Dede Ikut Pestifel!

2.3K 307 37
                                        

☁️ : Cung tangan yang kangen dede 🖐️ 2450 words dong 😸

Pagi ini seperti biasa Papa Binar sudah terjun ke dunia dapur. Tidak lupa dengan asisten pribadinya, Rain yang sibuk meletakkan piring-piring ke atas meja. Jangan lupakan celemek couple berwarna nude terlihat menggemaskan di tubuh kecil mereka.

Hari ini papa hanya membuat sandwich karena malas memasak. Rain tidak masalah asal dia bisa makan hingga kenyang. Papa Binar juga membuat bekal untuk Raja dan Rain agar mereka berdua tidak jajan sembarangan di sekolah.

Semalam Mami Jenni mengadu kalau Raja terlalu banyak beli makanan micin hingga lupa makan nasi. Begitu juga dengan Rain yang bercerita memakan makanan pinggir jalan hingga membuat perut dede sakit di tengah malam.

Hal itu membuat Papa Binar hampir dua jam menceramahi Raja yang tidak bisa menjaga pola makannya. Itu juga alasan mengapa Papa Binar tidak memberikan uang jajan yang banyak untuk anaknya. Takut boros dan jajan sembarangan. Lihat si dede jadi korban sakit perut.

Kalau Raja dicekoki satu ton micin juga tidak masalah.

Beda cerita dengan Rain yang mungkin lambungnya agak kaget diberi kadar micin dalam jumlah terlalu banyak. Makanya semalam si kecil terus bolak balik ke kamar mandi hingga berkeringat. Papa Binar dan Daddy Reagan pun tidak bisa tidur karena menemani Rain.

Nyatanya Rain sudah merasa jauh lebih baik pagi ini. Niatnya Papa Binar ingin meminta izin pada guru Rain agar si Maret tidak perlu pergi ke sekolah, namun karena Rain merengek ingin ke sekolah ya tidak jadi.

"Dad, Bang ini makanannya udah siap! Jangan lama dandannya ah, kaya cewe" pekik Papa Binar dari ruang tengah. Kepalanya mendongak ke lantai dua disertai alis menukik. Tak lupa kedua tangan sudah bertengger di pinggul— lagaknya sudah seperti ibu-ibu yang siap menumpahkan rasa kesalnya pada suami dan anaknya.

Rain yang melihat papanya berdiri di ruang tengah pun turut berdiri di sebelahnya. Netranya melirik sekilas gaya Papa Binar dan mengikuti gestur tubuh papanya.

Kedua tangan di pinggul, kepala mendongak, dan alis menukik.

Rain mempraktikkan gestur papanya karena dia sudah lapar, namun dua orang yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rain mempraktikkan gestur papanya karena dia sudah lapar, namun dua orang yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. "Daddy sama abang lama yuuuh, pap. Dede lapar sekali, cacing di perut dede udah demo minta makan" ucapnya tanpa menurunkan pandangannya.

Papa Binar agak tersentak, tak menyadari Rain berada di sebelahnya. Tak bisa menahan gemasnya, Papa Binar langsung tertawa sembari memeluk Rain.

Gemes, gemes, gemes anak bayi satu ini 😣

Tak berselang lama kedua orang yang ditunggu akhirnya turun juga dengan tergesa-gesa. Daddy Reagan tampak panik  disusul Raja yang tampak masih berantakan.

Rambut acak-acakan, dasi tak terpasang rapi, almameter disampirkan di bahu lebarnya.

Papa Binar yang melihat itu memegang pelipisnya. Pusing dengan tingkah Raja yang sudah hampir lulus, namun hal begini saja harus dirinya yang mengurus. Bagaimana jika dia melepaskan Raja merantau saat kuliah nanti? Aduh tidak bisa terbayangkan.

Rain Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang