Chapter 24

4.4K 302 78
                                        

"Noah, akhirnya kamu datang juga," Suara lembut Inez yang pertama kali menyambut kedatangan Noah di mansion keluarga Allison.

"Ada apa Ma? Kate kenapa?" tanya Noah dengan wajah cemas.

Dia datang kemari setelah Jaerson memberitahunya ada sesuatu yang terjadi di rumah. Rumah, lebih tepatnya tempat tinggal Kate.

Jadi ini masalahnya, wanita itu tidak mau membuka pintunya untuk siapapun, bahkan ibu dan ayahnya juga tak bisa membujuknya untuk keluar ataupun membukakan pintu.

"Dia bukan lagi anak-anak, sudah 25 tahun tapi hatinya masih sangat rapuh Noah. Semua karena berita miring di media baru-baru ini."

Stevan dan Noah berdiri bersisihan di depan pintu kamar Kate. Saat Inez dan Stevan tak bisa lagi membujuknya harapan terakhir mereka hanyalah Noah.

"Maaf harus memanggilmu ke sini ditengah jadwal pekerjaanmu yang menumpuk." Stevan merasa tak enak hati.

Noah tersenyum seraya mengusap pundak Stevan. "Aku yang akan menenangkanya, papa tenang saja."

Noah memang sangatlah baik. Image yang dia bangun di depan semua orang adalah pria dewasa, tegas, bertanggung jawab serta rendah hati. Tidak ada yang tahu betapa licik dan manipulatifnya pria itu.

Tok! Tok! Tok!

"Kate, ini aku." ucap Noah mengetuk pelan pintu di depannya.

Tak sampai satu menit pintu besar itu terbuka menampakan sosok Kate dalam kondisi teramat kacau. Noah tersenyum, dia sudah menduga sejak awal — Kate pasti tidak akan menolak kedatangannya. Dia hanya terkejut melihat Kate sekacau ini.

Rambut acak-acakan, wajah kusam, kantung mata bengkak, bibir pucat. Astaga, Noah seperti melihat hantu saat ini. Untung saja dia tidak punya riwayat jantung.

Pun dengan Stevan yang terkejut melihat penampilan menyedihkan putrinya. Stevan ingin bertanya lebih, tapi urung karena sepertinya dia lebih baik memberi mereka berdua waktu.

"Papa ke bawah, kalian berdua bicaralah."

Begitu Stevan pergi Noah melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Aroma parfum yang pekat nyaris membuat hidungnya sakit.

"Ada apa denganmu sebenarnya? Kamar ini lebih mirip tempat sampah dari pada kamar seorang ratu." canda Noah melihat banyak botol parfum berjatuhan ke lantai.

Tak sedikit juga peralatan kecantikan Kate yang tergeletak mengenaskan di lantai, beberapa pecah dan awut-awutan seperti habis diterjang badai.

"Aku kesal! Sangat kesal Noah!"

"Ada apa?" Noah duduk di ranjang, menaikan kedua kakinya dan berakhir setengah berbaring di sana.

"Jangan mendekat! Mandi sana! Kau bau." usir Noah saat Kate merentangkan tangan di hadapannya.

"Noah!"

"Aku tidak bohong Kate!"

"Oke oke aku mandi, jangan tinggalkan tempat ini sebelum aku selesai, mengerti!"

"Ya ya ya!" Noah hanya bergumam.

"Mau ikut tidak?" tawar Kate.

Obsession Series 1; Love and RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang