"Kate kabur dari rumah sakit jiwa. Sudah dua hari sejak dia menghilang. Pihak rumah sakit sama sekali tidak mau disalahkan karena itu mereka tidak mengabari."
Noah dibuat pusing saat mendengar kabar itu dari sang ayah. Telepon yang datang di pagi buta itu sungguh menganggunya. Terlebih sang ayah menyampaikan kabar buruk alih-alih kabar baik.
"Ada apa Noah?" lirih Wilona menyadari suaminya sudah bangun padahal jam baru menunjukan pukul 4 pagi. "Kita baru tidur selama dua jam."
Pria itu, celananya nyaris melorot hingga menampakan boxer hitam dari merek ternama. Bagian atas tubuhnya polos total, di beberapa tempat penuh dengan cakaran pedih. Hasil karya istrinya memang tidak main-main. Meski begitu Noah puas karenanya.
Noah berjalan mendekati Wilona, membuang ponselnya dengan asal ke ranjang "Maaf menganggu tidurmu sayang."
Memeluk wanita itu, menenggelamkan wajahnya di dekapan sang wanita adalah kebiasaan manja Noah sejak dulu. Oh, gaun tipis sialan yang dikenakan istrinya ini sungguh menganggunya.
Noah lebih suka melihat wanitanya telanjang. Seperti tadi malam.
Wilona mengerjapkan matanya, dia sudah terlanjur bangun. "Urusan pekerjaan ya? Akhir-akhir ini pekerjaanmu membludak. Kau jadi jarang mengantar Aster dan Lea pergi ke sekolah. Bermain juga tidak pernah."
"Heumm... ya salahku." ucap Noah pedih. "Aku sedikit mengacau kemarin. Dan sekarang rasanya pekerjaanku terasa tak ada habisnya sayang."
Bagus lah, Wilona berpikir ini tentang masalah pekerjaan. Karena Noah ragu mengatakan kebenaran tentang Kate yang kabur dari rumah sakit jiwa.
Sudah enam tahun sejak wanita itu tinggal di sana. Mungkin wanita malang itu butuh udara segar di luar. Meski udara segar tak akan bisa menyembuhkan otaknya yang sudah bergeser.
Wilona mengusapi pipi Noah dengan lembut. Kantung mata pria itu terlihat lebih jelas dibanding kemarin, menandakan Noah memang kekurangan jam tidur.
"Perbaiki jam tidurmu Noah, jangan begadang lagi," nasehat Wilona. Tak ingin Noah sampai sakit.
"Begadang yang mana sayang? Untuk pekerjaan atau untuk bercinta denganmu?"
"Noah!"
"Hahaha! Aku bisa melakukan keduanya dengan baik," Noah berkata lirih di telinga Wilona. "Rasanya nggak butuh obat tidur kalau setelah menidurimu saja aku langsung tertidur dengan nyenyak."
"Oke kuakui staminamu cukup kuat Noah."
"Bukan cukup sayang tapi sangat! Ayo katakan lagi! Suamiku sangat kuat bermain di ranjang selama berjam-jam dan membuatku senang."
"Diam sebelum mulutmu aku sumpal dengan isi bantal!"
Noah mengerucutkan bibirnya. Dia sangat menginginkan pujian itu padahal. Noah bisa menahan diri untuk tak bermain di sembarang tempat, itu karena anak-anak. Mata mereka tak boleh terkontaminasi oleh tontonan porno terlebih dari orang tua mereka sendiri.
Noah sangat menyesal karena Aster dan Azalea sering kali memergokinya bermain di dalam rok Wilona. Untung lah mereka masih anak-anak, tak paham apa yang sedang ayahnya itu lakukan.
Namun tetap saja, Wilona mogok memberinya jatah selama seminggu penuh karena itu. Dan Noah teramat frustasi dibuatnya. Lebih-lebih sekarang istrinya itu lebih sering memakai celana untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Hanya di malam hari, saat Noah bisa melihat tubuh seksi istrinya dengan balutan gaun tidur tipis, terkadang lingerie yang begitu terbuka. Malam hari adalah waktu Noah bersenang-senang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 1; Love and Revenge
Romans𝗗𝗮𝗿𝗸 𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲‼️ Wilona Gabriela Allison, gadis berusia 17 tahun yang dikenal cantik, polos, dan lugu. Itu sebelum dia mendapat penghianatan dari keluarga dan juga kekasihnya tepat di malam ulang tahunnya. Satu malam yang merubah kepribadi...
