kalo Saia double up, seneng gak?🤨
"Yah~ kok ujan sih.... pulangnya gimana donk..."
Gak, Jisung gak sadar merengek dengan suara dan ekspresi yang bikin banyak orang sesak nafas. Itu refleks! Kalau mau juga dia mikir tempat.
Minho hampir saja kelepasan mau mencubit pipinya, gak tahan dengan tingkah adik tingkatnya.
"Ya tunggu sampe reda..." Tangannya dilipat didepan dada, ikut menikmati pemandangan berkabut didepannya.
"Ish! lama donk!! pengen pulang~ huwe....kangen sama kasur gue tuh!"
Minho tertawa pelan, berhasil mengambil atensi Jisung sepenuhnya. Alis cowok gembil itu terangkat, minta penjelasan karena kakak tingkatnya tadi tertawa.
Minho menoleh, membalas tatapan Jisung dengan cengirannya.
"Gue kira seorang Jisung bukan anak penikmat kasur.."
Minho garuk ujung alisnya sambil mengangkatnya main-main, menggoda yang lebih muda dengan penekanan dibeberapa kata.
Jisung memutar bola matanya malas, mencibir ucapan katingnya yang ternyata percaya dengan rumor gak jelas dari anak kampus lainnya. Dasar tukang gibah!
"Ck! Lo kira gue apaan?! Gue juga bisa males-malesan kali!"
Minho memasang tampang sok polos, mengangguk berlagak paham dengan penjelasan Jisung.
Gak ngerti lagi, pokoknya Minho bahagia banget liat ekspresi kesal adik tingkatnya yang satu ini.
"Terus... jadi pulang or nunggu reda nih?"
kali ini gak ada nada ejekan, Minho serius dengan pertanyaannya.
Jisung keliatan berfikir sebentar, keningnya berkerut plus pipinya digembungkan tanpa sadar, berhasil membuat Minho menggertakkan giginya menahan gemas.
"Hhh.. balik ah! bomat keujanan." angguk cowok tembam itu pada akhirnya.
Minho juga ikut mengangguk, merapikan barang-barangnya dan langsung menggandeng tangan Jisung tanpa permisi.
Mata bulat cowok Virgo itu berkedip cepat, menatap katingnya dengan tatapan tanya. Heh! jantungnya hampir copot loh!
Sadar dengan adik tingkatnya yang masih berdiri ditempat kayak patung, Minho jadi menoleh bingung. Jisung kesurupan kah..?
"Ayo...katanya pen balik...kok malah cosplay jadi patung?"
Telapak besar itu menarik-narik kecil pergelangan yang lebih muda. Ouh prennn~ Minho gak sadar donk!!!
Mata bulat cowok tupai itu turun, mengarah ke tangannya yang masih digenggam Minho. Dan mata berlensa gelap itu mengikuti pandangannya, bergulir turun..
"Eh?! S-sorry Ji! Beneran gue ngga sengaja!"
Genggamannya langsung terlepas, ekhemm...dilepas maksudnya. Minho menatap khawatir yang lebih muda, takut dicap 'kurang ajar'.
Sebagai ganti, dua tangannya ditangkupkan didepan wajah dan digosok-gosok-ngerti gak sie-_-.
"Jangan marah Ji ~ sorry! tadi tuh refleks!"
ok! Minho berhasil membuat setengah penghuni kafe menoleh karena penasaran.
Tau mereka keliatan kayak apa?
Yap! mirip adegan pembantu yang minta maaf ke majikannya karena gak sengaja mecahin guci mahal. Dan Jisung mirip majikan kikir plus galak disini.
"Uhhh... It's okey, itu bukan masalah...lagipula gue cuma kaget karna tangan lo dingin banget.."
Jisung menggaruk tengkuknya sambil tersenyum canggung.
"Lo ngga marah Ji?" tangannya turun seketika.
Jisung menggeleng patah-patah, agak ragu dengan jawabannya sendiri. Dia cuma takut salah menjawab, dan Minho malah berfikir yang iya-iya dan bertindak lebih-
"Hehe... jadi~ kalo gue gandeng lagi ngga masalah kan?"
KAN!!!
Rasanya Jisung pengen tinggal dalam pohon bareng kawanan tupai... Please! Jisung capek! Siapapun tolong gantiin posisi Jisung sekarang! Dia pengen resign atau hiatus atau apalah itu dari jabatan adik tingkatnya minho.!
Sapa coba yang bilang kalo Minho itu mahasiswa ter-famous yang super cool?? Tangannya doank yang dingin! Yanga da Minho malah keliatan kaya anak SMA baru puber....T_T
"Hehe ...yuk balik~"
Boleh gak sih Jisung ngatain Minho 'kurang ajar'? Ini Jisung gak bilang 'iya' or ngangguk buat ngeiyain ucapan katingnya loh, kok maen gandeng aja?!
Fiks ini mah Minho mabok! Itu kenapa pipi Minho ada merah-merahnya?! Bunda!!! Jisung mau balik ke rahim bunda aja!!
Jisung cuma bisa pasrah mengikuti langkah kaki katingnya yang gak bisa dibilang lambat itu.
Ditengah lamunannya, Minho menghentikan langkah, membuat dahi seksi Jisung langsung menabrak punggung lebar Minho, karena posisinya yang menunduk.
"Aw!" ringis cowok tupai itu dengan satu tangan terangkat mengusap dahinya.
Minho berbalik saat telinganya mendengar ringisan yang lebih muda. Perlahan melepas genggaman tangannya dan beralih mengusap dahi Jisung yang memerah.
"Sorry...sakit ya?" goblok! pake nanya segala!
Jisung sukses menahan nafas dengan mata terpejam kuat. Dia kira dia bakal mati sebentar lagi!
Ya gimana gak tahan nafas, Minho dengan enteng menahan kepalanya dan maju selangkah, memangkas jarak diantara mereka lalu menunduk.
saat jarak antara bibirnya dan dahi Jisung tinggal sesenti, dia berhenti. Gak butuh waktu lama, Jisung bisa merasakan sapuan angin lembut membelai dahinya.
Sudah bisa dipastikan, Minho yang meniup calon benjol itu! ya emang sapa lagi yang berani bertindak begitu selain kating ngaconya ini?!
"Udah...tunggu disini bentar, gue mau ngambil motor."
Rasanya Jisung pengen ngelepas kepalanya yang asal mengangguk patuh dengan perintah kating gila didepannya.
Seakan gak bosan bikin Jisung kena serangan jantung, Minho lagi-lagi mengusap dahi cowok tupai itu lembut dengan ibu jarinya, usapannya naik kepuncak kepala.
'Sumpah! ngga tahan gue sama yang kek gini!!'
Daripada kelepasan mencium pipi gembul itu, akhirnya Minho menjauh. Berbalik arah dan lari kembali ke kampus dengan jaket yang dialihfungsikan jadi payung. Meninggalkan Jisung yang lemas kehabisan nafas didepan kafe.
151122
1
61122
pengen liat Minsung cip0kan sumpah!😤
Dahlah mimpi emang paling enak....
gak bisa nonton konserT_T
KAMU SEDANG MEMBACA
Single?💟
Fanfiction"Ya.. Karna lebih bebas aja gitu, ngga ada yang ngatur-ngatur ngga ada yang ngelarang-larang pokoknya semua bisa sesuka gw" begitu jawaban Jisung kalo ditanya kenapa sampe sekarang belom punya pacar. Banyak yang heran sih. Secara Jisung tuh udah imu...
