Abang Marah Terus Yuhhh (2)

1.3K 261 45
                                        

Empat pasang mata itu saling tatap. Tak lupa sebuah keripik kentang masuk ke dalam mulut secara serentak kemudian meneguk jus bersamaan pula.

Jevan menatap Cleoza penuh dengan tanya. Apa ada sesuatu yang dilewatkannya?

Jika kalian ingin tau apa yang terjadi, sebenarnya tidak ada yang aneh. Hanya saja aura negatif terus keluar dari sekujur tubuh Raja sampai-sampai Jaguar dengan senang hati mengipasi kakak kelasnya itu dengan koran pak satpam yang dipinjamnya tadi.

Semua itu bermula kala Jevan bersama kembarannya mampir ke stand Rain yang katanya ada sesuatu yang terjadi sana. Dan benar saja Raja hampir memukul anak orang yang masih belum jelas apa alasannya.

Tidak kaget lagi sebenarnya melihat tempramen buruk si Raja. Jevan dan Jovan malah diam-diam bersorak dalam diam— menyemangati si bibir tebal agar menghajar Siria. Kurang ajar memang si kembar ini.

Sementara si korban kejahilan— Rain duduk tenang. Sesekali mengunyah hotdog panas yang dipesan Jovan untuknya. Dia duduk di antara Jevan dan Maleakhi. Entah mengapa akhir-akhir ini Rain lebih sering menempeli Maleakhi dibanding abang-abangnya yang lain.

Yang jelas itu menguntungkan bagi pemuda beralis camar.

"Abang kenapa yuuh? Masih marah kah?" bisik Rain pada Jevan dengan wajah julitnya. Tolong ini tolong sekali, dia agaknya sudah muak melihat wajah cemberut Raja yang tidak berubah sejak tiga puluh menit yang lalu.

Tidak ada senyuman, tidak ada tawa setannya membuat Rain kesal sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak ada senyuman, tidak ada tawa setannya membuat Rain kesal sendiri. Jika marah jangan lama-lama dong! Rain kan jadi tidak bisa tertawa seperti biasanya.

"Iyah kayanya. Gimana dong?" jawab Jevan tanpa melepas tatapannya pada Rain. Sibuk dengan tetek bengek festival, Jevan hampir beberapa hari tidak melihat wajah lucu Rain. Jujur, dia merindukan ekspresi lucu yang dikeluarkan adik temannya itu. Entah itu tersenyum, tertawa, ngambek, semuanya dirindukan Jevan.

Kapan dia bisa mengajak Rain jalan-jalan ya? Dipikir-pikir lagi Rain bahkan tidak pernah menghabiskan waktu berdua bersamanya. Selalu saja diikuti empat monyet lainnya, hm.

"Abang!" pekik Rain membuat yang lain tersentak kaget. Macem tak betol je budak nih batin Haikal yang sibuk makan burger.

Raja berdiri menghampiri Rain, "Kenapa, ada yang sakit lagi?" Rain menukikkan alisnya— berusaha membuat ekspresi marah jatuhnya seperti anak kucing yang merajuk minta whiskas.

"Abang jangan marah-marah lagi yuuuh. Sakit deh mata dede liat muka jelek abang. Manyun terus, ga ada senyumnya"

"Abang marah juga karena teman dede udah jahat sama dede. Abang kesel tau, masa dede ga peka"

"Tapi kejadiannya udah dari tadi tuh. Dede aja nda marah masa abang masih marah huuuu"

"Yaudah siap salah" akhirnya Raja memilih mengalah dan kembali duduk di bangkunya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 18, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Rain Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang