Jisung baru selesai mandi, keluar dari toilet dengan rambut setengah basah yang diusak menggunakan handuk kecil. Hari ini jadwal kelasnya cuma bertahan sampai jam sepuluh, jadi Jisung berniat menghabiskan waktunya dengan sedikit bersantai di kampus.
Dia sudah berganti pakaian lebih dulu, jadi gak perlu khawatir kalau masuk angin. Masih terlalu pagi, bahkan matahari baru saja muncul di balik gorden transparan balkonnya. Jisung melangkahkan kakinya sekedar untuk membuka jendela membiarkan udara segar masuk.
Ting!
Bunyi yang menandakan adanya notifikasi masuk dari ponselnya memecah suasana yang memang terasa sunyi. Helaan nafas terdengar dari bibir ranum itu, sebenarnya agak malas mengecek karena jarak meja tempat ponselnya di charge lumayan jauh.
"Sapa sih?! masih pagi juga" erangnya tertahan.
Walaupun terkesan ogah-ogahan, kakinya tetap berjalan kesana. Handuk putih kecil yang tadi dipakai untuk mengusak rambutnya kini tersampir apik dibahunya.
Unknown
Today
Hey, Ji!
Ini Felix, save ya🙃
-read.
Seketika senyum tipis mampir di bibir mungilnya. Ternyata Felix. gak mau membuat teman barunya menunggu lebih lama, jari-jari lentiknya dengan cepat bergerak mengetikkan balasan.
Oh Felix..gue kira sapa😅
Iya udah gue save kok-read.
Lo ngampus kan?
Nongki bareng kita lagi ya🙏
Iya, gue ngampus.
Diusahain deh ntar, liat gimana nanti aja ya😁-read.
Oky Ji..
See u😘
( ˘ ³˘)♥-read.
Senyuman manis tetap terpasang apik di bibirnya, seenggaknya masih ada hal yang buat dia semangat menjalani hari.
Merasa moodnya yang sekarang agak membaik, Jisung melangkah kelantai bawah, berniat memasak sarapan dulu sebelum berangkat.
Tangan ramping itu memilih dan memotong bahan makanan dengan telaten, seperti sudah lama terlatih. Dia berjalan kesana kemari berpindah dari pantry ke wastafel, mengecek oven, kemudian membalik gorengan di fryingpan nya. Sama sekali gak merasa terganggu dengan suasana kamar apartemennya yang memang selalu sunyi.
Selesai dengan kegiatannya berperang dengan alat masak, dia menata makanannya keatas meja makan. Senyum tipis mampir di bibir mungilnya. Kakinya melangkah naik ke lantai atas, mengambil barang-barang yang nanti akan dia bawa ke kampus.
Baterai ponselnya sudah penuh. Baru saja mau memasukkan benda itu kedalam tasnya dan berniat turun ke lantai bawah, suara notifikasi pesan masuk membuatnya berhenti.
"Ha? Minho dapet nomer gue dari mana dah? Ck. Mampus gue, urusan sama nih kating!" decakan terdengar jelas saat matanya membaca pesan yang diketik Minho.
Unknown
Today
Hi, Ji!😁
Ini Minho, calon masa depan lo 🙃
"Bales jangan? Ck. ntar aja deh."
Kemudian dengan santai berjalan menuju ruang makan, gak peduli kalau diseberang sana Minho menunggu chatnya dibales.
Jisung lebih memilih duduk memakan sarapannya. Beberapa menit lewat dengan hening menyelimuti, Jisung gak masalah, karena memang sudah biasa. Acara makannya selesai. Sekarang dia bingung, mau berangkat naik apa ke kampus?
Mau pesan ojol, tapi hari ini dia lagi malas naik motor. Pesan taksi? Hhh Kayaknya hari ini Jisungpun malas berinteraksi dengan orang asing.
"Bawa mobil aja kali ya?" jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dagu.
Setelah beberapa saat terlewat akhirnya dia mengangguk mantap, yakin dengan keputusan membawa mobil sendiri hari ini.
Sebenarnya Jisung memang punya beberapa kendaraan yang bisa dipakai ke kampus, tapi dia yang terlalu malas berkendara dan lebih nyaman naik bus.
