.
.
.
.
30. ULANG TAHUN
"Song Lisa !"
Dengan teriakan yang menggema , orang orang segera berdiri dengan kaku ketika melihat Jennie melangkah kedalam studio .
Jangan tanya bagaimana Lisa , dia hanya berdiri dengan santai sambil membungkukkan badannya tidak terlihat terganggu dengan teriakan itu .
Tanpa memperdulikan Jennie dia terus mengambil jepretan demi jepretan, tapi karena teriakan Jennie sebelumnya . Model yang diambil fotonya oleh Lisa pun menjadi pucat !
Lisa segera berbalik dan akhirnya melihat Jennie yang sudah melipat tangannya dengan wajah marah "mengapa kau disini ? Dan kenapa kau yang mengerjakan ini ? Siapa Fotografer yang harusnya bertanggung jawab ?!"
"A-anu Nona Song , ta-tapi Juno yang seharusnya mengerjakan ini sedang sakit , sementara kami harus segera mengejar waktu"
Jennie tidak repot repot memandang orang yang menjelaskan alasannya padanya "dari sekian banyak fotografer yang ada digedung ini , kenapa harus dia ?"
"Jennie , aku yang menawarkan diri . Kalian bisa kembali melakukan bagian kalian , aku akan mengatasi ini" Lisa menggambarkan dari wajahnya bahwa dia akan menjinakkan Jennie yang mengamuk pagi ini .
Dengan perlahan Lisa berjalan ke arah Jennie dan menyentuh kedua bahunya , tidak lupa dengan lembut Lisa mengecup dahi Jennie .
"Selamat pagi Nona Song , tarik nafas dan hembuskan . Pagi hari harus disambut dengan senyuman , dan pelukan" Lisa merentangkan tangannya berpikir tidak sulit untuk membuat Jennie menjadi jinak !
Dengan jual mahal , Jennie membuang mukanya tetapi badannya melangkah maju dan memeluk Lisa . Jadi cara ini sudah cukup bagi Lisa untuk meredakan amarahnya .
"Selamat pagi Song Lisa" dan Jennie kecanduan untuk menyebutkan nama Lisa beserta marga keluarga nya , Lisa sendiri seperti nya tidak keberatan "kenapa kau menawarkan diri ? Kau tau kau hanya fotografer pribadi ku kan ?"
Lisa menepuk kepala Jennie dan tidak memperdulikan orang orang yang memperhatikan kedekatan mereka yang tidak biasa "karena aku datang lebih cepat dari yang seharusnya dan melihat mereka yang kebingungan , sekarang duduklah . Aku akan mengedit sebentar dan setelahnya kita akan memulai pekerjaan mu"
Lisa melepaskan pelukan mereka , tapi Jennie bersikeras untuk tidak melepaskan nya "Jennie"
"Kau diperbolehkan bekerja sambil memeluk ku!" Tegas Jennie yang membuat Lisa menghela nafas sebelum akhirnya mengangguk
"Aku tidak bisa memeluk mu karena harus mengambil gambar Jennie , duduklah . Dan jadi anak yang manis untuk ku , oke" tapi Lisa tetap mendorongnya yang membuat Jennie menghentak hentakkan kakinya .
Jadi sementara Lisa melakukan pekerjaan nya , orang orang mulai berkumpul satu sama lain dan berbisik .
"Hei , apa kau melihat nya ?"
"Kau pikir aku buta ? Tentu saja aku melihatnya !"
"Menurut mu apa yang terjadi , kenapa Lisa bisa begitu mudah membuat Nona Jennie berhenti marah ?"
"Menurut mu apa lagi ? Mungkin mereka memiliki hubungan"
"Kau kira mereka seorang gay ?!"
"Hei bodoh , coba ingat lagi . Disetiap wawancara Nona Jennie tidak pernah mau mengatakan tipe pria idealnya , jadi menurut mu bukankah dia tidak menjawab karena dia tidak memiliki tipe pria ideal melainkan wanita ideal ?!"
