"Ada apa Noah?"
Kate kesal karena pria di sebelahnya itu hanya diam menopang kepala tanganya ke sisi kepala sembari menatap ke depan. Dia sama sekali tak terlihat di mata Noah.
Pesawat sudah lepas landas sejak lima belas menit yang lalu. Noah belum juga mengeluarkan suaranya sejak tadi.
"Apa yang kamu pikirkan hm?" ulang Kate bergelayut manja di lengan Noah.
"Duduk yang benar di kursimu Kate, jangan menggangguku."
"Menyebalkan!" desis Kate tak suka.
Dari dulu sifat Noah memang seperti ini. Pria itu seperti memiliki banyak kepribadian dan wajah. Jadi tak heran jika orang-orang terkecoh dengan sifat asli seorang Noah Xander.
Kate sadar, sejak dia bangun dari operasi itu sampai hari ini sikap Noah menjadi semakin dingin dan selalu abai padanya. Hanya dihadapan orang tua Noah selalu memamerkan kemesraan mereka dan itu semua hanyalah sebuah sandiwara.
"Noah!"
"Ada apa? Jangan berteriak sembarangan sayang kecuali kita memakai pesawat pribadiku," kata Noah mengukir sebuah senyuman paksa.
"Aku tahu kamu nggak pernah serius untuk mencari pelaku penembakanku malam itu."
Noah salut, ternyata Kate menetahuinya. Wanita itu juga berani membahasnya di sini. Tidak salah, Kate memang wanita yang pintar dan peka.
"Setidaknya kamu harus bersungguh-sungguh untuk mengobati luka di tubuhku! Kamu pasti nggak suka kan dapat istri cacat seperti ini!" Kate membuka sedikit kemeja panjangnya di bagian pundak.
Memang Kate tak pernah lagi memakai pakaian bebas karena luka ini. Terpaksa juga semua kegiatannya dalam dunia model dan iklan dia kurangi secara perlahan.
"Mungkin aku harus berpikir ulang untuk menikahimu," candaan Noah memang suka melewati batas.
Itu bukan candaan melainkan kenyataan. Noah sedang memikirkannya akhir-akhir ini. Karena Wilona sudah kembali akan lebih buruk baginya kalau menikah dengan Kate tapi memiliki selingkuhan di belakang.
"Tidak akan kubiarkan itu terjadi!"
"Who knows? Mungkin saja aku jatuh cinta dengan wanita lain dan berpikir untuk menikahinya."
"Hahaha cinta? Omong kosong apa yang kamu bicarakan Noah! Kau membuatku menangis." Kate mengusap air mata di sudut matanya.
Astaga lucu sekali mendengar Noah membahas soal cinta rasanya sangat tidak manusiawi.
Noah tersenyum lalu mengangguk. "Kamu benar. Membicarakan soal cinta hanya akan membuatmu menangis."
"Jadi berapa lama kita akan bulan madu di Korea?" tanya Noah jahil.
"Satu minggu," Kate tersenyum lebar.
"What the fuck? Satu minggu katamu?!"
Noah pikir mereka hanya akan pergi selama beberapa hari. Paling lama tiga hari dia bisa mentoleransinya.
Satu minggu? Omong kosong macam apa itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 1; Love and Revenge
Romance𝗗𝗮𝗿𝗸 𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲‼️ Wilona Gabriela Allison, gadis berusia 17 tahun yang dikenal cantik, polos, dan lugu. Itu sebelum dia mendapat penghianatan dari keluarga dan juga kekasihnya tepat di malam ulang tahunnya. Satu malam yang merubah kepribadi...
