Chapter 18

4.3K 300 38
                                        

Puluhan jenis pisau perak tergeletak rapi di bawah koleksi jam tangannya. Berbagai jenis rambut palsu, pakaian mulai dari seragam SMA sampai seragam polisi Wilona mengoleksi semuanya. Semua tergantung rapi di balik lemari pakaiannya.

Ruangan rahasia miliknya ada di apartemen ini. Kamar ini memang memiliki banyak fungsi dan kegunaan Singkatnya tempat ini adalah markasnya.

Dulu sekali, enam tahun yang lalu tempat ini masih menjadi milik sahabatnya — Yumna.

Ibunya membeli tempat ini dengan uang tabungan terakhirnya setelah paman Levin ingin menjualnya dua bulan yang lalu setelah dia kembali dari Prancis.

Bagi Wilona tempat ini penuh dengan kenangan bersama sahabat baiknya, tapi bagi Eve tempat ini adalah markas yang tepat untuk memulai setiap misinya.

Bagaimana Wilona tak menyayangi ibunya?

Wanita itu telah berkorban banyak untuknya. Mengirimnya ke Prancis untuk melanjutkan pendidikan, dan membelikannya hadiah yang tak murah. Meski saat itu kondisi keuangan keluarga Revelix sedang tak stabil. Hanya mengandalkan tabunganya yang besarnya tak seberapa.

Yara Revelix bahkan rela menjual rumahnya untuk mengirim dirinya ke luar negeri dan mengirim Louis ke akademi polisi.

Wanita itu memberikan segalanya, sekarang adalah saat yang tepat untuk Wilona membalas semuanya—hari ini Eve dengan senang hati melaksanakan misi yang telah dia tunggu-tunggu sejak lama.

Sangat lama.

Ting Tong!

Eih, siapa yang bertamu ke apartemennya?

Hanya ada dua nama yang tahu kalau dirinya selalu berdiam di sini sebelum menjalankan misi.

Salah satunya— Louis.

"Eve!"

Tebakannya benar.

"Ngapain?" Wilona tak suka melihat kehadiran Louis di tempatnya.

Sementara Louis menelisik penampilan adiknya. Dia melotot melihat dress merah panjang yang begitu terbuka di bagian pundak dan dada. Rambut pirang panjang yang akhir-akhir ini dia larang untuk digunakan terpasang rapi di kepala adiknya.

Cantik.

Sangat cantik.

Akan tetapi, ini tidak benar!

"Lo! Nggak! Lo nggak boleh dateng dengan penampilan ini Eve!"

Wilona tersenyum sinis. "Kenapa? Gue dateng sebagai Eve. Karena Eve adalah  gue."

Louis mendorong pundak Wilona hingga masuk kembali ke kamarnya. "Ganti, kemungkinan Noah Xander bakal ngenalin lo, kalau penampilan lo kayak gini!"

"Justru itu yang gue mau!"

"Apa?" Louis melotot.

"Lo akan tau nanti," Wilona menyingkap gaunnya, membuat Louis spontan membalikan tubuhnya.

"Eve!"

"Enam tahun lalu, kakak gue ngasih hadiah terbaik di hari ulang tahun gue. Malam ini gantian gue yang akan ngasih hadiah terbaik buat dia—hadiah ulang tahun plus hadiah pernikahan yang tidak akan pernah terlupakan."

Louis melebarkan matanya, dia menarik tangan Wilona keras hingga membentur dadanya.

"Apa ini rencana lo?"

"Ya!"

Rahang Louis seketika mengeras. "Lo mau nyerahin tubuh lo ke pria brengsek itu?!"

Wilona tak menampik, dia justru mengangguk tanpa ekspresi membuat Louis melotot tajam.

Obsession Series 1; Love and RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang