Tugas Kelompok

1.8K 330 86
                                        

🍼 : Misi-misi dede mau lewat yuuuh 😾

Sudah tiga minggu lebih Rain bersekolah di sekolah barunya. Sejauh ini belum ada kendala yang dihadapi Rain atau laporan buruk kepada orang tuanya. Si kecil belajar dengan giat walau sedikit lambat dalam memahami. Beruntung guru dan teman-temannya sabar dalam mengajarinya. 

Memang tak jarang Rain akan menangis sesegukan kala kesulitan menjawab soal-soal latihan yang diberikan. Jika dia sudah tantrum seperti itu, biasanya bapak atau ibu guru akan memberikan pengarahan padanya. Atau tidak Jaguar selaku teman sebangkunya dengan senang hati membantu Rain.

Bagi Rain tidak mudah untuk mengikuti sembilan mata pelajaran dalam satu hari. Namun niat dan semangat belajarnya yang membara tak membuatnya putus asa. Rasa pusing kerap datang, namun dengan dorongan semangat dari orang sekelilingnya membuatnya kembali berenergi.

Selepas dari kesibukannya mempersiapkan festival yang tinggal menghitung hari, ternyata guru tidak berbaik hati membebaskan murid-murid dari tugas. Hari ini untuk pertama kalinya Rain membawa teman sekelasnya mampir ke rumah.

Sebuah tugas kelompok prakarya lah alasannya.

Minggu lalu Bu Jesika selaku guru prakarya membagi kelas menjadi sembilan kelompok untuk tugas prakarya selanjutnya. Tema yang diberikan bebas, namun hasil yang dibuat haruslah bagus dan tidak asal dikerjakan.

Kelompok Rain terdiri atas empat orang termasuk dirinya sendiri. Setelah beberapa menit berdiskusi akhirnya mereka memilih rumah Rain sebagai tempat mengerjakan tugas dengan alibi rumah Rain lebih dekat dengan sekolah.

Mereka pun menyuruh Rain untuk membeli peralatan terlebih dahulu dan uangnya akan diganti. Rain tidak masalah karena pas sekali Papa Binar menjemputnya. Sekalian saja membeli bahan dan alat untuk tugas mereka, kan? 

Alibi yang kuat dibalik faktanya.

Rain merasa senang karena akhirnya dia bisa merasakan temannya berkunjung ke rumah seperti apa yang dilakukan oleh abangnya Winter dulu. Berkumpul, bercanda, atau makan bersama.

Sebelumnya si kecil sudah memberitahukan kunjungan teman-temannya pada Papa Binar dan Raja. Sayang sekali Raja hari ini harus pulang telat lagi dan Papa Binar pun pergi ke kantor Daddy Reagan sehingga Rain seorang diri di rumah.

Tidak apa soalnya Papa Binar berjanji akan lekas pulang kalau pekerjaan sudah selesai.

Raja juga mengingatkan Rain agar menghubunginya jika ingin makan siang. Biar dia saja yang pesankan makanan sekalian untuk teman-teman Rain.

Dan di sinilah Rain sekarang. Di halaman belakang rumah yang sudah disapu bersih agar mereka nyaman mengerjakan tugas di sana. Niatnya ingin dikerjakan di ruang tamu, namun mengingat yang mereka kerjakan adalah membuat hasil prakarya menggunakan bubur kertas, Rain mengurungkan niatnya tersebut.

Si kecil tau bagaimana repotnya membersihkan rumah seorang diri. Yah Papa Binar tidak pernah menyewa jasa asisten rumah tangga, jadinya beliau sendiri yang membersihkan rumah hehe.

Makanan dan minuman ringan juga sudah disiapkan di sebuah meja kayu kecil di pinggir. Alat dan bahan sudah diletakkan di atas karpet mini yang baru digelar.

Merasa sudah rapi, Rain berjalan menuju ruang tamu. Sembari menunggu teman-temannya datang dia menonton televisi.

Tak terasa waktu berjalan hampir setengah jam. Alisnya mengkerut khawatir, mengapa yang lain belum datang juga? Tanpa pikir panjang Rain langsung mengambil ponsel miliknya dan segera mengirim pesan.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rain Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang