Chapter 56

2.6K 234 80
                                        

"Baju-baju ini terlalu menggemaskan," Wilona tak pernah absen mengatakan kalimat itu setiap kali melihat hadiah baju bayi.

"Thank you Louis, aku sangat menghargai kebaikanmu... lain kali boleh belikan aku sepatu bayi? Sepertinya itu akan berguna."

"Apa suami konglomeratmu itu tidak mampu membelinya?" ejek Louis, dia hanya bercanda.

Ayolah, pria psikopat itu memberikannya tatapan setajam silet sekarang. Meski jarak mereka cukup jauh—Noah berada di pantry sementara dia dan Wilona berbincang di ruang tengah tetap saja aura horror pria itu terasa sampai kepadanya.

"Jangan menghinaku bajingan! Aku bahkan bisa membeli pabriknya jika aku mau."

"Cih!!"

Wilona menghela napas panjang. Tiada hari tanpa ribut jika Noah dan Louis sudah bertemu. Tidak apa, mereka hanya ribut dengan suara. Wilona tak pernah melihat keduanya berkelahi lagi.

"Kau akan memberikanya kan Louis? Ya ya ya ya? Dua pasang sepatu bayi?"

"Sayang... Mom sudah memberikannya kemarin. Kau yang menyimpannya kan?"

"Aku mau yang warna hijau, tolong belikan itu Louis... kau kan sudah bekerja sekarang. Kau harus melakukan kewajibanmu sebagai kakak!" Wilona tetap bersikeras, mengabaikan ucapan Noah barusan.

"Baiklah, aku akan mengelilingi seluruh kota untuk mendapatkan sepatu hijau itu."

"Terimakasih!! Bayi-bayi pasti sangat senang!"

Pria itu tersenyum bahagia melihat reaksi Wilona. Louis menatap perut Wilona yang semakin membesar, hanya menunggu hitungan minggu bayi-bayi itu akan segera lahir ke dunia ini.

Louis sudah memutuskan dimana dirinya akan berpihak. Hari itu setelah Noah mendatanginya. Pria itu telah memberikan kesempatan padanya untuk mendapatkan hati Wilona.

Flashback on

Cklek!

"Tidak kah kau terlalu bodoh? Bekerja sama dengan Jaerson untuk yang kedua kalinya?"

Louis terkejut saat mendapati Noah berada di dalam apartemennya. Tidak ada tanda-tanda pembobolan. Louis juga tak memiliki kunci cadangan, lalu pria itu datang dari mana?

"Kali ini siapa yang ingin kau korbankan?"

"Katakan saja jika kau sudah bosan hidup. Aku bisa mengirimmu ke neraka, pertama akan kupastikan untuk merobek bibirmu dari ujung ke ujung."

Sadis. Suara rendah Noah yang penuh ancaman itu menggema di tempat itu. Louis menanggapinya dengan santai, tak ingin terbawa emosi. Pria itu melepas sepatunya dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil minum.

"Bibir sialan!" begitu Noah mengumpat saat melihat Louis menenggak minuman langsung dari botolnya.

"Jadi Noah Xander datang ke sini karena ingin membunuhku setelah beberapa hari yang lalu mencuri satu ciuman di bibir istrinya?" tanya Louis, setengah mengejek.

Noah terkekeh."Biar kuajari caranya berciuman dengan benar. Bibir Wilona yang mungil, perlakukan dengan lembut. Lalu julurkan lidah untuk membelit lidahnya. Rasakan hembusan napasnya, dengarkan desahan lirihnya—"

"Berhenti bicara bajingan!" Louis melempar botol di tanganya kepada Noah. Berharap bisa melukai kepala pria sialan itu.

Noah dengan cepat menghindar, menggeser tubuhnya dengan mudah lalu tersenyum miring penuh kemenangan.

"Sebenarnya apa tujuanmu datang ke sini?!"

Tubuh Louis panas dingin mendengar kalimat Noah barusan. Sialan! Efek mencium Wilona sangat membekas di ingatan dan tubuhnya.

Obsession Series 1; Love and RevengeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang