⚠️tw// blood
"Kau tidak makan malam Noah?!" tanya Devgan melihat putranya itu bergegas pergi ke kamarnya sepulang dari kantor.
Selalu seperti itu selama beberapa hari terakhir. Ditambah alasan klise lembur sampai tengah malam. Awalnya Devgan hanya diam karena berpikir Noah hanya lelah dan sedih pernikahannya harus ditunda lagi, tapi sepertinya tidak begitu kan?
"Biarkan Jaerson yang membawanya ke atas. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini juga." tegasnya.
Tanpa sadar disetiap langkah kaki Noah, Yoriko terus menatap putranya itu tanpa berkedip.
"Ada apa? Kenapa kau gelisah seperti itu?"
"Kau tidak merasa aneh? Ada yang salah dengan putramu itu Devgan!" kata Yoriko menodongkan pisau kecilnya membuat Devgan sedikit menggeser tubuhnya.
Devgan juga merasakannya, ada yang aneh. Sesuatu pasti terjadi. Huh, istrinya itu selalu peka.
"Apa yang salah? Putramu memang sosok pekerja keras." Devgan menatap tubuh putranya yang menghilang ke dalam lift. Dia sedang membanggakan Noah sekarang.
Biarkan saja begitu karena dia tidak ingin membebani pikiran istrinya atau wanita itu akan beraksi lebih gila dengan mendobrak kamar putranya dan menyeretnya turun ke bawah.
Yoriko mengetukan pisau tajamnya ke meja. "Ada yang salah, ada yang salah. Pasti ada yang salah. Aku yakin itu!"
"Sudah-sudah habiskan makananmu. Jaerson kau ikutlah makan malam bersama kami sebelum melayani majikan gilamu itu," kata Devgan.
Jaerson menganggukan kepala lantas duduk di meja makan bersama tuan dan nyonya Xander.
Tidak sungkan karena memang Jaerson sudah dianggap seperti putra sendiri oleh mereka.
Masih satu kerabat meski jauh Jaerson dan Noah sudah tumbuh bersama sejak remaja hingga dewasa. Yoriko dan Donghae juga mempercayakan putranya itu pada Jaerson, satu-satunya orang waras yang bisa diandalkan untuk mengawasi Jaerson.
"Apa Noah menyembunyikan seorang gadis di kamarnya?"
"Uhuk uhuk!"
Bagaimana Jaerson tidak tersedak. Pertanyaan itu keluar tiba-tiba dari bibir nyonya besar saat dia sedang asik mengunyah steaknya.
"Kau kenapa?" Mata Yoriko memicing. Ia memberikan air putih pada Jaerson.
"Tidak apa-apa nyonya. Hanya terlalu terkejut."
"Asumsiku tidak salah kah? Putramu itu terlalu gila menyangkut soal wanita. Dia mirip sekali dengan Kakeknya!"
Memang hampir mendekati kebrengsekannya. Devgan akui itu. Keturunannya memang tidak sebersih itu.
Dulu ayahnya gemar sekali memainkan wanita—Devgan akui dulu dia juga brengsek namun tak separah ayahnya yang gemar menceritakan kebejatannya pada Noah.
Sekarang saat besar Noah justru mengikuti jejak kakeknya. Meski begitu seluruh pria di keluarga Xander selalu memiliki satu wanita di hatinya. Sama seperti yang terjadi pada Devgan, dia hanya mencintai Yoriko.
Begitulah yang seharusnya terjadi pada Noah.
"Seminggu ini kudengar dia sama sekali tidak mengunjungi kelab bahkan dengan suka rela menjual penthouse nya dan memilih pindah ke lantai tiga."
"Kau sendiri yang memaksanya pindah Yoriko." Kata Devgan.
Yoriko mengangguk, itu memang benar. Puluhan kali bahkan ratusan kali dia meminta baru kali ini Noah menyetujui usulanya, tanpa mendebat. Itu sebuah rekor yang menakjubkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 1; Love and Revenge
Romance𝗗𝗮𝗿𝗸 𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲‼️ Wilona Gabriela Allison, gadis berusia 17 tahun yang dikenal cantik, polos, dan lugu. Itu sebelum dia mendapat penghianatan dari keluarga dan juga kekasihnya tepat di malam ulang tahunnya. Satu malam yang merubah kepribadi...
