setelah resmi dibentuk," celetuk Eun Soo. Seo Yul hanya bisa meringis pasrah, mengingat hal itu benar adanya.
"Saat awal-awal Tim Golden Time dibentuk, aku ditawarkan secara langsung oleh Direktur Kang. Namun, saat itu aku segera menolak tawarannya karena waktu itu aku ingin ke divisi lain," kenang Eun Soo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moksori - voice
FanfictionTim Golden Time adalah sebuah tim khusus yang pertama kali berdiri di Kepolisian Wilayah Sungwun, dan semakin berkembang di Kepolisian Wilayah Poongsan dan Pulau Vimo. Dikenal sebagai tim yang selalu sukses dalam memecahkan kasus code zero dan berh...
