Hari ini hari natal. Hari di mana semua umat Kristiani tengah berbahagia menyambut kelahiran Kristus.
Begitu juga dengan Keluarga Archer yang tengah sibuk merapikan kado-kado di bawah pohon natal yang terdapat di tengah ruangan.
London adalah tempat mereka menghabiskan natal dan tahun baru. Tanggal 23 kemarin mereka berangkat dari Jakarta menuju London untuk berlibur bersama.
Tak hanya Keluarga Archer, teman-teman seperjuangan Raja turut ikut berlibur bersama keluarga mereka, tentu saja.
Jadilah kondisi bandara terasa ramai karena kehadiran mereka semua, belum lagi barang bawaan yang begitu banyak bak diusir dari rumah.
"Iiih saljunya banyak banget yuh. Dede boleh keluar nda?" itu Rain yang tidak berhenti berjalan mondar-mandir di balkon yang tertutup rapat. Dia terlihat begitu antusias ketika diajak berlibur ke luar negeri bahkan sekarang di depan matanya ada banyak benda kristal berjatuhan menyelimuti tanah.
Salju yang turun tidak terlalu lebat, sangat cocok untuk bermain di luar sebenarnya.
"Sebentar lagi, de. Ibadah dulu baru boleh main-main" ucap Mamah Maria dengan senyuman teduhnya. Nampan berisi beberapa cangkir teh diletakkan di atas meja tengah kemudian dia menyusul Rain yang masih setia berdiri menatap kepingan salju menyentuh kaca balkon.
Rain cemberut. Bibirnya maju beberapa senti membuat Mamah Maria tertawa kecil. "Abang-abang keluar tuh? Dede kok nda keluar juga?"
"Mereka pergi barang. Entar lagi juga balik" dengan wajah cemberut, Rain memilih duduk di sebelah Papa Binar yang sedang menyesap teh hijau dengan hikmat.
Mereka menginap di sebuah villa besar yang tak jauh dari perkotaan. Daripada menghabiskan waktu di hotel dengan harga selangit, lebih baik menyewa villa dengan harga terjangkau. Tidak semahal tinggal di hotel untuk beberapa hari ke depan.
"Kami pulang!" itu suara melengking Jevan. Ada banyak barang bawaan di pelukannya, disusul keempat pemuda lainnya di belakang. Entah apa yang mereka beli sampai lima orang harus bolak-balik keluar rumah untuk mengambil barang.
"Beli apa aja sih kalian? Banyak banget" gumam Daddy Reagan yang melihat itu semua. Kaki panjangnya melangkah menuju pintu depan yang hampir tertutupi kado-kado berukuran kecil hingga besar. Apa yang ada di pikiran remaja-remaja itu sampai membeli semua ini?
"Ada deh, kepo" jawab Raja yang sedang mengibaskan rambutnya dari salju-salju. Dia tidak mengenakan topi saat keluar tadi.
Papah Martin datang dengan mantel berbulu serta kacamata petaknya. Tangan kanannya sudah membawa Alkitab sedangkan tangan kirinya memegang secarik kertas yang tidak diketahui isinya apa.
"Udah ayo ibadah dulu. Udah jam delapan pagi ini. Itu kadonya nanti aja diberesin, bang" ucapnya kala melihat Maleakhi menyusun beberapa kotak kado di sana.
Maleakhi mengangguk paham. "Kalau gitu Haikal ke kamar dulu. Nanti kalau kalian udah siap ibadah, Haikal turun lagi" ucapnya dan langsung berjalan menuju lantai tiga tempat kamar anak remaja berada.
Iya, Haikal ikut mereka liburan juga walau dia bukan Kristen. Memang sudah tradisi bagi mereka saat penghujung tahun akan liburan bersama. Mau itu ke luar kota ataupun negeri. Biasanya Haikal dan keluarga akan berpisah beberapa jam meninggalkan mereka untuk ibadah.
Jika tahun lalu dia menghabiskan waktu bersama mami papinya untuk berkeliling pinggiran kota, tahun ini berbeda. Mengingat kedua orang tuanya telah bercerai dan saat diajak berlibur bersama pun ditolak, mau tak mau Haikal sendirian dulu.
Iri juga Haikal melihat teman-temannya bisa berkumpul seperti ini. Sedangkan mami dan papinya mulai sibuk dengan 'keluarga' barunya.
Setelahnya mereka semua duduk di ruang tamu yang terlapisi karpet. Anak-anak muda duduk di atas karpet sementara para orang tua duduk di atas sofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain
Fanfiction[NORENMINHYUCK] [ON GOING] Like rainbow after rain. Happiness will come after sorrow #1 out of gay stories #1 out of norenminhyuck stories #2 out of renjun stories #3 out of fluffy stories #5 out of norenmin stories #5 out of markren stories #6...
