Chapter 42

3.7K 286 69
                                        

"Bagaimana penampilanku?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana penampilanku?"

"Tuan sangat tampan seperti biasanya."

"Bau tubuhku? Apa kau mencium sesuatu yang aneh?"

Pelayan itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Bau aneh? Yang ada hanyalah aroma musk yang begitu maskulin menyeruak ke dalam hidungnya.

"Aku sudah mandi lima kali hari ini. Aku juga mengganti parfumku dengan yang lebih mahal. Tidak mungkin kan Wilona merasa mual jika berada di dekatku kan?"

Pada dasarnya Noah mengatakan itu untuk dirinya sendiri, namun pelayan di belakangnya lagi-lagi dengan cepat mengangguki ucapan tuannya.

Noah keluar dari kamarnya dan berjalan cepat menuju ruang tengah. Di sana kedua orang tuanya sedang berbincang. Mari tebak isi percakapan mereka pasti tidak jauh-jauh dari dirinya.

"Mau menemui Wilona?" tanya Devgan melihat putranya begitu rapi dan wangi.

Noah tersenyum tanpa dosa, dia pura-pura tidak melihat sang nyonya Xander menatapnya dengan garang.

"Kau sepertinya bahagia sekali ya setelah membuat keributan antara dua keluarga seperti ini, Noah Xander?" tanya Yoriko begitu mengintimidasi.

"Kenapa enggak mom? Aku akan segera  menikah dengan orang yang kucintai. Tentu anakmu ini sangat bahagia."

Dan bantal sofa itu pun melayang ke wajah Noah. Bagaimana bisa putranya mengatakan hal seperti itu dengan wajahnya yang teramat menyebalkan itu?

"Kau seharusnya bisa membujuknya untuk tinggal di sini! Tidak lihat Kate sangat marah karena kelakuanmu? Apa jadinya kalau calon istrimu dan mantan tunanganmu tinggal di rumah yang sama?!" geram Yoriko.

"Noah nggak mau maksa Wilo, Mom. Kalau dia nggak mau, Noah bisa apa?" Noah cemberut.

Ah, sifat pemaksa putranya itu tiba-tiba hilang begitu saja ya?

"Setidaknya di sini kita bisa memastikan dia aman. Aku juga akan menjaga calon cucuku dengan baik."

"Aku juga bisa menjaganya dengan baik di sana, Mom. Karena itu aku berniat pergi sekarang." Noah merapikan kembali rambut dan kausnya yang kusut karena sempat tertimpuk bantal.

"Hmm hmm sepertinya mansion Allison akan menjadi tempat tinggalku dan keluarga kecilku di masa depan," gumam Jeno bersiul ria.

"Cih! Akan lebih baik jika kalian tidak usah bertemu sampai pesta pernikahan dilaksanakan."

"NGGAK BISA!" teriak Noah membuat Devgan dan Yoriko terlonjak kaget.

"Mom nggak lihat aku udah segila ini cuma karena nggak lihat dia selama beberapa jam? Aku pergi dulu. Malam ini aku nggak akan pulang. Jangan ganggu Noah berduaan sama istri!" Noah menyelonong pergi begitu saja.

"Istri heh?!" Yoriko meremas pinggiran sofa dengan geram. "Putramu itu sungguh tak tertolong lagi Devgan!!"

"Yah, aku sudah pernah melihatnya mengaku punya istri. Kupikir mereka memang sudah diam-diam menikah di belakang kita."

Obsession Series 1; Love and RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang