"Lea bodoh!"
"Diam kau Sya!"
"Lagi-lagi kau ditipu oleh laki-laki hidung belang yang cuma menginginkan tubuhmu! Ck! Kau memang nggak pandai membedakan mana cowok baik-baik dan mana cowok mesum!"
"Tasya! Sekali lagi kau bicara kurobek mulutmu!"
Azalea Xander baru saja meratapi nasibnya yang malang. Benar kata sahabatnya, Tasya. Dirinya menjadi korban dari cowok brengsek yang hanya tau cara menikmati tubuh seorang wanita.
Untunglah semalam dia tidak terjebak. Argh! Azalea tidak bisa membayangkan kalau sampai dirinya harus tidur dengan cowok bangsat itu.
"Ayo Lea pacaran saja dengan anak dari sekolah kita. Percuma kau mencari cowok tampan di luar sekolah kalau ujung-ujungnya dapat cowok mesum doang!"
Tasya mengompori, pasalnya Azalea memang selalu mengatakan dirinya tak berminat untuk berpacaran dengan cowok-cowok dari sekolahnya. Padahal menurut Tasya banyak yang lumayan kok. Walaupun nggak bisa seperti ayah Azalea dan kakaknya.
"Mau yang seganteng daddy dan Aster." begitu katanya saat ditanya tipe cowok idaman. Memang prik sekali temannya ini.
Kalau ada mah Tasya juga mau satu!! Sayang sekali Noah Xander terkenal bucin dengan istrinya tentu tidak ada celah untuk menjadi orang ketiga. Oh Tasya juga tidak ingin menjadi ibu tiri teman sablengnya ini.
Lalu Aster Xander, sedikit disayangkan pria itu tidak bersekolah di sini. Sekolah yang dibangun atas nama Xander ini, hanya Azalea yang bersekolah di sini sementara kembaran tampannya itu berada di belahan kota lain.
"Biar kupilihkan kalau gitu. Ehm Niel tuh anak basket. Tinggi, keren, pintar olahraga juga. Nggak beda jauh dengan saudara kembarmu yang tampan itu. Uhh!"
"Tidak menerima manusia playboy. Dia pasti hobi meniduri cewek sana sini."
"Hmm masuk akal. Kemarin ada yang lihat dia keluar hotel bersama—"
"Argh! Berhenti menyebarkan gosip kepadaku Tasya! Aku nggak mau dengar... memangnya aku bakal peduli?!"
"Oh okay kalau kita ke kandidat selanjutnya. Gama! Ketua Osis, cowok greenflag paling idaman diseluruh sekolah!"
Azalea spontan memutar bola matanya. Mual sekali saat mendengar nama itu disebut oleh Tasya.
"Skip. I hate him so much! Ugh! Cowok sialan yang hobi marah-marah! Greenflag huh? Nggak mungkin."
"Leaaaa ih! Kalau gitu yang terakhir si Kaiden tuh, kutu buku akut. Ganteng iya, tinggi iya, pinter iya cuma kurang ekspresi aja. Sekolah cuma mau baca buku selebihnya nggak mau sosialisasi."
"Kaiden?"
"Heem. Cocok tuh. Bedanya dia suka baca buku akademik kalau Lea bacanya novel erotis."
"Tasyaaaa!" geram Azalea memukuli punggung temannya itu dengan brutal.
Tubuh Azalea memang kecil tapi tenaganya tidak main-main. Untung Tasya tahan dengan segala bentuk kekerasan Azalea padanya.
Kaiden ya? Cowok berkacamata besar mirip Aster itu?
****
Azalea sangat kesal. Kemarin Aster datang saat hari sudah berganti, ulang tahun mereka sudah lewat. Harusnya mereka bisa meniup lilin bersama. Sayangnya impian itu harus gagal.
Huh menyebalkan! Dasar cowok sok sibuk!
Dan Azalea masih bad mood sampai sekarang. Ah, dia sendiri bingung kenapa sampai sekarang dia masih saja kesal. Mungkin sebentar lagi dia akan datang bulan. Yah, mungkin saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 1; Love and Revenge
Romance𝗗𝗮𝗿𝗸 𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲‼️ Wilona Gabriela Allison, gadis berusia 17 tahun yang dikenal cantik, polos, dan lugu. Itu sebelum dia mendapat penghianatan dari keluarga dan juga kekasihnya tepat di malam ulang tahunnya. Satu malam yang merubah kepribadi...
