Meja makan panjang itu terlihat begitu hening saat sesi makan malam berlangsung. Masing-masing makan dengan hening dan dengan cepat menyelesaikan makanannya.
"Wilona..." Steven memanggil saat Wilona dan Noah hendak beranjak dari kursinya.
"Ada apa?"
"Papa dan Mama ingin pergi ke makam Ibumu. Kau mau ikut... bersama kami?" sedikit ragu Steven berkata. Pria itu beralih menatap Noah. "Noah kau juga ada waktu? Papa lihat akhir-akhir ini kau terlalu bekerja keras."
Noah mengangguk tanpa ragu. "Aku selalu ada waktu untuk pergi ke sana pa, ma. Sayang... kita akan pergi kan?"
"Ya, boleh. Sudah lama aku nggak mengunjungi makam Mama."
"Baiklah, kalau begitu besok kita pergi bersama... biar Yoriko yang menjaga si kembar."
Wilona mengiyakannya, baginya mempercayakan bayi-bayi kepada Inez dan Yoriko adalah jalan terbaik.
Wilona tak menginginkan anak-anaknya diasuh oleh orang lain. Karena itu saat Noah menawarkan untuk mempekerjakan babysitter, Wilona menolak dengan tegas.
Noah menyarankan itu bukan tanpa alasan. Dia hanya kasihan melihat Wilona merawat si kembar, meski dengan bantuan Inez tetap saja nyaris 24 jam waktu istrinya habis untuk bayi-bayi.
Noah tidak iri, tidak! Dia justru senang melihat Wilona yang bahagia merawat bayi-bayi.
Noah juga menyesal tak bisa selalu ada untuk istri dan bayi-bayi. Meskipun begitu Noah mencoba terus berada di samping Aster dan Azalea untuk melihat perkembangan mereka. Noah tak ingin seperti menjadi ayah dan ibunya dulu yang sangat gila kerja dan meninggalkannya bersama kakeknya.
"Cobalah untuk memanggil orang tua angkatmu dengan panggilan yang seharusnya sayang..." itu nasehat Noah kala mereka sudah sampai di dalam kamar. Pria itu menyandarkan kruk kakinya ke tembok lalu berjalan ke arah ranjang.
Wilona melepaskan pakaiannya dan menggantinya dengan baju tidur. Dia menanggapi Noah setelah beberapa saat.
"Hmm, akan kucoba mengusahakannya," jawabnya mengikat tali panjang di bagian depan gaun transparan itu.
Noah tersenyum tipis. "Aku nggak ingat pernah membelikan gaun tidur itu untukmu sayang. Terlalu meresahkan, membuatku kegerahan."
Betul saja pria itu sudah melepaskan dua kancing teratas kemejanya. Gerah sekali meski AC kamar menyala. Tak terlalu dingin memang, mengingat si kembar bisa saja kedinginan. Dua bayi itu tertidur pulas tanpa terganggu percakapan kedua orang tuanya.
"Memang tidak... Nina yang membantuku memilihkannya. Aku membelinya dengan uangmu."
Soal Nina, gadis itu baru saja muncul ke permukaan setelah lama berlibur. Ke Hawaii tepatnya.
Hari dimana dia mendapatkan serangan dari Jaerson dan tahu bosnya sekarat juga Wilona— wanita yang sudah dia anggap sebagai kakak itu berjuang untuk kelahiran buah hatinya, saat itulah Nina membantu Devgan Xander untuk mengurus orang tua Jaehyun.
Nina juga tak menyangka Noah sendiri yang akan mengeksekusi paman dan bibinya. Dengan Leo?! Ukh, Nina ada di sana menyaksikan bagaimana hancurnya jasad mereka.
Lalu saat kabar gembira bahwa bosnya dan kakak Wilonanya tercinta berbaikan, pria itu sangat murah hati memberikannya jatah liburan ke Hawaii. Sungguh keberuntungan yang sayang untuk disia-siakan. Impianya sejak lama.
Noah mengangguk-angguk, masih memandangi sang istri dengan raut takjub. "Benar! Habiskan saja uangku sayang. Aku nggak keberatan."
"Kalau begitu biarkan aku membeli satu lingerie seksi lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 1; Love and Revenge
Romansa𝗗𝗮𝗿𝗸 𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲‼️ Wilona Gabriela Allison, gadis berusia 17 tahun yang dikenal cantik, polos, dan lugu. Itu sebelum dia mendapat penghianatan dari keluarga dan juga kekasihnya tepat di malam ulang tahunnya. Satu malam yang merubah kepribadi...
