Kacau. Satu kata yang tepat untuk mendeskripsikan rumah hutan. Louis datang setelah mendapat panggilan dari Wilona. Louis dalam perjalanan ke sini, hanya saja dia mampir untuk mengisi bahan bakar mobilnya. Dia tidak menyadari Wilona memanggilnya.
Beberapa kali panggilan tak terjawab. Saat Louis mencoba menghubungi Wilona kembali, ponsel itu justru tidak aktif.
Dan Louis terkejut saat menginjakan kaki di sini. Tidak ada penjagaan seperti biasa. Pintu terbuka lebar seolah memang didobrak paksa dari luar. Di depan pintu Louis menemukan tubuh Nina tergeletak di lantai dingin.
Louis mendesah lega saat tahu orang-orang di rumah ini masih hidup. Mereka diberikan obat bius. Lalu saat mencari ke setiap kamar, Louis tak bisa menemukan sosok Noah dan Wilona.
Ada apa sebenarnya?!
Suara dering telepon rumah berbunyi nyaring. Louis menggapai gagang panjang itu dan menempelkannya di telinga.
"Wilonaku sudah bangun?" Itu suara Noah.
"Bibi... dimana istriku? Apa dia sedang mandi?"
"Shit!" Louis seketika mengumpat menyadari Noah tak bersama Wilona saat ini. "Kau ada dimana brengsek?!"
"Kenapa kau yang mengangkat teleponnya? Untuk apa kau datang pagi-pagi ke rumah—shh sakit sialan!" Diseberang sana Noah meringis karena lukanya ditekan saat proses pengobatan.
"Seseorang mengobrak-abrik tempat ini! Nina dan dua orang lainnya tak sadarkan diri. Lalu Wilona—"
"WILONA?! DIMANA WILONA HAH?!"
"KATAKAN PADAKU DIA MASIH TIDUR!"
"CEPAT KATAKAN KALAU WILONAKU SEDANG BERSANTAI DI DEPAN TELEVISI!"
"Tidak ada... adikku tidak ada di sini brengsek!"
"FUCK!" terdengar Noah mengumpar keras lalu telepon itu seketika ditutup.
Louis panik bukan main. Dia pikir Wilona bersama Noah saat kekacauan ini terjadi. Noah sialan itu meninggalkan Wilona dengan penjagaan yang minim.
Sialan!
Sementara Louis di sini mengurus Nina dan dua orang lainnya. Noah di mansionnya sudah kalang kabut tak karuan. Dia menghentikan pengobatan dokter keluarganya, dan bergegas mengumpulkan anak buahnya. Kepalanya yang barusan dihantam gagang cobek oleh Yoriko masih berdarah-darah, Noah tak peduli.
"JAERSON BAJINGAN!" Noah mengumpat keras.
Tahu benar, Jaerson pintar memanfaatkan situasi. Membuat Ibunya menyeretnya kembali ke rumah sementara dia bisa melumpuhkan penjagaanya di hutan.
Tunggu!
Kalau begitu mustahil Jaerson bertindak sendirian! Siapa dalang yang membantu pria brengsek itu. Pria itu butuh uang dan orang yang banyak untuk bisa mengacaukan rumahnya.
"Lacak setiap jejak yang Jaerson tinggalkan! Temukan istriku dalam satu jam atau kupecat kalian semua!"
Devgan dan Yoriko yang baru saja turun dari kamar mereka tak mengerti keributan apa lagi yang kali ini disebabkan oleh Noah hingga membuat semua orang di mansion ini berhamburan ricuh.
Noah menyisipkan pistol ke dalam saku celananya. Melihat sang ayah turun, Noah menatapnya tajam dari sini.
"Sudah kubilang kan, dad seharusnya melenyapkan bajingan itu sejak lama."
Tak perlu waktu lama untuk Devgan tahu siapa yang dimaksud oleh putranya itu. Tentu saja Jaerson.
"Sekarang dia menculik istriku... jika sedikit saja kulit mulus istriku tergores oleh luka. Bukan hanya kepala Jaerson yang kutembak tapi seluruh keluarga dan keturunannya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 1; Love and Revenge
Romance𝗗𝗮𝗿𝗸 𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲‼️ Wilona Gabriela Allison, gadis berusia 17 tahun yang dikenal cantik, polos, dan lugu. Itu sebelum dia mendapat penghianatan dari keluarga dan juga kekasihnya tepat di malam ulang tahunnya. Satu malam yang merubah kepribadi...
