"Hehehehehe"
"Dede lucu banget yuuh"
"Abang jangan dekat-dekat dedek duluuu! Syuuh syuuh jauh-jauh"
"Susunya enak hehe"
Itu beberapa percakapan Rain lima belas menit yang lalu. Si kecil Aries akhirnya bisa kembali tertawa setelah hampir dua jam lamanya anak itu menangis keras membuat semua orang kelimpungan.
Jangan lupakan tetesan darah dari telapak kakinya akibat pecahan piring di dapur tadi. Semuanya panik dan kacau. Rain terus memberontak bahkan sampai memukul kepala Papa Binar tanpa sengaja karena pria paruh baya itu terus memeluk kepalanya agar tenang.
Kondisi tak kunjung kondusif sampai akhirnya Daddy Reagan tiba di rumah dengan peluh bercucuran di dahi dan leher. Dengan sigap dia menarik lengan kemejanya sebatas siku dan mengambil alih Rain ke dalam gendongan.
Entah karena aura dominan sang ayah, Rain menjadi lebih tenang sedikit walau masih meronta pelan dalam gendongan Daddy Reagan.
Rain itu memiliki tubuh mungil- cenderung kurus. Makanya Daddy Reagan sanggup-sanggup saja menggendong si manis itu.
Dia menyuruh Maleakhi untuk menyiapkan air bersih, kain kasa, dan betadine untuk mengobati luka Rain.
Sementara Papa Binar tak bisa banyak bereaksi. Tantrum Rain tadi masih berputar-putar di kepalanya. Rasanya dia tidak becus menjaga Rain, lihat untuk menenangkan anaknya menangis saja tidak bisa.
Tubuh sekalnya dibawa bersandar di sofa. Kepalanya berdenyut pelan karena hantaman tangan Rain yang mengenai pelipisnya. Tidak apa, tidak terlalu sakit dibandingkan yang Rain rasakan tadi.
"Dede kenapa? Kok nangis gini?" Daddy Reagan berusaha tidak terpancing emosi melihat Rain yang terus merengek minta turun. Kaki kurus itu bergoyang-goyang di sisi pinggangnya, sementara kedua tangannya memukul keras punggung Daddy Reagan.
Rain menggeleng keras, enggan menjawab. Dia pun tidak mengerti akan perasaannya. Mengapa dia bisa sakit hati? Mengapa dia menangis sekeras ini? Mengapa dia tega memukul papanya? Mengapa dia tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjelaskan isi hatinya. Yang hanya bisa dia lakukan hanya merengek dan terus menangis hingga perasaannya lega.
Ada sedikit rasa takut di benaknya jika sudah menangis seperti ini. Rotan dan tali pinggang adalah penyebab. Masih terekam jelas di otaknya bagaimana Mami Wen menyabetkan tali pinggang ke betis dan punggungnya kala dia sudah berulah.
Lengannya pun dijadikan sasaran rotan jika sudah mulai menggosok kulitnya yang terasa perih dan sakit. Dia tidak ingin mendapatkan sakit itu kembali.
Namun nyatanya, Rain bisa memejamkan matanya kala tangan besar Daddy Reagan menyentuh lembut surai serta punggungnya. Elusan itu berhasil menghentikan tangisannya dan membuat perasaannya membaik. Jauh beda dengan perlakuan Mami Wen selama ini padanya.
Daddy Reagan melirik Papa Binar sekilas sebelum memberikan lirikan pada kaki si mungil.
Mengerti maksud sang suami, Papi Binar lekas mengobati kaki Rain yang sudah anteng di gendongan suaminya. Dalam kondisi berdiri, Daddy Reagan berusaha menyamankan posisi si bungsu dalam gendongannya. Untung saja pinggangnya tidak encok, eh tapi ga tau kalau nanti :')
"De, dengerin daddy mau?" Rain tidak menjawab. Si kecil hanya melirik Papa Binar yang tengah sibuk membersihkan lukanya di bawah sana. Dalam hati dia meminta maaf sebesar-besarnya karena sudah membuat papanya kesulitan dengan tingkah jeleknya.
"Kalau ada perkataan atau perbuatan dari abang-abang atau siapapun itu yang bikin hati dede sakit, bilang ya? Dede boleh menangis, ga ada yang melarang. Tapi kalau seperti tadi menangisnya, pasti sakit banget kan de. Dadanya dede sakit, kakinya dede sakit, matanya dede sakit, semuanya sakit. Bukan hanya dede, tapi papa sama daddy juga sedih kalau udah lihat dede nangis kaya tadi. Jadi, coba diobrolin dulu ya, sayang" Daddy Reagan masih setia mengelus surai si mungil agar lebih tenang. Dia tidak tau apakah Rain mengerti maksudnya atau tidak, setidaknya dia sudah berusaha bertukar pikiran dengan anaknya tanpa menaikkan nada suara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain
Fan-Fiction[NORENMINHYUCK] [ON GOING] Like rainbow after rain. Happiness will come after sorrow #1 out of gay stories #1 out of norenminhyuck stories #2 out of renjun stories #3 out of fluffy stories #5 out of norenmin stories #5 out of markren stories #6...
