Suasana rumah begitu riuh.
Selepas kedatangan lima tamu tak diundang, keadaan rumah yang awalnya sepi kini tidak ada bedanya dengan pasar malam. Teriakan dan suara hentakan kaki di mana-mana cukup membuat Papa Binar pusing tujuh keliling.
Papa berkepala empat itu tengah sibuk menyajikan makan siang untuk anak-anaknya yang sedang menyerbu Rain dengan berbagai pertanyaan dan ciuman.
Iya, ciuman dari Haikal yang berhasil membuat Raja naik darah.
"Papap ada yang bisa kakak bantu ga?" itu Jovan. Pemuda berkelahiran April itu menjejakkan kakinya ke dapur untuk melihat makanan apa saja yang tersaji di atas meja.
Sipitnya menyensor semua makanan di sana kemudian beralih berdiri di samping Papa Binar yang sedang mencincang bawang putih.
"Papap masak apa lagi? Perasaan Bang Raja bawa makanan banyak deh" Papa Binar terkikik pelan. "Ini punya papap dong. Emang kalian aja yang mau makan" Jovan tersenyum malu dan memilih kembali ke ruang tamu memanggil teman-temannya untuk segera makan.
"Dede mau mam lagi?" tanya Papa Binar melihat Rain yang memasuki dapur dengan dot tersumpal di mulutnya.
Omong-omong masalah dot, reaksi kelima pemuda tadi benar-benar heboh. Suara pekikan terdengar hingga keluar rumah mengakibatkan tetangga menegur mereka karena terlalu berisik.
Itu juga alasan Haikal mencium brutal pipi tembam Rain hingga basah terkena liur. Jangan lupakan pelukan erat dari Maleakhi berhasil membuat Rain susah bernapas.
Ada-ada saja tingkah manusia :)
Perkara dede ngedot semuanya kesurupan massal.
"Nou nou dede nda mau mam lagi. Dede liat abang-abang makan aja yuuh" ujar si kecil sembari mengelus perutnya yang sedikit membuncit akibat terlalu banyak makanan masuk ke perut kecilnya.
Jevan memekik senang sampai-sampai pemuda bergigi kelinci itu menguyel-nguyel pipi Rain dengan bibir ikutan maju.
"Agugugu aduh lucu banget sih kamu de"
Rain hanya bisa terdiam pasrah. Dirinya juga kadang tidak mengerti mengapa mereka-mereka ini terobsesi dengan pipinya. Pipinya salah apa sampai dicubit-cubit huh?
Dasar tidak berkepipian :((
Keadaan tak surut tenang walau Papa Binar sudah menyuruh mereka segera makan. Namanya anak remaja kelebihan energi :)
"Papap makan di ruang tamu yah. Kalian di sini aja" tanpa menunggu balasan, Papa Binar langsung berjalan menuju ruang tamu membiarkan keenam remaja sana sibuk berceloteh.
Raja mengambil burger mekdi yang dibelinya tadi. "Siria itu anaknya emang bermasalah ya?" ucapnya membuka obrolan serius. Alisnya terlihat berkerut tajam kala mengingat kejadian tak mengenakkan tempo lalu.
"Gue kurang tau sih, tapi kata Jaguar anaknya rada-rada di kelas. Semua diurusin, tipe-tipe cewek caper" jawab Jevan sembari mengunyah daging ayam dengan hikmat.
"Cleo sempat dengar kalau tuh cewek juga jelek-jelekin Rain ke temannya yang lain" sambung Haikal ketus. Dia dari awal memang tidak suka akan kehadiran Siria yang mana gadis itu masuk ekskul musik. Kalau tidak mengurusi orang, ya caper dengan kakak tingkat lain. Haikal pun kena getahnya.
Rain yang menyimak obrolan mereka hanya bisa berdiam diri. Dia pun tidak mengerti mengapa seburuk itu Siria di mata abang-abangnya. Padahal menurutnya mungkin Siria tidak sengaja melakukan kesalahan kemarin. Ingin membantah, namun melihat raut wajah Raja yang tidak bersahabat membuatnya urung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain
Fanfiction[NORENMINHYUCK] [ON GOING] Like rainbow after rain. Happiness will come after sorrow #1 out of gay stories #1 out of norenminhyuck stories #2 out of renjun stories #3 out of fluffy stories #5 out of norenmin stories #5 out of markren stories #6...
