Bel pulang sudah berbunyi sejak lima belas menit lalu. Seluruh siswa berbondong-bondong pulang dengan wajah bahagia seolah baru saja keluar dari simulasi neraka. Meskipun waktunya sudah pulang masih banyak siswa yang berkeliaran di sekitar sekolah. Ada yang ada di kelas, lapangan, kantin, dan gerbang sekolah.
Biasa, banyak abang-abang jualan di pinggir sekolah. Jadinya banyak juga siswa berlalu lalang di sana dan memilih kantin atau pinggir lapangan menyantap makanan penuh micin, namun enak itu.
Tak terkecuali Raja dan antek-anteknya, eh jangan lupakan Rain yang sibuk memakan cilok yang dibeli Raja sebanyak lima tusuk dan sebotol air putih.
Mereka sedang menunggu Haikal yang sedang melakukan bimbingan untuk olimpiade beberapa hari lagi. Niatnya ingin meninggalkan si montok itu sendirian, namun Haikal terus merengek membuat telinga lebar Raja panas. Mau tak mau mereka semua menunggu sembari makan jajanan di kantin.
Harusnya Raja, Jovan, Jevan, dan Maleakhi disibukkan dengan latihan sebelum festival yang diadakan sebulan lagi. Terlebih Jevan sebagai anggota OSIS, namun si Agustus malah berleha-leha duduk di kantin. Sibuk menggangu Rain yang sedang mengunyah cilok.
Sementara Raja dan Jovan berada di ekstrakulikuler yang sama, dance. Maleakhi anak band. Mereka mulai sibuk latihan besok. Makanya Haikal ngajak ngumpul sebelum mereka semua sibuk.
"Lama banget" keluh Jovan yang sudah mulai bosan. Mulutnya dipenuhi bakso goreng membuat pipinya menggembung dengan liur tersemprot ke mana-mana. "Jorok lu anying" Maleakhi mengelap kasar tangannya yang terkena liur Jovan ke seragam si pelaku. Jovan tak peduli dan memilih mengunyah cepat bakso gorengnya.
Jevan yang duduk di sebelah Rain tak berhenti mengelus pipi gembul si kecil yang penuh cilok. Katanya, ini pertama kalinya Rain jajan seperti ini. Biasanya abangnya (Winter) suka membawa kebab, burger, mcd, atau pizza sehabis pulang sekolah.
Mendengar itu Raja terbatuk pelan. Orang kaya emang agak lain makanannya. Mana dia cuma kasih Rain cilok dan air putih. Bagaimana ya, uang jajan Raja sehari itu cuma dua puluh ribu. Makanan dan minuman di kantin saja sudah habis berapa.
Boro-boro beli mcd, kebab aja tak mampu dia beli. Poor Raja, padahal anak konglomerat.
"Makannya pelan-pelan, de. Ga ada yang minta kok" gumam Jevan tanpa melepas tatapannya dari bibir Rain yang terlihat merah dan lembab sebab si kecil terus menjilat bibirnya yang terasa panas.
Rain menelan cilok terakhirnya kemudian menyeruput air minumnya. Bibirnya tersungging senyuman lucu kala merasakan tenggorokannya dialiri air. Segar sekali~
"Abang, Ikal masih lama? Dede bosan~" akhirnya Rain mengeluh. Dia memang terus dicekoki Raja dengan cemilan, namun hal itu tak mengurangi rasa bosannya. Ponselnya yang sudah diunduh Cooking Mama pun dimainkan hingga banyak level.
Wajahnya memelas, netra serupa rubah itu berkaca-kaca, dan kaki pendeknya menyentak lantai. Lebih baik dia menghubungi Papa Binar dan menjemputnya segera. Jika dia melakukan itu sejak tadi, sudah pasti sekarang bergelung nikmat di atas kasur dengan AC menyala. Ahh~ memikirkannya saja sudah membuat Rain mengantuk.
Jovan mengambil kunci motornya, "Ayo abang ajak jalan-jalan naik motor" sontak netra Rain berubah menjadi binaran lucu seperti anak anjing diberi cemilan.
Tak butuh waktu yang lama, Renjun langsung melempar tas sekolahnya ke arah Raja—yang ditangkap dengan gesit— dan pergi menyusul Jovan yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"DE? LOH MAU KE MANA?!" teriak Raja yang tidak dihiraukan oleh si mungil.
Jevan pun ikut berseru meneriaki kembaran dua belas menitnya itu dengan bibir maju seperti bebek. Heran sekali mengapa Rain lebih suka menempel pada si dagu panjang itu dibanding dirinya yang tampan seperti Jaemin NCT Dream.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain
Fanfiction[NORENMINHYUCK] [ON GOING] Like rainbow after rain. Happiness will come after sorrow #1 out of gay stories #1 out of norenminhyuck stories #2 out of renjun stories #3 out of fluffy stories #5 out of norenmin stories #5 out of markren stories #6...
