[NORENMINHYUCK]
[ON GOING]
Like rainbow after rain. Happiness will come after sorrow
#1 out of gay stories
#1 out of norenminhyuck stories
#2 out of renjun stories
#3 out of fluffy stories
#5 out of norenmin stories
#5 out of markren stories
#6...
Festival akhirnya tiba. Setelah sebulan lamanya para siswa dan guru yang bertanggungjawab mempersiapkan semua acara ini, tibalah waktunya.
Sekolah Neology terlihat begitu ramai. Tenda-tenda dibangun di sisi lapangan dan tak lupa panggung besar di tengah-tengah lapangan untuk mempertunjukkan bakat-bakat siswa, mau dari sekolah Neology ataupun sekolah lain.
Hari pertama festival hanya ditujukan untuk anak-anak sekolahan saja. Siswa dari sekolah lain bisa datang apabila memiliki kepentingan seperti mengikuti lomba. Jadi, untuk di hari pertama ini ramai, namun tidak begitu ramai juga.
Kelas Rain begitu sibuk. Siswa/i kelas 10 itu berbondong-bondong berjalan menuju dua stand yang sudah didirikan untuk menjajakan makanan mereka nanti. Peralatan dan bahan yang digunakan pun sudah disusun oleh anak laki-laki pagi tadi. Jadinya anak perempuan hanya perlu mengecek dan merapikan peralatan yang terlihat berantakan.
Mereka memutuskan memilih tema Summer didukung cuaca bulan Juni yang panas dan terik. Makanan dan minuman yang dijajakan juga berhubungan dengan tema tersebut.
Jangan lupakan kostum pantai yang mereka sepakati.
Rain terlihat lucu dengan kostum pantai yang dibeli oleh Papa Binar tiga hari yang lalu. Kaos putih dipadukan celana pendek serta kacamata biru milik Cleoza yang dipinjamnya tadi.
Lihatlah bagaimana si mungil memekik senang bermain air di sekitar kolam karet yang baru dibuat Aldo, teman sekelasnya. Rain tidak berhenti menyipratkan air menggunakan kaki pendeknya ke arah Nessi karena gadis itu pun sama jahilnya dengan Rain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan main air terus kenapa sih! Tuh liat jadi becek semua" ketus Siria yang sedari tadi melihat Rain dan Nessi bermain. Yang ditegur sontak berhenti kemudian meminta maaf. "Kalau lo ga ada kerjaan, mending bantu yang lain beres-beres atau apa kek. Jangan kaya bocah main-main air"
Nessi berdecak malas. "Kerja lo apaan? Gue liat juga dari tadi lo diam aja tuh di situ? Setidaknya gue sama Rain udah angkatin tuh daging ke sini tadi" alis Siria menukik tak senang mendengar ucapan Nessi yang menuduhnya seolah-olah tidak memiliki urusan penting yang harus dikerjakan.
Gadis berambut panjang legam itu bersedekap dada, "Gue ketua di sini. Ikutin arahan dan ga usah bacot" Nessi menyirnyir tidak peduli kemudian menarik Rain yang tidak mengerti situasi.
Mengapa kedua temannya itu bertengkar?
"Nessi, bantuin gue panasin minyak dong" ucap Arumi kala melihat Nessi bersama Rain memasuki tenda. Dia sedikit kewalahan harus mengurus tiga masakan sekaligus karena temannya yang lain masih sibuk menghitung dan menyusun bahan baku.
Tanpa banyak ucap, Nessi langsung membantu Arumi meninggalkan Rain berdiri di tengah-tengah tenda yang bingung ingin melakukan apa.