Chapter 45

3.7K 279 64
                                        

Tuk! Tuk! Tuk

Samar-samar Kate mendengar suara ketukan sepatu heels di lantai. Kedua matanya begitu berat terbuka. Dia pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi?

Kepalanya berat sekali, semalam setelah kekacauan itu dia langsung pergi ke mengendarai mobilnya ke apartemen Jaerson. Bagi Kate hanya itu tempat dia bisa bersembunyi dengan tenang.

Lalu semalam dia menenggak banyak alkohol demi menghilangkan kegundahan hatinya. Pantas saja kepalanya serasa ingin pecah. Sekarang pasti sudah masuk waktu dini hari. Kate ingat tidak ada orang lain selain dirinya di sini.

Tunggu!

Suara ketukan sepatu heels di lantai kamar Jaerson? Siapa wanita yang berani datang ke sini selain dirinya? Mustahil karena Kate tahu Jaemin tidak pernah dekat dengan perempuan manapun.

Ah.. benar. Ada seorang wanita lagi di sini selain dirinya. Dari celah matanya yang sedikit terbuka dia melihat wanita bergaun merah mendekati dirinya.

Gaun merah?!

"Jangan mendekat sialan!"

"Pergi!"

Tanpa sadar Kate lagi-lagi mengusapi pundaknya dengan kasar. Sebuah kebiasaan saat dia mengingat kilasan tentang kejadian itu.

"Pergi! Pergi! Pergi!"

Wanita bergaun merah itu semakin mendekat ke arahnya. Lalu berhenti tepat di sisi ranjang. Saat itu mata Kate terbuka sempurna.

Hilang!

Sosok itu hilang digantikan sosok tegap yang saat ini tengah berdiri menjulang menatap ke arah balkon kamar. Kate spontan menyipitkan mata, cahaya lampu yang begitu redup menganggu pemandangan matanya.

"J-jaerson?"

Pria itu tersenyum simpul mendengar panggilan itu. Masih asik menikmati pemandangan gedung tinggi yang dipenuhi cahaya lampu di luar jendela.

"Apa aku mengecewakanmu, Kate?"

Suara berat nan penuh dengan intimidasi itu jelas sekali bukan Jaerson. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Noah. Sosok yang berdiri tegap membelakanginya itu adalah Noah.

Kate buru-buru berdiri dari tempat tidurnya. Nyaris saja terjatuh saat tubuhnya oleng seolah banyak kehilangan tenaga.

"Noah! Kau di sini?"

Betapa senangnya Kate mengharapkan Jaerson namun justru Noah yang berdiri di depan matanya.

"Aku tidak salah kan? Kau bukannya semalam... pernikahan dengan Wilona?"

Kate merasa kebahagiaanya bertambah banyak setelah bebas memeluk tubuh tegap Noah dari belakang. Kate sangat amat merindukannya.

"Sudah kuduga! Wilona itu bodoh, dia mencoba melakukan drama murahan di depan semua orang. Tapi Noahku sangat pintar, kamu tau aku nggak bersalah kan sayang?" Kate sangat bangga, mengusapi kedua pipi Noah dengan penuh rasa sayang.

"Dan Noah Xander pasti akan kembali padaku. Nggak ada yang bisa memuaskanmu sebaik diriku kan? Akuilah Noah."

Kate terseyum, menghirup dalam aroma musk Noah yang begitu menenangkan ditambah aroma parfum yang asing namun menenangkan. Kembali dia memeluk tubuh tegap itu seolah tak ingin kehilangan.

Noah melepaskan tangan Kate yang melingkar di dadanya. Pria itu berbalik, bukan tatapan penuh cinta dan kerinduan yang Kate dapatkan melainkan tatapan tajam yang begitu menusuknya.

Hanya beberapa detik sebelum Noah mencengkeram kuat leher Kate dan memojokannya dengan keras tembok. Tubuh langsing Kate terasa dibanting membentur beton keras itu. Tenaga Noah sungguh tak main-main.

Obsession Series 1; Love and RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang