tw // mature
"Tempat ini tidak buruk juga," komentar Louis saat pertama kali menginjakan kaki di rumah ini. " Noah sialan itu akhirnya berubah waras karena mengizinkanku datang ke sini."
"Selama ini kita tidak pernah punya tamu, lo yang pertama Om." bukan Wilona yang menanggapi melainkan Nina.
"Gadis gila ini juga tinggal di sini?"
"Siapa yang gila hah?!"
"Memang siapa lagi selain dirimu bocah?"
"Apaaaaa?!"
"Kalian berdua hentikan. Jangan bertengkar di depanku!"
Nina melengos sementara Louis mendengus kesal. Harus dia akui hutan dan rumah ini memang indah. Dia tidak menyangka akan menemui spesies hewan jadi-jadiin alias gadis bernama Nina itu di sini.
"Minumannya nyonya."
"Terimakasih," Wanita paruh baya itu mengangguk lamat lantas undur diri dengan sopan.
"Minum Louis."
Louis meminum seduhan teh hangat itu. Lirikan matanya tak lepas dari Wilona. Jelas dibelakangnya Louis merasakan tatapan maut dari Nina, namun dia tidak peduli.
"Eve... kau tidak ingin menanyakan kabar Mommy?"
"Dia pasti baik-baik saja." jawab Wilona tanpa menoleh, terkesan tak peduli. "Aku dengar kau rajin mengunjunginya?"
"Siapa yang bilang?"
"Nina."
"Kapan aku bilang gitu Kakak?" Nina mengelak. Wanita itu terlalu berterus terang.
"Kakak?" beo Louis. Merasa aneh dengan panggilan itu. "Apa-apaan panggilan sok akrab itu."
"Responmu kenapa mirip dengan Noah?" Wilona tak sadar menipiskan bibirnya, tersenyum. "Seumur hidup baru kali ini aku mendapatkan panggilan itu."
"Kau selalu membenci panggilan itu Eve. Kata itu kau sangat membencinya."
"Memang."
"Kau tidak marah?"
"Untuk apa? Biarkan saja."
Nina menjulurkan lidahnya, mengejek Louis yang tampaknya mulai menampakan ekspresi marah.
"Tidak bisakah kita berbicara berdua saja Eve? Tanpa gadis gila ini? Dia seperti orang yang tidak punya pekerjaan! Kenapa terus berdiri di belakang kita?"
"Ini pekerjaanku! Benarkan Kak Wilona?" Nina mengerjap ngerjapkan matanya imut.
Wilona menghela napas panjang. "Bisa tinggalkan kami berdua sebentar? Noah nggak akan marah kalau kau tidak ember padanya."
"Tapi—"
Tatapan penuh permohonan itu. Sial, Nina tak pernah bisa menang saat Wilona sudah mengeluarkan tatapan itu. Nina jadi tau apa yang dirasakan bosnya setiap kali wanita cantik itu merengek. Tidak heran Nina sering melihat bosnya itu blushing.
"Kau membiarkan orang lain memanggilmu Kak. Kalau begitu coba panggil aku Kak!"
"A-apa!? Nggak masuk akal!"
"Seumur hidup aku juga harus mendengar panggilan itu keluar dari bibirmu, Eve."
"Hentikan Louis. Aku berusaha menurutimu untuk berbicara lebih formal. Sekarang kau justru meminta hal aneh yang menggelikan."
Louis menumpukan satu sikunya ke sandaran sofa. "Kalau begitu akan kuanggap kau menatapku sebagai pria, bukan sebagai kakak ataupun saudara."
"Itu—"
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 1; Love and Revenge
Romance𝗗𝗮𝗿𝗸 𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲‼️ Wilona Gabriela Allison, gadis berusia 17 tahun yang dikenal cantik, polos, dan lugu. Itu sebelum dia mendapat penghianatan dari keluarga dan juga kekasihnya tepat di malam ulang tahunnya. Satu malam yang merubah kepribadi...