Kaki rampingnya yang kini dibalut jeans biru tua melangkah keluar ruangan, berjalan menyusuri lorong-lorong apartemen. Menaiki lift yang ternyata kosong dan berjalan cepat menuju basement apartemen dimana ada puluhan mobil terparkir rapi.
Salah satu mobil yang ada disana adalah miliknya, Avanza metalik keluaran terbaru. Jisung membuka pintunya, mengecek kalau-kalau ada yang gak beres, untungnya gak ada yang rusak walau terhitung jarang dipakai.
Setelahnya dia masuk , menghidupkan mesin mobilnya dan menunggu agak lama sampai mesinnya panas. Gak butuh waktu lama, mobilnya hilang ditikungan.
••
"Lo mo ngomongin apa sih Ho?" Changbin jadi orang yang dari kemarin kepo nomor satu, sejak pesan Minho di GC dihapus.
Dua teman lainnya juga penasaran sih, tapi karena inti pertanyaan mereka sudah berulang kali disuarakan sama si bogel ya sudah, mereka diam saja. Diam menyimak sambil melampiaskan rasa jengkel dengan menggigiti sedotan masing-masing karena dari tadi Minho masih belum mau menjawab.
"Mau kemana lo Chan?" tanya Hyunjin yang penasaran kenapa Chan memilih menjauh.
"Mesen minum lagi, seret nih otak gue!" balas Chan dengan suara melengking.
Yaps, dia sudah pesan minum lima gelas jus yang beda-beda rasanya, demi menunggu yang mulia Minho buka suara. Sebenarnya sudah kembung, tapi daripada gak ada kerjaan, mending dia minum aja terus sampe kenyang.
"Gueabisditolaksamajisung"
"Ha?" Hyunjin dan Changbin kompak menganga keheranan karena untuk pertama kalinya setelah mereka berempat duduk di cafe itu tiba-tiba Minho bicara dengan sangat cepat.
"G-gue abis ditolak sama Jisung.." ulang Minho dengan suara yang makin mengecil.
Keduanya berpandang-pandangan. Mereka gak salah dengar kan?
"Lo... nembak Jisung?" tanya Hyunjin hati-hati.
Changbin disebelahnya cuma bisa diam, masih bingung dengan keadaan. Chan datang dengan gelas minuman ditangan kanan kirinya. bingung karena Hyunjin yang kelihatan mengintrogasi Minho, sedangkan Changbin yang membeku di kursinya.
"Ada apaan nih?" tanyanya santai sambil menyesap jus melonnya.
Makin bingung waktu kepala Minho bergerak mengangguk pelan, disusul Hyunjin dan Changbin yang menghela nafas panjang. Ini kenapa cuma dia yang gak paham situasinya?!
"Kok bisa sih? gimana ceritanya?" akhirnya Changbin memilih bertanya.
Akhirnya dengan segala pertimbangan, Minho memilih menceritakan kejadian kemarin.
"Gitu.."
"Yakan lo kek becanda, doi juga becanda doank kali.." komentar Chan yang sudah paham arah pembicaraan.
"Kalo beneran juga gapapa lah, yang bisa lo pacarin bukan dia doank." Changbin merampas gelas Chan yang masih utuh isinya.
"Tapi nih ya menurut gue, kalo lonya beneran suka ya mending coba lagi sih. Pdkt dulu kan, trus lo ngomong serius dah kalo emang suka sama doi." saran Hyunjin bak pakar cinta.
"Eh tapi, lo beneran suka nih sama anaknya?" tanya Changbin penasaran.
Sekarang ganti Minho yang diam sambil menggigiti sedotannya, pusing dengan komentar teman-temannya yang dirasa malah gak membantu.
210622
050822
Gue gabut...😪
KAMU SEDANG MEMBACA
Single?💟
Fanfiction"Ya.. Karna lebih bebas aja gitu, ngga ada yang ngatur-ngatur ngga ada yang ngelarang-larang pokoknya semua bisa sesuka gw" begitu jawaban Jisung kalo ditanya kenapa sampe sekarang belom punya pacar. Banyak yang heran sih. Secara Jisung tuh udah imu...
