☁️ : Chapter sebelah panas banget
🍼 : Iyuuuh panas banget yuuh. Dede ampe haus 😾
☁️ : Bocil ga usah ikutan 🙂
🍼 : Dede bukan bocil ih! Dede aja udah bisa buat anak xixixi 🤭
🐕 : SIAPA YANG AJARIN DEDE GITU HEI?!
🍼 : Abang Raja bilang gitu ke dede!
☁️ : Aku ga ikut-ikutan ya /angkat kaki/
Meanwhile Raja,
🦍 : Kek ada yang omongin gue
Rain sakit.
Lima hari menjelang festival, hampir seluruh angkatan sibuk mempersiapkan acara kelas masing-masing sehingga membuat para pelajar pulang sedikit lebih lama dari biasanya.
Begitu juga dengan Rain yang ikut-ikutan. Padahal jadwal pulangnya wajib pukul 3 sore. Namun karena si kecil kekeh ingin ikut berpartisipasi dalam menyusun rencana, jadilah Rain pulang sekitar jam 6-7 malam.
Papa Binar tentu saja khawatir. Waktu istirahat Rain berkurang. Belum lagi sehabis sampai rumah, si kecil harus segera membersihkan diri sebelum makan malam. Setelahnya Rain akan mengerjakan tugas-tugasnya dibantu Daddy Reagan.
Alhasil semalam Rain jatuh sakit. Suhu tubuhnya meningkat sampai menyentuh 38,7°C dibarengi pilek membuatnya terus merengek kesusahan bernapas.
Jangan tanyakan bagaimana paniknya Papa Binar kala mendengar rintihan Rain dari kamar. Papa muda itu langsung menyuruh suaminya membeli paracetamol dan bye bye fever di apotek terdekat. Waktu memang sudah menunjukkan pukul 11 malam dan untung ada apotek yang masih buka.
Hampir dua jam lamanya Rain terus mengeluh rasa dingin di sekujur tubuhnya. Padahal pendingin udara sudah dimatikan dan tubuh mungilnya dibalut selimut hangat. Tadi dede memang sempat tertidur selama 30 menit, namun tidak tau mengapa dia bangun lagi.
Papa Binar menghela nafasnya. Dia memilih tidur bersama Rain malam ini. Kasihan sekali anaknya terus menangis karena menggigil kedinginan. "Shuut shuut coba merem matanya ya, sayang. Dede udah minum obat, jadi tinggal tunggu demamnya turun" surai madu si kecil diusapnya lembut.
Suara pintu terbuka menampilkan Daddy Reagan tanpa atasan memasuki kamar. Wajah bantal si kepala keluarga itu cukup membuat Papa Binar terkekeh kecil. Mengerti sang suami akan tidur di sini juga, dia menggeser tubuh Rain secara perlahan agar si bongsor satu itu bisa berbaring di sebelah satunya.
"Aduh aduh si kecil kok bisa sakit sih" suara parau itu terdengar. "Namanya juga manusia, bisa sakit lah" Daddy Reagan bergumam tidak jelas. Tubuh tinggi menjulang itu dibaringkan di sebelah kiri Rain.
Perbandingan kentara antara tubuh Daddy Reagan dan Rain membuat Papa Binar menggigit pipi dalamnya menahan gemas. Lihat bagaimana suaminya mulai memeluk Rain dengan tangan sebelah kanannya sebagai bantalan untuk yang lebih kecil. Sementara tangan kirinya menepuk-nepuk pinggang Rain bak bayi berusia lima bulan.
GEMAS SEKALI SUAMI DAN ANAKKU 😩😩
MWUEHEHEHEHEHEHEHE IRI KALIAN YA IRI KALIAN YA 🤭🤭
"Eungg huks huks papap dingin huhuhu" tangisan Rain kembali terdengar, mau tak mau Daddy Reagan membuka matanya kembali yang sempat tertidur lelap.
Papa Binar yang belum tertidur pun akhirnya memilih berbaring dan memeluk Rain di sisi satunya. "Niih daddy sama papap udah peluk loh. Bobo yuk dede biar besok badannya sehat. Kalau ga bobo, demamnya ga turun-turun" ucapnya dengan nada lembut.
Rain yang matanya sudah kiyep-kiyep pun mengangguk lesu kemudian memutar badannya menghadap ke papanya. Wajah merona itu diusel-usel ke dada papanya sebelum jatuh tertidur lelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain
Фанфикшн[NORENMINHYUCK] [ON GOING] Like rainbow after rain. Happiness will come after sorrow #1 out of gay stories #1 out of norenminhyuck stories #2 out of renjun stories #3 out of fluffy stories #5 out of norenmin stories #5 out of markren stories #6...
